http://regional.kompas.com/read/2017/08/01/14073671/mahasiswa-itb-ciptakan-giroskop-militer-
pertama-indonesia
Mahasiswa ITB Ciptakan Giroskop Militer
Pertama Indonesia
Kompas.com - 01/08/2017, 14:07 WIB
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menciptakan cikal bakal
giroskop atau alat pengendali pada roket militer.
Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menciptakan cikal bakal
giroskop atau alat pengendali pada roket militer.(dok.ITB.ac.id)
*BANDUNG, KOMPAS.com* - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB)
menciptakan giroskop atau alat pengendali pada roket militer.
Dilansir dari laman resmi ITB, Selasa (1/8/2017), Ardinda
Kartikaningtyas, mahasiswa Teknik Fisika ITB angkatan 2013, bersama
timnya menciptakan G-FORTAR atau Gyroscope for Military, sebuah giroskop
serat optik yang diharapkan mampu menjadi giroskop militer pertama
buatan putra-putri Indonesia.
Salah satu anggota tim G-FORTAR Megan Graciela Nauli menuturkan, mereka
tergerak untuk menciptakan perangkat militer sendiri berangkat dari
semangat Presiden RI Joko Widodo untuk menghadirkan negara yang
melindungi segenap bangsa dan memberi rasa aman kepada seluruh warga negara.
"Indonesia kan lagi gencar-gencarnya buat mewujudkan Nawacita yang
dicanangkan Pak Jokowi. Jadi pengen bisa mandiri dalam alat-alat sistem
senjata," ujar Megan.
Dia mengatakan, giroskop adalah merupakan sebuah sistem navigasi
inersial yang di dalamnya terdapat suatu sensor kecepatan sudut. Benda
ini merupakan salah satu komponen utama alat utama sistem persenjataan
(alutsista).
*(Baca juga: Mahasiswa Unibraw Ciptakan Alat "Pencubit" Bokong
Pengendara Saat Ngantuk
<http://regional.kompas.com/read/xml/2017/06/23/07470061/mahasiswa.unibraw.ciptakan.alat.pencubit.bokong.pengendara.saat.ngantuk>)*
Sensor yang disebut giroskop ini, lanjut Megan, memegang peranan penting
dalam mengukur dan mempertahankan orientasi perangkat berdasarkan
prinsip-prinsip momentum sudut.
Dalam dunia militer, giroskop yang banyak dipakai adalah giroskop
berjenis serat optik. Giroskop jenis ini banyak dipilih karena terbilang
praktis dalam penggunaan serta mampu memberikan hasil yang lebih presisi.
Namun, sampai hari ini, 100 persen giroskop yang dimiliki oleh Indonesia
masih produk impor. Menurut Megan dan tim, hal ini disebabkan belum
menjamurnya pabrik serat optik di Indonesia.
"Padahal komponen ini merupakan komponen utama pada giroskop jenis serat
optik yang banyak digunakan dalam dunia militer," tambahnya.
Penelitian tentang giroskop serat optik awalnya pernah dilakukan oleh
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), namun belum rampung.
"BPPT pernah juga mau meneliti tentang ini, tapi enggak kesampaian,"
tutur Megan.
Meskipun demikian, Megan juga menyatakan bahwa BPPT sepenuhnya mendukung
penelitian ini. G-FORTAR merupakan sebuah giroskop berjenis serat optik
berdiameter 15 cm yang memanfaatkan efek Sagnac dan interferensi
gelombang cahaya untuk mendeteksi kecepatan sudut perangkat alutsista.
Masalah utama yang dihadapi oleh tim yang beranggotakan Ardinda dan
Megan beserta Nahdia Nurul Hikmah (Teknik Fisika 2013), Khodijah Kholish
Rumayshah (Aeronotika dan Astronotika 2014), dan Cristian Angga Jumawan
(Teknik Mesin 2014) adalah komponen-komponennya yang belum dapat
diproduksi oleh Indonesia secara independen.
"Kendala pada barang-barangnya, sebagian besar masih impor. Karena di
sini susah dan kalau impor lama," ungkap Megan.
Dia juga menuturkan bahwa kurangnya pengalaman dalam menangani serat
optik juga sempat menjadi penghambat. Harga alat-alat yang berhubungan
dengan optik masih mahal pula.
Namun, lanjut Megan, timnya menerima bantuan dari berbagai pihak,
seperti PT Telkom, sehingga giroskop akhirnya bisa dilombakan dalam
ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Menurut Megan, ukuran giroskop ini sebenarnya masih bisa diperkecil
lagi. Dengan diameter 15 cm, G-FORTAR masih tergolong cukup besar
dibandingkan giroskop serat optik komersial di luar negeri. Ukuran
giroskop yang lebih kecil akan lebih mudah disematkan dalam berbagai
perangkat.
Plastik dari Limbah Kulit Pisang(Kompas TV)
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
* Jernih Melihat Dunia <http://jmd.kompas.com>
EditorCaroline Damanik
SumberAntaranews.com <http://antaranews.com>,
Tag:
* mahasiswa ITB <http://indeks.kompas.com/tag/mahasiswa-ITB>