Saya menilai nuansa sebutan "pailit"-nya PT Nyonya Meneer ini lebih
cenderung sebagai hasil permainan spekulasi kaum pemilik sahamnya
ketimbang persoalan sehat-tidaknya PT tsb. Pengaruh pandangan ekonomi
neo-liberalisme sudah mulai merambah sampai pada perusahaan industri
wilayah lingkungan industri kebutuhan pangan dan kesehatan dalamnegri.






Am Fri, 4 Aug 2017
23:30:13 +0000 (UTC) schrieb "Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com
[GELORA45]" <GELORA45@yahoogroups.com>:

> Pangsa pasar jamu biasanya kalangan marjinal kelas menengah kebawah,
> apakah artinya disini ekonomi sudah sedemikian beratnya?
> 
> Perusahaan biasanya ada utang ada piutang, biarpun sehat sekalipun
> misalnya kalau mendadak dinyatakan pailit ya bisa pailit beneran.
> Utang2 biasanya akan dgn cepat datang minta diperhitungkan sementara
> piutang akan sukar ditagih setidaknya akan beku sementara atau bahkan
> tidak tertagih lagi. Mesin yg bermanfaat utk industri itu akan sukar
> dijual dgn harga layak jadinya hanya dinilai harga besinya. Sementara
> jaringan perusahaan yg sudah dibentuk ratusan tahun jadi seakan tidak
> ada nilainya tidak diperhitungkan padahal sebenarnya jaringan inilah
> yg nilainya sangat tinggi sekali bagi industri tsb. Saya rasa
> pengadilan dalam hal ini gegabah sekali. Padahal Nyonya Meneer sudah
> dianggap sedemikian berjasanya bagi negara sampai dijadikan perangko,
> copy paste dari wikipedia:
> 
>  
> 
>     On Friday, August 4, 2017 12:01 PM, kh djie <dji...@gmail.com>
> wrote: 
> 
>  Gugatan pailit diajukan oleh salah satu kreditor asal Kabupaten
> Sukoharjo bernama Hendrianto Bambang Santoso.
> 
> Pemohon menyatakan PT Nyonya Meneer tidak memenuhi kewajibannya
> membayar utang sebesar Rp7,04 miliar.7.04 milyar itu utangnya pada
> salah satu kreditor. Ada berapa kreditor, dan berapa jumlah seluruh
> utangnya tidak diberitakan.
> 
> 2017-08-04 18:56 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com
> [GELORA45] <GELORA45@yahoogroups.com>:
> 
>      Rp 7,04 milliar utk perusahaan jamu legendaris terbesar di
> Indonesia? Seperti tidak masuk akal.Adakah udang dibalik jamu?
> kutipan berita:Pemohon menyatakan PT Nyonya Meneer tidak memenuhi
> kewajibannya membayar utang sebesar Rp7,04 miliar.
> 
> ---In GELORA45@yahoogroups.com, <ilmesengero@...> wrote :
> 
> http://www.antaranews.com/ berita/644700/perusahaan-jamu-
> legendaris-pt-nyonya-meneer- dinyatakan-pailit
> 
> 
> 
> Perusahaan jamu legendaris PT Nyonya Meneer dinyatakan pailit
> Jumat, 4 Agustus 2017 18:12 WIB | 432 ViewsPewarta:
> I.C.SenjayaIlustrasi-PT.Nyonya Meneer (djamu.njonjameneer.com)
> Semarang, Jawa Tengah (ANTARA News) - Pengadilan Negeri Semarang
> memutuskan pailit kepada perusahaan jamu yang telah melegenda di
> Indonesia, PT Nyonya Meneer, karena gagal membayar kewajiban utang
> kepada kreditornya.
> 
> Juru bicara PN Semarang M. Sainal di Semarang, Jumat, membenarkan
> putusan pailit yang dijatuhkan dalam sidang 3 Agustus 2017 itu.
> 
> Sidang putusan permohonan pailit ini dipimpin oleh Hakim Ketua Nani
> Indrawati.
> 
> Gugatan pailit diajukan oleh salah satu kreditor asal Kabupaten
> Sukoharjo bernama Hendrianto Bambang Santoso.
> 
> Pemohon menyatakan PT Nyonya Meneer tidak memenuhi kewajibannya
> membayar utang sebesar Rp7,04 miliar.
> 
> "Putusannya mengabulkan permohonan membatalkan putusan Penundaan
> Kewajiban Pembayaran Utang," kata Sainal.
> 
> Dari pembatalan itu PT Nyonya Meneer akhirnya dinyatakan pailit.
> 
> Menindaklanjuti putusan ini, telah ditunjuk kurator untuk
> menyelesaikan kewajiban Nyonya Meneer kepada kredito-kreditornya.
> 
> 
> Editor: Jafar M SidikCOPYRIGHT © ANTARA 2017   
> 
> 
> 
>    

Kirim email ke