Memang dari Vietnam, Kamboja jauh lebih murah.Mereka sudah menggunakan
teknologi modern.

2017-07-17 10:08 GMT+02:00 Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [GELORA45] <
GELORA45@yahoogroups.com>:

>
>
> *Kalau ongkos produksi beras mahal di negara neo-Mojopahit, maka harga
> murah bisa dapat diperoleh melalui impor atau bagaimana Mr Bulog.
> hehehehehe*
>
>
>
> http://www.antaranews.com/berita/639651/ongkos-produksi-
> penyebab-beras-indonesia-mahal?utm_source=fly&utm_
> medium=related&utm_campaign=news
>
>
>
> *Ongkos produksi penyebab beras Indonesia mahal*
>
> Selasa, 11 Juli 2017 04:02 WIB | 3.399 Views
>
> Pewarta: Mentari Gayati
>
>
> Petani memeriksa padi organik siap panen di persawahan Provinsi Lampung.
> (ANTARA FOTO/M Tohamaksum)
>
> ... perbaikan politik pertanian secara menyeluruh, pendampingan petani,
> pelibatan universitas dalam pembangunan pertanian dan pedesaan secara lebih
> sistematis...
>
> Jakarta (ANTARA News) - Guru besar ilmu ekonomi pertanian Universitas
> Lampung, Bustanul Arifin, mengatakan biaya produksi padi Indonesia paling
> tinggi jika dibandingkan negara Asia agraris lainnya bahkan China, sehingga
> menyebabkan beras nasional mahal.
>
> Dilansir dari Laporan International Rice Research Institute (IRRI) pada
> 2016, biaya produksi padi Indonesia mencapai Rp4.079 per kilogram padi,
> sedangkan Vietnam lebih rendah 2,5 kali lipat, yakni hanya Rp1.679 per
> kilogram.
>
> "Biaya produksi per kilogram beras sekitar empat ribu rupiah, sedangkan
> Vietnam hanya Rp1.700. Setelah diidentifikasi, upah buruh sangat besar
> karena di lapangan sulit mencari tenaga kerja sektor pertanian," kata
> Arifin, dalam diskusi di Kantor Indef, Jakarta, Senin.
>
> Anggota Dewan Komisioner dan Ekonom Senior Indef itu memaparkan biaya
> produksi padi yang paling murah, yakni Vietnam sebesar Rp1.679 per kg padi,
> setelah itu Thailand sebesar Rp2.291 per kg, India sebesar Rp2.306 per kg,
> Filipina sebesar Rp3.224 per kg dan China sebesar Rp3.661 per kg.
>
> Dari data IRRI itu, salah satu unsur biaya produksi yang mahal adalah
> honor buruh lepas di Indonesia sebesar Rp1.115 per kg padi, sedangkan
> Vitenam hanya Rp120 per kg.
>
> Selain itu, biaya sewa tanah juga memberatkan harga produksi, yakni di
> Indonesia Rp1.719 per kg padi, sedangkan di Vietnam hanya Rp387 per kg padi.
>
> Ia juga menambahkan pemerintah perlu menciptakan pasar traktor agar petani
> semakin terpacu meningkatkan produktivitas dari segi penyediaan sarana.
>
> "Pasar traktor perlu diciptakan agar petani tidak bergantung pada bantuan
> traktor pemerintah. Dengan menciptakan pasar traktor dan suku cadangnya,
> petani akan mengerti kegunaan traktor itu sendiri," kata Bustanul.
>
> Pemerintah perlu menyusun strategi dalam meningkatkan kesejahteraan
> petani, salah satunya perbaikan politik pertanian secara menyeluruh,
> pendampingan petani, pelibatan universitas dalam pembangunan pertanian dan
> pedesaan secara lebih sistematis.
>
> Editor: Ade Marboen
>
> COPYRIGHT © ANTARA 2017
>
> 
>

Kirim email ke