Kalau saya 6 +1, mengingat dibidang keuangan sangat diperlukan untuk memenuhi 
target penerimaan negara.
Kalau penerimaan negara  minus, semua kementerian akan susah

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, July 19, 2017 1:55 PM
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Menkeu inginkan pejabat eselon III bergelar, 
doktor [1 Attachment]







http://www.antaranews.com/berita/641252/menkeu-inginkan-pejabat-eselon-iii-bergelar-

doktor?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news

Menkeu inginkan pejabat eselon III bergelar
doktor
Rabu, 19 Juli 2017 12:30 WIB | 363 Views
Pewarta: Calvin Basuki
[Menkeu            inginkan pejabat eselon III bergelar doktor]
Menkeu Sri Mulyani (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Sri Mulyani menginginkan pejabat 
eselon III di lingkungan Kementerian Keuangan memiliki gelar akademik setingkat 
doktor.

"Seharusnya eselon III saya itu gelarnya adalah doktor semua," kata Sri Mulyani 
dalam acara pelantikan eselon III Kementerian Keuangan di Gedung Dhanapala, 
Jakarta, Rabu.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan dengan tingkat akademis 
tinggi maka para eselon III diharapkan mempunyai kemampuan memahami masalah dan 
memunculkan solusi bagi atasan.

Sri Mulyani juga berpesan kepada para pegawai di lingkungan Kemenkeu untuk 
terus belajar dan mengembangkan diri.

"Di level saya pun, saya juga tidak pernah berhenti belajar. Setiap hari 
ekonomi kita meminta untuk tidak pernah merasa cukup," ucap dia.

Sri Mulyani melantik 226 pejabat eselon III yang terdiri dari bagian 
Sekretariat Jenderal (16 orang), Direktorat Jenderal Perbendaharaan (98 orang), 
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (102 orang), Direktorat Jenderal 
Perimbangan Keuangan (empat orang), dan Direktorat Jenderal Pengelolaan 
Pembiayaan dan Risiko (enam orang).

Sri Mulyani mengatakan pegawai kementerian setingkat eselon III merupakan 
tingkat middle management yang menentukan kinerja dan kesehatan organisasi.

"Kita diberi tugas mengelola uang negara yang bukan merupakan uang kita. 
Aspirasi masyarakat sangat tinggi dan tidak sabar. Tekanan ini harus bisa 
dikelola secara bijaksana," kata dia.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017









Kirim email ke