Poco poco, maju mundur, jalan di tempat. 2017-07-28 7:44 GMT+02:00 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] < [email protected]>:
> > > > > https://nasional.tempo.co/read/news/2017/07/28/063895092/9-catatan-kasus- > novel-baswedan- > > penyidikan-polisi-jalan-di-tempat?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1 > 9 Catatan Kasus Novel Baswedan, > Penyidikan Polisi Jalan di Tempat > Jum'at, 28 Juli 2017 | 07:14 WIB > > - [image: share facebook] > - [image: share twitter] > - [image: share google+] > - [image: share pinterest] > > [image: 9 Catatan Kasus Novel Baswedan, Penyidikan Polisi Jalan di Tempat] > Novel Baswedan. istimewa > > *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Polisi belum juga menemukan > pelaku penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel > Baswedan <https://www.tempo.co/topik/tokoh/738/novel-baswedan>. Hingga > hari ke-108 atau hampir empat bulan, penyidikan yang dilakukan kepolisian > seperti jalan di tempat. Sejumlah alasan dilontarkan, mulai dari > keterbatasan bukti hingga kesulitan pemeriksaan Novel Baswedan yang dirawat > di rumah sakit di Singapura. > > Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis pun tidak bisa > memberi kepastian tim penyidiknya akan menuntaskan kasus itu. Sebelumnya, > tim penyidik di bawah pimpinan Kapolda Irjen Mochammad Iriawan telah > menghasilkan sketsa wajah tiga terduga pelaku yang seharusnya langsung > dibuat setelah peristiwa. > > "Saya tidak akan keluar dari kebijakan yang sudah digariskan dalam > visi-misi Polda Metro Jaya. Semua yang akan dikerjakan dan yang belum > diselesaikan akan kami tuntaskan," kata Idham, Kamis, 27 Juli 2017. > > Baca: Penyerangan Novel Baswedan, KPK: Kapolri Minta Dinentuk Tim Gabungan > <https://nasional.tempo.co/read/news/2017/07/21/063893216/penyerangan-novel-kpk-kapolri-minta-bentuk-tim-gabungan> > > Berikut ini 9 catatan kasus Novel Baswedan sejak diserang seusai salat > subuh berjemaah di masjid kompleks rumahnya pada 11 April 2017, hingga > sekarang. Kondisi penglihatan Novel akibat disiram air keras belum pulih > total. Ia masih menjalani perawatan dokter, terutama pada bagian mata > kirinya. > > > *Pertama, 11 April * > > > Novel Baswedan disiram dengan air keras seusai salat subuh berjemaah. > Sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi selanjutnya diperiksa di > kantor Kepolisian Resor Jakarta Utara. Beberapa orang yang mengaku anggota > Markas Besar Kepolisian menghampiri dan mengintimidasi warga seusai > pemeriksaan. > > > *Kedua, 13 April * > > > Polisi melakukan empat kali olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus > penyiraman air keras atas Novel Baswedan. Sidik jari pelaku di cangkir > tempat air keras terhapus. > > > *Ketiga, 22 April * > > > Polda Metro Jaya memeriksa Mukhlis Ohorella dan Muhammad Hasan Hunusalela. > Keduanya terlihat dalam rekaman CCTV dan difoto tetangga Novel saat berada > di sekitar lokasi beberapa hari sebelum kejadian. Polisi melepaskan mereka > setelah diperiksa. > > > *Keempat, Awal Mei * > > > Komnas HAM memutuskan menyuruh tim Sub-Komisi Pengawasan mengumpulkan > bukti dan informasi ihwal kasus penyerangan Novel. > > > *Kelima, 9 Mei * > > > Polda Metro Jaya memeriksa Ahmad Lestaluhu. Namun terduga pelaku itu > kembali dilepaskan. > > > *Keenam, 18 Mei* > > > Polisi menangkap dan memeriksa Mico Fanji Tirtayasa. Keesokan harinya, > Mico dilepaskan. > > > *Ketujuh, 19 Juni * > > > Polri mulai mengajak KPK melakukan penyelidikan bersama kasus penyerangan > Novel Baswedan. Kedua lembaga sepakat bertemu setiap dua pekan sekali untuk > koordinasi perkembangan langkah dan informasi. > > > *Kedelapan, 29 Juni * > > > Polisi menyatakan tengah menyelesaikan pembuatan sketsa wajah tiga terduga > pelaku. Sketsa ini diklaim dibuat berdasarkan kesaksian sejumlah saksi di > lokasi kejadian. > > *Kesembilan, 25 Juli * > > Novel Baswedan > <https://nasional.tempo.co/read/news/2017/07/25/063894149/105-hari-pelaku-tak-terungkap-novel-baswedan-kami-tidak-gentar> > dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri pada Selasa malam, 25 Juli 2017. > Pelapor adalah Nico Panji Tirtayasa, saksi dalam kasus suap sengketa > pemilihan kepala daerah yang melibatkan bekas ketua Mahkamah Konstitusi, > Akil Mochtar. > > > *FRANSISCO ROSARIANS* > > > > > > >
