http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/07/07/osq050382-pedagang-eceran-rasakan-merosotnya-daya-beli-masyarakat



Pedagang Eceran Rasakan Merosotnya Daya Beli Masyarakat

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nur Aini

Republika/Rahma Sulistya

[image: Pusat grosir di lantai lima dan lantai dasar Thamrin City, Jakarta
Pusat, alami penurunan drastis yang tidak pernah dirasakan oleh pedagang
dari tahun-tahun sebelumnya, Kamis (6/7).]

Pusat grosir di lantai lima dan lantai dasar Thamrin City, Jakarta Pusat,
alami penurunan drastis yang tidak pernah dirasakan oleh pedagang dari
tahun-tahun sebelumnya, Kamis (6/7).



REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Penurunan daya beli masyarakat dirasakan
langsung dampaknya oleh para peritel. Siti Cholikah, salah satu pedagang di
Pusat Grosir Thamrin City menyebut, omzet yang ia raih selama Ramadhan lalu
merosot sekitar 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Tahun ini seperti *nggak* ada Lebaran. Sepi-sepi saja kayak hari biasa,"
ujar pedagang yang juga memiliki konveksi pakaian tersebut, saat
ditemui *Republika.co.id
<http://Republika.co.id>* di kiosnya, Jumat (7/7).

Pemilik kios Akbar Collection itu menuturkan, saat Ramadhan tahun lalu,
penjualan masih meningkat 40 persen dibanding hari normal. Biasanya, tiga
bulan sebelum puasa, banyak pembeli dari luar Jakarta yang datang untuk
berbelanja dalam jumlah besar. Namun, tahun ini, Cholikah mengaku tak
melihat euforia belanja seperti itu.

"Semuanya sama, saya ngobrol sama pedagang di Tanah Abang juga pada bilang
sepi," ujarnya.

Meski kondisi pasar tengah menurun, Cholikah tidak perlu memikirkan uang
sewa kios karena ia sudah menjadi pemilik tiga blok toko di Thamrin City.
Di hari biasa, ia biasanya memproduksi kebaya dan aksesoris pelengkapnya.
Namun, jelang Ramadhan, ia beralih menjual baju muslim untuk merespons
permintaan pasar.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang Pusat Grosir Thamrin City yang
lain. Fitrah, pemilik toko jilbab Salwa Scarf, menuturkan bahwa penjualan
tahun ini menurun signifikan. Biasanya, menurut dia, ada pola peningkatan
penjualan terjadi mulai awal pekan kedua Ramadhan hingga jelang Idul Fitri.
Namun, belakangan pasar hanya ramai di 10 hari terakhir Ramadhan. "Biasanya
kalau Ramadhan itu barang habis terus. Sekarang sudah *nggak* bisa," ujar
wanita yang sudah 10 tahun berdagang di Thamrin City tersebut.

Namun begitu, Fitrah memaklumi kondisi melemahnya daya beli masyarakat
mengingat momen Idul Fitri berdekatan dengan dimulainya tahun ajaran baru
sekolah. Fitrah memiliki empat kios di Thamrin City, tiga di antaranya
menjual jilbab. Produk-produk yang dijual semuanya barang impor yang
didatangkan dari Cina dan Turki.

Kirim email ke