Pada Senin, 7 Agustus 2017 16:38, "Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> menulis:
'Bedah cesar di bawah pengaruh jin' hingga 'pesta seks di surga':
ceramah-ceramah kontroversial
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
'Bedah cesar di bawah pengaruh jin' hingga 'pesta seks di surga...
Dari jin hingga surga seks, materi-materi ceramah sejumlah ustad yang
dipertanyakan oleh pengguna media sosial. | |
|
|
- 18 menit lalu
- Bagikan artikel ini dengan Facebook
- Bagikan artikel ini dengan Twitter
- Bagikan artikel ini dengan Messenger
- Bagikan artikel ini dengan Email
- Kirim
Hak atas fotoAFPImage captionJemaah mendengarkan kotbah di sebuah masjid di
Jakarta, 2016 lalu.Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah penceramah agama
dikritik oleh pengguna media sosial karena materi-materi ceramah yang dianggap
kontroversial.Sebagian menganggap bahwa topik-topik yang dibahas oleh
penceramah agama sudah terlampau meluas karena beberapa di antaranya membahas
soal ilmu kesehatan hingga ekonomi.Nadirsyah Hosen, dosen senior di Monash Law
School Australia yang menggeluti bidang hukum Islam, melalui akun Twitter-nya
mengkritik profesi ustad yang menurutnya mungkin menjadi 'profesi paling
gampang di dunia' sekarang ini karena tak perlu sertifikat profesi khusus.
- Apa pentingnya standarisasi penceramah salat Jumat?
- Istri pria yang dibakar karena 'ampli mesjid' di Bekasi sedang hamil enam
bulan
"Parahnya lagi para ustad jadi-jadian itu bukan hanya merasa paling alim soal
agama tapi juga sok tahu dalam urusan kedokteran, sains, ekonomi," tambahnya.
"Jadilah negeri kita overdosis urusan beragama. Semua masalah mau dicari
jawabannya apa kata ustad. Tidak lagi dipilah-pilah sesuai bidangnya."Menyikapi
kontroversi ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi Penyiaran Indonesia
tengah mempersiapkan pembuatan pedoman untuk penceramah yang akan tampil di
televisi.Hak atas fotoAFPImage captionSebuah pedoman akan disusun oleh MUI dan
KPI soal kriteria penceramah yang akan tampil di televisi.Berikut sejumlah
ceramah yang dipermasalahkan di media sosial:
'Melahirkan cesar karena pengaruh jin'
Salah satu yang diperdebatkan adalah isi ceramah Zulkifli Muhammad Ali yang
menyebut bahwa ibu-ibu yang melahirkan denganmetoda bedah cesar memiliki
gangguan jin di tubuhnya.Dalam ceramah yang diunggah beberapa bulan lalu di
sebuah saluran YouTube itu Zulkifli mengatakan bahwa cesar adalah "anarkisme
setan pada manusia.""Saya dapat meyakinkan kepada semua orang yang terlibat
pada sesar bahwa orang ini mengalami gangguan jin di tubuhnya, gangguan setan
di perutnya, di bagian rahimnya," katanya dalam video tersebut.Dia mengatakan
bahwa ibu yang melahirkan cesar, termasuk istrinya sendiri, mendengar 'bisikan
yang sangat kuat di telinga' yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.
"Cesar! Cesar! Berteriak di telinga saya! Harus Cesar!" kata Zulkifli menirukan
teriakan yang didengar istrinya - yang diklaimnya sebagai bisikan setan itu.Hak
atas fotoTWITTERBanyak pengguna media sosial mengkritisi ucapan Zulkifli ini.
"Bayangkan perasaan ibu-ibu yang terpaksa harus di-cesar karena memang tidak
memungkinkan persalinan normal. Pasti sedih luar biasa," kata pengguna Twitter
@tsuroiy, yang kebetulan puteri ulama terkemuka, Mustofa Bisri alias Gus
Mus.Lainnya mengatakan, "Anak saya empat. Anak sulung dan bungsu lahir by
cesar. Anak ke dua dan tiga persalinan normal. Tega memang, kalau bilang
kerasukan jin."
'Susah punya anak karena sering pakai pembalut'
Terbaru, penceramah bernama Febri Sugianto dalam sebuah siaran televisi 'Islam
itu Indah' awal bulan ini mengatakan bahwa salah satu alasan perempuan susah
punya anak karena 'sering pakai pembalut dan sepatu hak tinggi.'Dia berpendapat
bahwa pembalut yang dipakai banyak perempuan itu "mengembalikan bakteri jahat
ke dalam rahim.""Apa lagi faktor yang menyebabkan wanita susah punya anak?
Sepatu hak tinggi. Hak tinggi itu adalah titik reproduksi. Kalau kita bicara
tentang kesehatan titik reproduksi itu ada di tumit," sambungnya.Di media
sosial, seorang pengguna mempertanyakan, "ustadnya lulusan fakultas kedokteran
mana ya?"Hak atas fotoTWITTER"Aku tak kuasa lagi membendung kekesalan, tapi
akhirnya tertawa," kata Ferdiriva Hamzah atau @ferdiriva di Twitter. Lainnya
mengatakan, "Bahayanya menyampaikan informasi ke publik yang bukan bidang dan
kompetensinya. Mitos makin banyak beredar," @docturnal_ memperingatkan."100%
ngaco," kata Dokter Ryu Hasan mengomentari hubungan antara pemakaian pembalut
dan tingkat kesuburan. "(Kalau ustad) bicara soal agama ya tidak apa-apa
memang, tapi kalau ada yang tanya soal kesehatan, (dia) harus lebih bijaksana.
Kalau ustadnya bilang begitu, dan (jawabannya) jauh dari ilmu kedokteran
modern, itu wajar, karena dia tidak belajar soal itu."
'Pesta seks di surga'
Beberapa pekan lalu, Syamsuddin Nur Makka atau dikenal dengan Ustad Syam
dikecam karena menyebut 'pesta seks' sebagai nikmat yang diberikan Allah di
surga."Salah satu nikmat yang ada dalam surga adalah pesta seks, minta maaf,
karena inilah yang kita tahan-tahan di dunia, inilah yang kita tahan-tahan di
dunia. Kenikmatan terbesar yang diberikan Allah swt adalah pesta seks. Karena
inilah yang sudah ditahan di dunia oleh para lelaki," katanya dalam acara
televisi 'Islam itu Indah' yang disiarkan 15 Juli 2017.Pada 17 Julu lalu, Syam
sudah meminta maaf di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI)."Setelah di surga
ada pesta seks, sekarang muncul alasan perempuan sulit hamil karena pembalut
dan sepatu hak tinggi. Amazing. Waraskan kita?" tanya @adisanwar di Twitter.Hak
atas fotoAFPImage captionPernyataan Dedeh Rosidah yang menganjurkan untuk umat
Islam tidak menjadi dokter hewan dikritik sejumlah orang.'Muslim jangan tidak
jadi dokter hewan'Dalam acara di sebuah stasiun televisi, Mamah Dedeh atau
Dedeh Rosidah menganjurkan umat Islam tidak menjadi dokter hewan."Kalau kita
sebagai seorang muslim, jangan jadi dokter hewan. Kalau tidak, ditulis saja
menerima semua binatang kecuali anjing dan babi," kata Mamah Dedeh dalam banyak
video rekaman di media sosial.Pernyataan ini dikecam oleh komunitas dokter
hewan, dan Mamah Dedeh dalam program yang sama telah menyampaikan permintaan
maaf.Selain soal dokter hewan, Mamah Dedeh pernah menyebut dlam sebuah
ceramahnya, bahwa orang-orang yang gemar bermain gadget adalah orang 'autis' -
hal yang langsung diprotes oleh komunitas peduli autisme. #yiv4064318391
#yiv4064318391 -- #yiv4064318391ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv4064318391
#yiv4064318391ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv4064318391
#yiv4064318391ygrp-mkp #yiv4064318391hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-mkp #yiv4064318391ads
{margin-bottom:10px;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-mkp .yiv4064318391ad
{padding:0 0;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-mkp .yiv4064318391ad p
{margin:0;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-mkp .yiv4064318391ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-sponsor
#yiv4064318391ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv4064318391
#yiv4064318391ygrp-sponsor #yiv4064318391ygrp-lc #yiv4064318391hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv4064318391
#yiv4064318391ygrp-sponsor #yiv4064318391ygrp-lc .yiv4064318391ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv4064318391 #yiv4064318391actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv4064318391
#yiv4064318391activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv4064318391
#yiv4064318391activity span {font-weight:700;}#yiv4064318391
#yiv4064318391activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv4064318391 #yiv4064318391activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv4064318391 #yiv4064318391activity span
span {color:#ff7900;}#yiv4064318391 #yiv4064318391activity span
.yiv4064318391underline {text-decoration:underline;}#yiv4064318391
.yiv4064318391attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv4064318391 .yiv4064318391attach div a
{text-decoration:none;}#yiv4064318391 .yiv4064318391attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv4064318391 .yiv4064318391attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv4064318391 .yiv4064318391attach label a
{text-decoration:none;}#yiv4064318391 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv4064318391 .yiv4064318391bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv4064318391
.yiv4064318391bold a {text-decoration:none;}#yiv4064318391 dd.yiv4064318391last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4064318391 dd.yiv4064318391last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4064318391
dd.yiv4064318391last p span.yiv4064318391yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv4064318391 div.yiv4064318391attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv4064318391 div.yiv4064318391attach-table
{width:400px;}#yiv4064318391 div.yiv4064318391file-title a, #yiv4064318391
div.yiv4064318391file-title a:active, #yiv4064318391
div.yiv4064318391file-title a:hover, #yiv4064318391 div.yiv4064318391file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv4064318391 div.yiv4064318391photo-title a,
#yiv4064318391 div.yiv4064318391photo-title a:active, #yiv4064318391
div.yiv4064318391photo-title a:hover, #yiv4064318391
div.yiv4064318391photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv4064318391
div#yiv4064318391ygrp-mlmsg #yiv4064318391ygrp-msg p a
span.yiv4064318391yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv4064318391
.yiv4064318391green {color:#628c2a;}#yiv4064318391 .yiv4064318391MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv4064318391 o {font-size:0;}#yiv4064318391
#yiv4064318391photos div {float:left;width:72px;}#yiv4064318391
#yiv4064318391photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv4064318391
#yiv4064318391photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv4064318391
#yiv4064318391reco-category {font-size:77%;}#yiv4064318391
#yiv4064318391reco-desc {font-size:77%;}#yiv4064318391 .yiv4064318391replbq
{margin:4px;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4064318391
#yiv4064318391ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv4064318391
#yiv4064318391ygrp-mlmsg select, #yiv4064318391 input, #yiv4064318391 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4064318391
#yiv4064318391ygrp-mlmsg pre, #yiv4064318391 code {font:115%
monospace;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-mlmsg #yiv4064318391logo
{padding-bottom:10px;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-msg
p#yiv4064318391attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv4064318391
#yiv4064318391ygrp-reco #yiv4064318391reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-sponsor
#yiv4064318391ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv4064318391
#yiv4064318391ygrp-sponsor #yiv4064318391ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv4064318391
#yiv4064318391ygrp-sponsor #yiv4064318391ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv4064318391 #yiv4064318391ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv4064318391
#yiv4064318391ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv4064318391