http://www.antaranews.com/berita/642997/jokowi-respons-positif-pertemuan-sby-prabowo?
utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news
*Jokowi respons positif pertemuan SBY-Prabowo*
Kamis, 27 Juli 2017 12:49 WIB | 927 Views
Pewarta: Agus Salim
Jokowi respons positif pertemuan SBY-Prabowo
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Pertemuan antartokoh, antarpartai itu baik, pertemuan apapun itu
baik asal untuk kepentingan negara, untuk kepentingan bangsa
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo merespons positif rencana
pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subiyanto.
"Pertemuan antartokoh politik baik-baik saja, pertemuam antarpartai
baik," kata Jokowi seusai membuka Rakornas Pengendalian Inflasi 2017 di
Hotel Sahid Jakarta, Kamis.
Jokowi menyebutkan pertemuan apapun itu baik, asal untuk kepentingan
negara dan kepentingan bangsa.
Mengenai pertemuan dirinya dengan partai koalisi pendukung beberapa
waktu lalu, Jokowi mengakui ada pertemuan itu.
"Itu pertemuan rutin, biasa, kalau ada yang perlu dibahas pasti bertemu
cuma memang ada yang terbuka dan tertutup," kata Jokowi.
Ia juga merespons positif PDIP yang menginisiasi pertemuan dengan PAN.
"Pertemuan antartokoh, antarpartai itu baik, pertemuan apapun itu baik
asal untuk kepentingan negara, untuk kepentingan bangsa," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan SBY akan melakukan pertemuan dengan Prabowo pada
Kamis malam ini.
Pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediaman SBY di Cikeas,
Jawa Barat, Kamis malam, salah satunya membahas tentang UU Pemilu.
Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari mengutarakan
kepada media, pertemuan ini sebagai respons positif dari Ketua Umum
Partai Demokrat SBY atas permintaan Ketum Umum Partai Gerindra Prabowo
untuk bertemu, seusai ketok palu UU Pemilu pada sidang Paripurna DPR
pekan lalu.
Dia menyampaikan sebagaimana diketahui empat fraksi yakni Fraksi Partai
Demokrat, Fraksi Gerindra, Fraksi PAN dan Fraksi PKS, menolak penggunaan
ambang batas pencalonan Presiden atau Presidential Threshold dalam
pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2019.
Partai Demokrat termasuk yang mendukung upaya untuk Judicial Review atau
uji materi ke Mahkamah Konstitusi.
"Salah satu pembahasan tentu terkait dengan UU Pemilu tersebut seperti
yang disampaikan sebelumnya oleh pihak Gerindra. Di luar urusan itu,
silaturahim kedua tokoh bangsa ini diharapkan membawa angin segar dan
memberi kontribusi yang positif dan konstruktif bagi negeri tercinta,"
ujar Imelda.
(*Baca: _Ini salah satu agenda pertemuan SBY-Prabowo_
<http://www.antaranews.com/berita/642971/ini-salah-satu-agenda-pertemuan-sby-prabowo>*)
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2017