Jihad ekonomi, Jihad politik, lantas bagaimana dengan kaum kafir? Apakah
para kafir tidak ikut dijihadkan? hehehehehehehe


https://nasional.tempo.co/read/news/2017/07/17/078892053/tujuh-alumni-aksi-212-mendeklarasikan-partai-syariah-visinya


Tujuh Alumni Aksi 212 Mendeklarasikan Partai Syariah, Visinya?

Senin, 17 Juli 2017 | 15:53 WIB

   -

[image: Tujuh Alumni Aksi 212 Mendeklarasikan Partai Syariah, Visinya?]

Ketua Penggagas Partai 212 Syariah, Hj. Siti Asmah Ratu Agung, memberikan
sambutan pada Deklarasi Partai 212 Syariah di Gedung Joang '45, Menteng,
Jakarta Pusat, 17 Juli 2017. TEMPO/Sasti Hapsari

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta*  - Tujuh orang alumni aksi 212 hari
ini mendeklarasikan berdirinya partai politik
<https://nasional.tempo.co/read/news/2017/06/02/078880745/pilgub-jawa-timur-elektabilitas-para-kandidat-masih-jeblok>
bernama Partai Syariah. Partai tersebut dibentuk dengan tujuan untuk
membangun parlemen yang bersih dan bernuansa Islam.

"Kami harus membangun parlemen. Kami harus mempermainkan parlemen melalui
partai Islam <http://www.tempo.co/topik/lembaga/286/partai-partai-islam>,"
kata Ma'ruf Halimuddin, salah satu penggagas Partai Syariah di Gedung Juang
45, Jakarta, Senin, 17 Juli 2017.

Ma'ruf mengatakan partai ini digagas oleh tujuh orang alumni 212. Ketua
penggagasnya adalah Siti Asmah Ratu Agung. Sejak dibentuk sebulan yang
lalu, kata dia, Partai Syariah menggunakan iuran  peserta aksi 212 untuk
membiayai operasional partai.

*Baca: Alumni 212 Yakin Pengeroyokan Hermansyah dan Kasus Rizieq Terkait
<https://metro.tempo.co/read/news/2017/07/14/064891552/alumni-212-yakin-pengeroyokan-hermansyah-dan-kasus-rizieq-terkait>*

"Partai ke depan saya harap menumbuhkan rasa kemandiriannya. Kami mengajak
semua elemen, semua anggota untuk berkontribusi," kata Ma'ruf.

Menurutnya Partai Syariah belum memiliki anggota resmi. Sejak dibentuk,
penggagas partai bergerilya melalui media sosial untuk menyaring anggota.
"Kami mencoba membangun lewat WA di 34 provinsi. Sudah ada sekitar 400
lebih grup. Kalau ditanya berapa anggotanya sekarang, masih nol," ujar
Ma'ruf.

Meski begitu, kata Ma'ruf, beberapa partisipan Partai Syariah sudah
membentuk posko di daerahnya. Di antaranya adalah Sulawesi dan Aceh. Posko
ini nantinya bakal digunakan untuk sekretariat.

*Simak: Bela Hary Tanoe, Presidium Alumni 212 Bantah Dapat Uang
<https://nasional.tempo.co/read/news/2017/07/14/078891559/bela-hary-tanoe-presidium-alumni-212-bantah-dapat-uang>
*

Ma'ruf berujar syarat utama untuk menjadi anggota Partai Syariah adalah
beragama Islam. "Karena *pure* di sini 1000 persen partai muslim," ujarnya.

Sedangkan siap ketua umum partai, nantinya akan dipilih oleh ulama Gerakan
Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI). Ma'ruf menjelaskan setiap daerah
dipersilakan mengirim nama-nama kader sebagai calon ketua. Selanjutnya nama
itu seluruhnya dikirim ke ulama yang bakal memilih ketua umum.

"Kami sodorkan kepada yang lebih menguasai keislaman, syariatnya, mereka
yang akan memilih," ujar Ma'ruf. Ia mengatakan tidak ada batasan berapa
jumlah kader yang dicalonkan sebagai ketua umum.

*Lihat: Alumni Aksi 212 Ngotot Ada Kriminalisasi Ulama
<https://metro.tempo.co/read/news/2017/06/02/064880904/alumni-aksi-212-ngotot-ada-kriminalisasi-ulama>
*

Ma'ruf berharap berdirinya Partai Syariah ini bisa menginspirasi alumni 212
lain untuk membentuk partai serupa. Tujuannya agar lebih banyak lagi Umat
Islam yang bisa menguasai parlemen dan pemerintahan. "Semoga dilanjutkan
2018 atau diujung 2017 akan ada partai-partai lainnya. Saya berharap
lima-enam partai  Islam lagi yang sama," katanya.

Menurut Ma'ruf, adanya organisasi kemasyarakatan (ormas) selama ini tidak
cukup untuk menggaungkan kekuatan Islam. Terlebih ada banyak organisasi
masyarakat Islam yang ditutup pemerintah.

"Kami dari Partai Syariah ini mengajak mereka berpikir jangan bermain di
ormas saja saja. Hari ini kita harus mengasuh partai politik
<https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/03/078832233/reaksi-partai-pendukung-soal-kabar-resuffle-jilid-3>
untuk merebut kemenangan di parlemen," ujar Ma'ruf.

*MAYA AYU PUSPITASARI*

Kirim email ke