*Apakah pedagang pengantara beras bukan anggota atau konco bin sahabat
rezim neoMojopahit?*


http://www.antaranews.com/berita/640640/pedagang-perantara-beras-untung-rp186-triliun


*Pedagang perantara beras untung Rp186 triliun*

Minggu, 16 Juli 2017 19:16 WIB | 2.453 Views

Pewarta: Muh Hasanuddin


Dokumentasi warga melintas di samping beras yang dijual di Pasar Minggu,
Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2017). Fluktuasi harga dan ketersediaan beras
memberi dampak penting pada perekonomian nasional dan aspek lain. (ANTARA
News/Sigid Kurniawan)


... pedagang tengah ini sudah lama menikmati keuntungan besar. Kami akan
berupaya memangkas itu dan menstabilkan harga beras di bawah Rp10.000...

Makassar (ANTARA News) - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)
menyatakan, disparitas harga beras yang tinggi antara produsen atau petani
dengan konsumen menjadi masalah besar. Penyebabnya, pedagang perantara yang
menikmati keuntungan hingga Rp186 triliun.

"Ini yang menjadi masalah saat ini karena ada pedagang perantara yang
mendapat keuntungan lebih besar dan membuat harga beras di tingkat pengecer
juga tinggi," jelas Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, di Makassar, Minggu.

Ia menyebut harga beras pada tingkat petani di jual sebesar Rp7.500 per
kilogram. Sedangkan harga beras yang dijual di masyarakat itu harganya
sebesar Rp10.500 per kilogram.

Syarkawi mengaku, selisih harga beras di tingkat petani dan masyarakat
cukup besar yakni Rp3.000 dan nilai selisih ini yang menjadi fokus dari
KPPU untuk dipangkas agar masyarakat membeli beras dengan harga lebih murah.


Harga beras Indonesia diketahui cukup mahal, bahkan dibandingkan dengan
harga beras di negara-negara ASEAN.


"Ini yang menjadi fokus kita karena ada selisih harga yang cukup besar
antara petani dengan masyarakat. Nilainya cukup besar Rp3.000 dan ini yang
akan kami pangkas," ujarnya.

Dijelaskan, keuntungan Rp186 triliun yang didapatkan pedagang perantara itu
didapatkan dari nilai konversi dengan total produksi padi selama setahun.

Secara detil, Syarwaki menjelaskan, dalam setahun produksi padi nasional
79-80 juta ton yang kemudian dikonversi menjadi beras sekitar 40 juta ton
dikalikan dengan selisih harga sebesar Rp3.000 itu.

"Keuntungan yang diperoleh 'orang tengah' mencapai Rp186 triliun memang
terlampau besar. Padahal, petani kita hanya menikmati kurang dari Rp100
triliun. Begitu pula dengan pedagang pada konsumen akhir yang keuntungannya
tidak sebesar orang tengah itu," katanya.


Populasi "orang tengah" alias pedagang perantara jelas jauh lebih sedikit
ketimbang petani se-Indonesia. Pada sisi lain, biaya produksi padi juga
dinilai tidak murah, terutama pada sarana produksi pupuk dan pestisida.

Syarkawi mengaku, KPPU sedang mencari formulasi terbaik untuk mengendalikan
harga beras di bawah angka Rp10.500 per kilogram. KPPU menaksir harga beras
Rp9.000 per kg.

"Adapun pedagang tengah ini sudah lama menikmati keuntungan besar. Kami
akan berupaya memangkas itu dan menstabilkan harga beras di bawah
Rp10.000," ucap dosen Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin, Makassar
itu.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017
  • [GELORA45] Pedagang perantara... Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [GELORA45]

Kirim email ke