Tampilkan pesan asli Pada Jumat, 4 Agustus 2017 17:31, "Marco 45665 [email protected] [nasional-list]" <[email protected]> menulis:
Betul bhw ..... itu Orang Bodohpun juga Bisa Makan , tapi belum tentu bisa Mikir dan Berpikir - sama halnya dng anggota Komnas HAM Natalius Pigai...................... | | Bez virů. www.avast.com | 2017-08-04 7:48 GMT+02:00 'j.gedearka' [email protected] [temu_eropa] <[email protected]>: http://nasional.kompas.com/rea d/2017/08/04/07383911/susi-kom entari-pernyataan-orang-bodoh- juga-bisa-tenggelamkan-kapal- Susi Komentari Pernyataan "Orang Bodoh Juga Bisa Tenggelamkan Kapal" Fabian Januarius Kuwado Kompas.com - 04/08/2017, 07:38 WIB Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti(Dok KKP) JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai pernyataan anggota Komnas HAM Natalius Pigai mengenai apa yang dikerjakan Susi tidak sepenuhnya salah, tidak pula sepenuhnya benar. Sebelumnya Natalius mengatakan bahwa "orang bodoh juga bisa (menenggelamkan kapal)". "Saya pikir, selintas mungkin benar dia (Natalius) bilang. Tapi kan kalau dipikir lagi, nenggelemin kapal itu bukan asal tenggelamkan," ujar Susi dalam acara "#SusidiRosi" di Kompas TV, Kamis (3/8/2017). Susi menjelaskan, untuk menenggelamkan kapal pencuri ikan, aparat hukum laut Indonesia mesti menangkap kapal tersebut terlebih dahulu. Proses penangkapan kapal pencuri ikan pun tidak mudah. KKP mesti bekerja sama dengan Badan Keamanan Laut, TNI Angkatan Laut dan Polisi Air dan Udara. "Kita juga mesti tahu dia ada di mana. Harus lihat satelit, kita baru suruh komando tangkap. Kita bisa perintahkan Angkatan Laut," ujar Susi. "Pangarmabar itu jenderal bintang dua. Wakasal itu bintang tiga, KSAL itu jenderal bintang empat. Kalau saya tidak jadi menteri, tidak bisa kita perintah jenderal bintang empat untuk tangkap. Jadi kalau (dibilang) orang bodoh (juga) bisa tenggelamkan kapal, kalau diteliti tidak bisa, tidak semudah itu," kata dia. (Baca juga: Menteri Susi: Tenggelamkan Kapal Sino, Simbol Kemenangan Berantas Pencurian Ikan) Susi kemudian menegaskan bahwa meskipun dirinya memiliki wewenang untuk memerintahkan aparat hukum laut menangkap kapal pencuri ikan, ia pun tak pernah mengaku sebagai orang pintar di depan publik. "Saya juga selalu bilang, saya ini tidak pernah bicara saya ini orang pintar," ujar Susi. Susi mengakui, dirinya keras menegakkan kedaulatan di laut Indonesia. Namun, ini dilakukan bukan untuk dirinya, melainkan semata untuk negara. "Untuk hal ini, saya pikir negara tidak boleh kompromi. Tidak boleh. Bukan saya, tapi negara tidak boleh kompromi dan kebijakan penenggelaman kapal itu bukan saya punya kebijakan," ucap Susi. "Saya pejabat negara yang kerjanya itu sudah di-frame dan harus sesuai dengan undang-undang. Tidak boleh semau saya," kata dia. (Baca juga: Dianggap "Hero", Alasan Susi Pudjiastuti Tak Dapat "Bully" di Medsos) Memikat dunia Aksi Susi Pudjiastuti yang berani menenggelamkan kapal asing yang melanggar kedaulatan Indonesia memang menarik perhatian dunia. Sebuah komikus Jepang misalnya, yang mengabadikan Susi dalam goresan karyanya. Karakter yang terinspirasi dari Susi Pudjiastuti digambarkan dalam serial manga atau komik Golgo 13 edisi Desember 2016, saat menenggelamkan kapal. (Baca: Saat Susi Pudjiastuti Ingin Bertemu Komikus Jepang yang Gambar Dirinya) Komik Golgo 13, edisi 13 Desember 2016 tersebut berisikan cerita-cerita mengenai tiga tema, yaitu krisis percobaan dimensi yang berbeda, dokumen yang hilang, serta pertemuan Jepang-ASEAN yang memuat wajah Susi di laut untuk menggempur kapal-kapal pencuri ikan. "Kalau melanggar hukum ya jadi begini. Ayo kita perlihatkan kepada mereka (pencuri ikan) jadinya begini loh," tulis manga (komik) tersebut yang berlanjut dengan ledakan kapal "Zudodo-Dokatsu", bunyi ledakan, serta gambar kapal berantakan. Selain itu, aksi Susi juga mendapat pujian aktor pemenang Oscar, Leonardo DiCaprio dalam konferensi PBB mengenai kelautan di New York, Amerika Serikat. Dalam video sambutan yang ditayangkan di markas PBB di New York, DiCaprio menyampaikan pujiannya atas aksi pemberantasan illegal fishing yang dilakukan Susi. "Menteri Susi memberikan contoh upaya menuju era baru transparasi manajemen perikanan dengan membuat sistem pemantauan kapal perikanan dengan satelit (vessel monitoring system/VMS) melalui platform Global Fishing Watch (GFW)," kata DiCaprio. (Baca: Leonardo DiCaprio Puji Aksi Menteri Susi di Konferensi PBB) Susi Pudjiastuti memerangi penangkapan ikan ilegal digambarkan dalam sebuah komik di Jepang(Kompas TV) Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: - Aksi Susi Pudjiastuti PenulisFabian Januarius Kuwado EditorBayu Galih Tag: - Susi Pudjiastuti #yiv9203335762 #yiv9203335762 -- #yiv9203335762ygrp-mkp {border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-mkp #yiv9203335762hd {color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 0;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-mkp #yiv9203335762ads {margin-bottom:10px;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-mkp .yiv9203335762ad {padding:0 0;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-mkp .yiv9203335762ad p {margin:0;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-mkp .yiv9203335762ad a {color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-sponsor #yiv9203335762ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-sponsor #yiv9203335762ygrp-lc #yiv9203335762hd {margin:10px 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-sponsor #yiv9203335762ygrp-lc .yiv9203335762ad {margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv9203335762 #yiv9203335762actions {font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv9203335762 #yiv9203335762activity {background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv9203335762 #yiv9203335762activity span {font-weight:700;}#yiv9203335762 #yiv9203335762activity span:first-child {text-transform:uppercase;}#yiv9203335762 #yiv9203335762activity span a {color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv9203335762 #yiv9203335762activity span span {color:#ff7900;}#yiv9203335762 #yiv9203335762activity span .yiv9203335762underline {text-decoration:underline;}#yiv9203335762 .yiv9203335762attach {clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 0;width:400px;}#yiv9203335762 .yiv9203335762attach div a {text-decoration:none;}#yiv9203335762 .yiv9203335762attach img {border:none;padding-right:5px;}#yiv9203335762 .yiv9203335762attach label {display:block;margin-bottom:5px;}#yiv9203335762 .yiv9203335762attach label a {text-decoration:none;}#yiv9203335762 blockquote {margin:0 0 0 4px;}#yiv9203335762 .yiv9203335762bold {font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv9203335762 .yiv9203335762bold a {text-decoration:none;}#yiv9203335762 dd.yiv9203335762last p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9203335762 dd.yiv9203335762last p span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9203335762 dd.yiv9203335762last p span.yiv9203335762yshortcuts {margin-right:0;}#yiv9203335762 div.yiv9203335762attach-table div div a {text-decoration:none;}#yiv9203335762 div.yiv9203335762attach-table {width:400px;}#yiv9203335762 div.yiv9203335762file-title a, #yiv9203335762 div.yiv9203335762file-title a:active, #yiv9203335762 div.yiv9203335762file-title a:hover, #yiv9203335762 div.yiv9203335762file-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv9203335762 div.yiv9203335762photo-title a, #yiv9203335762 div.yiv9203335762photo-title a:active, #yiv9203335762 div.yiv9203335762photo-title a:hover, #yiv9203335762 div.yiv9203335762photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv9203335762 div#yiv9203335762ygrp-mlmsg #yiv9203335762ygrp-msg p a span.yiv9203335762yshortcuts {font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv9203335762 .yiv9203335762green {color:#628c2a;}#yiv9203335762 .yiv9203335762MsoNormal {margin:0 0 0 0;}#yiv9203335762 o {font-size:0;}#yiv9203335762 #yiv9203335762photos div {float:left;width:72px;}#yiv9203335762 #yiv9203335762photos div div {border:1px solid #666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv9203335762 #yiv9203335762photos div label {color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv9203335762 #yiv9203335762reco-category {font-size:77%;}#yiv9203335762 #yiv9203335762reco-desc {font-size:77%;}#yiv9203335762 .yiv9203335762replbq {margin:4px;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-actbar div a:first-child {margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-mlmsg select, #yiv9203335762 input, #yiv9203335762 textarea {font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-mlmsg pre, #yiv9203335762 code {font:115% monospace;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-mlmsg #yiv9203335762logo {padding-bottom:10px;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-msg p a {font-family:Verdana;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-msg p#yiv9203335762attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-reco #yiv9203335762reco-head {color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-reco {margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-sponsor #yiv9203335762ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-sponsor #yiv9203335762ov li {font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-sponsor #yiv9203335762ov ul {margin:0;padding:0 0 0 8px;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-text {font-family:Georgia;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-text p {margin:0 0 1em 0;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv9203335762 #yiv9203335762ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none !important;}#yiv9203335762
