http://www.antaranews.com/berita/629791/bulog-siapkan-2-juta-ton-beras-untuk-stabilisasi-harga-pangan?utm_source=related_news&utm_medium=related&utm_campaign=news



*Bulog siapkan 2 juta ton beras untuk stabilisasi harga pangan*

Rabu, 17 Mei 2017 18:41 WIB | 7.473 Views

Pewarta: Subagyo

[image: Bulog siapkan 2 juta ton beras untuk stabilisasi harga pangan]

Dirut Bulog Djarot Kusumayakti (ANTARA /Wahyu Putro A)

Jakarta (ANTARA News) - Perum Bulog menyiapkan beras sebanyak dua juta ton
lebih untuk melakukan stabilisasi harga pangan, terutama selama puasa dan
Lebaran melalui Gerakan Stabilisasi Pangan yang digelar di seluruh Tanah
Air.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti di Jakarta, Rabu menyatakan,
pihaknya menyiapkan apa yang diinginkan pemerintah berupa bahan pangan
pokok.

Gerakan Stabilisasi Pangan merupakan inisiatif Bulog dalam menjaga harga
pangan di tingkat konsumen menjelang Ramadhan dan Lebaran mendatang yang
akan dilakukan selama dua pekan penuh di seluruh Indonesia.

"Penyediaan pangan pokok ini tidak hanya di Jakarta, tapi dari Sabang
sampai Merauke," kata Djarot ketika melakukan pencanangan Gerakan
Stabilisasi Pangan di Kantor Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten yang juga
dihadiri Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Menurut dia, selain beras pihaknya juga menyiapkan sejumlah bahan pokok
lain untuk Gerakan Stabilisasi Pangan tersebut yakni gula sebanyak 320 ribu
ton, daging beku 37.500 ton, minyak goreng 207 ribu liter, bawang merah 60
ribu ton, bawang putih 62 ton.

"Khusus untuk bawang merah dan bawang putih akan terus bertambah stoknya
dengan penyerapan produksi dalam negeri dan impor," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut Dirut Bulog Djarot Kusumayakti dan Mendag
Enggartiasto Lukita melepas sebanyak 20 truk berisi bahan pangan utama
seperti beras, gula, minyak goreng dan daging menuju sejumlah pasar-pasar
di DKI Jakarta.

Hal itu, guna menjaga stabilisasi pangan menjelang Hari Besar Keagamaan
Nasional (HBKN) dengan mengibarkan bendera bertuliskan "Gerakan Stabilisasi
Pangan" yang sekaligus sebagai tanda diluncurkan Gerakan Stabilisasi Pangan
yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, pihaknya memberikan
dukungan terhadap Gerakan Stabilisasi Pangan.

"Kami sangat setuju. Ini yang kita inginkan. Bukan hanya kali ini saja
pemerintah memberikan penugasan kepada Bulog. Tapi Bulog ternyata lebih
cepat mengambil langkah inisiatif," ujarnya.

Menurut menteri dari hasil pantauan di seluruh Indonesia stok pangan,
khususnya beras di gudang Bulog cukup besar, oleh karena itu pemerintah
menjamin kondisi harga menjelang Ramadhan dan Lebaran akan stabil.

"Sekarang stok Bulog cukup banyak, tapi kalau nanti ada potensi permainan
yang dilakukan pedagang, Bulog harus siap masuk ke pasar tradisional,"
ucapnya, menegaskan.

Mendag menjamin, saat Ramadhan dan Lebaran nanti tidak akan terjadi
lonjakan harga yang berlebihan, mengingat stok pangan yang dimiliki
pemerintah cukup besar.

Oleh karena itu, dia mengingatkan kepada distributor/pedagang agar tidak
mempermainkan harga pangan, dan pihaknya tidak akan segan-segan mencabut
izin jika masih ada yang nakal.

"Jangan berpikir mereka akan bisa berdagang lagi. Satgas Pangan juga siap
mengambil tindakan. Spekulan bukan hanya akan rugi, tapi mereka akan
berhadapan dengan hukum," tukasnya.

Kirim email ke