https://news.detik.com/berita/d-3585891/tuduh-gerindra-pd-pks-pan-intoleran-ini-
pidato-viktor-laiskodat
Jumat 04 Agustus 2017, 10:02 WIB
Tuduh Gerindra-PD-PKS-PAN Intoleran, Ini
Pidato Viktor Laiskodat
Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-3585891/tuduh-gerindra-pd-pks-pan-intoleran-ini-pidato-viktor-laiskodat#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-3585891/tuduh-gerindra-pd-pks-pan-intoleran-ini-pidato-viktor-laiskodat#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-3585891/tuduh-gerindra-pd-pks-pan-intoleran-ini-pidato-viktor-laiskodat#>
73 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-3585891/tuduh-gerindra-pd-pks-pan-intoleran-ini-pidato-viktor-laiskodat#>
Tuduh Gerindra-PD-PKS-PAN Intoleran, Ini Pidato Viktor Laiskodat Foto:
Ari Saputra
<https://news.detik.com/berita/d-3585891/tuduh-gerindra-pd-pks-pan-intoleran-ini-pidato-viktor-laiskodat#><https://news.detik.com/berita/d-3585891/tuduh-gerindra-pd-pks-pan-intoleran-ini-pidato-viktor-laiskodat#><https://news.detik.com/berita/d-3585891/tuduh-gerindra-pd-pks-pan-intoleran-ini-pidato-viktor-laiskodat#><https://news.detik.com/berita/d-3585891/tuduh-gerindra-pd-pks-pan-intoleran-ini-pidato-viktor-laiskodat#>
*Jakarta* - Berpidato dalam suatu acara di NTT, Ketua Fraksi NasDem DPR
Viktor Laiskodat bicara soal partai-partai politik yang dituduhnya
pro-khilafah dan intoleran. Tak tanggung-tanggung, Viktor menuding empat
parpol yang disebutnya mendukung keberadaan negara khilafah di Indonesia.
Pidato Viktor soal tudingan terhadap empat parpol pro-khilafah tersebut
salah satunya termuat dalam video berdurasi 02.05 menit. Di menit-menit
awal video, Viktor bicara soal kelompok-kelompok ekstremis yang ingin
mengubah NKRI jadi kekhilafahan.
"Kelompok-kelompok ekstremis ini ada mau bikin satu negara lagi, tidak
mau di negara NKRI, mau ganti dengan nama negara khilafah," ujar Viktor
dalam video itu seperti yang dilihat detikcom pada Jumat (4/8/2017).
Viktor lalu menyebut para pendukung kelompok ekstremis tersebut. Ada
empat parpol yang disebutnya mendukung gerakan khilafah ini.
"Sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan
celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung
supaya ini kelompok ini ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu
Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga
namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN. Situasi nasional ini partai
mendukung para kaum intoleran," kata Viktor yang pidatonya bercampur
antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah.
Di video tersebut, Viktor seperti berpidato di hadapan masyarakat.
Kepada masyarakat, Viktor lantas menjelaskan arti negara khilafah dalam
pengertiannya sendiri.
"Mengerti dengan khilafah? Semua wajib salat, semua lagi yang di gereja.
Mengerti? Mengerti? Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua
harus salat," ujar Viktor.
Diapun bicara soal pencegahan pembentukan negara khilafah oleh kelompok
ekstremis tersebut. Dia mengambil contoh masa lalu soal PKI. Lebih
lanjut, dia juga bicara soal Perppu 2/2017 tentang Ormas.
"Kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh. Ingat dulu PKI 1965?
Mereka tidak berhasil, kita eksekusi mereka. Gue telepon lu punya ketua
umum di sana, suruh you jangan tolak-tolak itu Perppu yang melarang
untuk, Perppu Nomor 2 Tahun 2017," pungkas Viktor yang disambut tepuk
tangan dan tawa masyarakat setempat.
Berikut pidato Viktor:
/Kelompok-kelompok ekstremis ini ada mau bikin satu negara lagi, dong
tidak mau di negara NKRI, dong mau ganti dengan nama negara khilafah.
Negara khilafah itu berarti ... (bahasa daerah) dengan NKRI. Ada
sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan
celakanya partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung
supaya ini kelompok ini ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor 1
Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga
namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN. Situasi nasional ini partai
mendukung para kaum intoleran, intoleran itu ... (suara tidak terdengar
jelas) intoleran. Yang dong suka orang lain, dong suka .... (suara tidak
jelas)/
/Jadi catat baik-baik, yang calon bupati, calon gubernur, calon DPR yang
dari partai tadi tersebut, kalau tusuk tertusuk tumbuh untuk sampeyan
pilih itu, maksudnya pilih supaya ganti negara khilafah. /
/Mengerti dengan khilafah? Semua wajib salat. Semua lagi yang di gereja,
mengerti? Mengerti? Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua
harus salat. /
/Saya tidak provokasi, nanti orang timur yang nanti, nanti negara hilang
kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh. Ingat dulu PKI 1965?
Mereka tidak berhasil kita eksekusi mereka. Gue telepon lu punya ketua
umum di sana, suruh you jangan tolak tolak itu perppu yang melarang
untuk perppu nomor 2 tahun 2017 (prokprokprok). Duduk di sini dari
partai apa nih? Nah oli tamoes.. tau oli tamoes, tadi masih di
Gerindra... (bahasa daerah).
/Viktor sudah dihubungi soal pidatonya tersebut, namun yang mengangkat
seorang perempuan yang diduga sekretarisnya. Perempuan itu mengatakan
Viktor belum bisa menerima telepon karena masih kunker di dapilnya./
/
*(gbr/tor)
*