http://nasional.harianterbit.com/nasional/2017/06/13/82741/0/25/Kondisi-Ekonomi-Indonesia-Terpuruk-Mirip-Era-Kolonial



Selasa, 13 Juni 2017 11:39 WIB
Kondisi Ekonomi Indonesia Terpuruk Mirip Era Kolonial

*Menteri Ekonomi Sri Mulyani*
<http://nasional.harianterbit.com/nasional/2017/06/13/82741/0/25/Kondisi-Ekonomi-Indonesia-Terpuruk-Mirip-Era-Kolonial#>



*Jakarta, HanTer - *Kondisi perekonomian Indonesia saat ini dinilai
terpuruk. Kehidupan rakyat semakin susah, daya beli terus melemah dan
pertumbuhan ekonomi  tidak naik signifikan, hanya disekitar 5 persen.
Bahkan, timbul penilaian bahwasanya kondisi ekonomi saat ini dinilai mirip
dengan kondisi ekonomi Indonesia saat dijajah oleh Belanda. Keadaan ekonomi
seperti ini dinilai akibat ketidakmampuan tim ekonomi kabinet Jokowi,
terutama Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri
Mulyani.

Terpuruknya ekonomi Indonesia itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang
hanya sekitar 5 persen sungguh sangat mengkhawatirkan, padahal seharusnya
6-7 persen. Tak heran jika para pengamat ekonomi memperkirakan,  gejolak
ekonomi ditahun ini tidak kalah dahsyat dibandingkan tahun-tahun
sebelumnya. Mengingat ada beberapa peristiwa luar biasa di tahun 2016 yang
berdampak pada kondisi ekonomi di dunia.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, mengkritik kinerja
ekonomi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang pencapaiannya sejauh ini
jauh dari target-target di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) 2015-2019. Perlambatan ekonomi selama tiga tahun terakhir dinilai
sebagai buktinya.

"Laporan pemerintah Indonesia memang hebat, nomor tiga di dunia, tetapi
dibandingkan dengan RPJMN justru semakin kacau," kata Faisal Basri di
Jakarta, Senin (12/6/2017).

Hal berbeda disampaikan pengamat ekonomi Zaini Noor, dia sependapat dengan
pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Bambang Brodjonegoro yang
mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini mirip dengan kondisi
ekonomi Indonesia pada saat dijajah oleh Belanda.

"Ekonomi Indonesia saat ini tidak jauh beda dengan kondisi ekonomi saat
kita di jajah Belanda. Mereka menjajah dengan menjarah rempah-rempah dan
komoditas lainnya yang dikirim ke negaranya," ujar Bambang saat menghadiri
acara paguyuban Mas TRIP di Gedung Perbanas, Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

Menurutnys, Indonesia sekarang kondisinya modern, tetapi jika melihat
sejarah, mirip dengan keadaan saat dijajah Belanda.

Seharusnya, pernyataan Bambang tersebut mendapat perhatian serius oleh
Presiden Jokowi, Menko Darmin dan Menkeu Sri Mulyani. “Terutama apa yang
disebut Bambang bawa saat ini Indonesia banyak sekali diminta asing untuk
mengekspor hasil tambangnya dengan menawarkan nilai tambah yang cukup
menggiurkan. Tawaran-tawaran tersebut tidak terlepas dari agenda politik
yang sudah tersusun rapi.

Namun, jika kondisi tersebut tidak disikapi secara bijak oleh Indonesia
maka kondisi penjajahan di zaman Belanda akan dirasakan lagi saat ini.”

*Out of The Box*

Terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Bung Karno, Salamudin Daeng.
“Sudah saatnya presiden mengganti Menko Darmin dan Menkeu Sri Mulyani.
Keduanya sudah tidak mampu mengatasi persoalan yang saat ini dihadapi,”
kata Salamudin.

Untuk mengatasi persoalan saat ini dan menggenjot pertumbuhan, tentu harus
ada solusi out of the box. Namun Salamudin mengatakan hal itu tidak akan
mampu dilakukan Sri Mulyani dan Darmin Nasution. Rakyat Frustasi
Pertumbuhan ekonomi nasional harus ditingkatkan jika tidak ingin jumlah
rakyat miskin terus bertambah.

Itulah sebabnya, kata Salamudin, Presiden Jokowi harus punya tim ekonomi
yang pekerja keras, cerdas, dan memiliki jiwa kerakyatan atau bukan neolib.

“Menteri ekonomi itu harus kerja keras, cerdas dan bukan dari kalangan
neolib. Dengan demikian para menteri itu bisa membantu Jokowi untuk
menyehatkan perekonomian nasional. Menteri neolib tak akan pernah
memikirkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” ujar pengamat politik Zulfikar
Ahmad dihubungi, Kamis (9/2/2017).

Menurutnya, kalau Jokowi ingin meraih simpati rakyat, tentu harus
menggenjot pertumbuhan 6-7 persen. Namun, banyak kalangan tidak yakin
Darmin dan SMI mampu melakukannya. "Mereka tidur saja, ekonomi rakyat yang
bertopang sektor konsumtif, sudah mampu mencapai pertumbuhan 5%," ungkap
Salamudin.



(Sammy)

Tag : Sri Mulyani <http://www.harianterbit.com/2015/search/Sri%20Mulyani>
Perekonomian 2017
<http://www.harianterbit.com/2015/search/Perekonomian%202017> Faisal Basri
<http://www.harianterbit.com/2015/search/Faisal%20Basri> Darmin Nasution
<http://www.harianterbit.com/2015/search/Darmin%20Nasution>

Kirim email ke