Patung Tuban, Jadi Kontroversi dan Diminta Dirobohkan Ternyata Ini Sosok 
Mengerikan Panglima Guan Yu


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Patung Tuban, Jadi Kontroversi dan Diminta Dirobohkan Ternyata Ini Sosok Me...
 'Patung tersebut tidak ada kaitan sejarah dengan bangsa Indonesia. Masih 
banyak pahlawan Indonesia atau toko...  |   |

  |

  |

 

Senin, 7 Agustus 2017 21:25

Guan Yu atau Kwan Kong patung yang dibanung di Tuban Jawa Timur 

SRIPOKU.COM -  Dibangunnya patung megah di Tuban menjadi kontroversi dan 
berbuntut demo oleh masyarakat. Patung Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berdiri 
setinggi 30 meter ini sebetulnya sudah diresmikan awal Juli lalu dan diklaim 
sebagai patung panglima perang paling tinggi di Asia Tenggara.Idenya dicetuskan 
oleh pengurus klenteng dengan pendanaan dari seorang donatur asal Surabaya 
sebesar Rp2,5 miliar.
Namun patung itu sendiri ternyata berbuah polemik dan dianggap tidak mengangkat 
budaya lokal karena Panglima Guan Yu tak berjasa bagi Indonesia. Massa sendiri 
melakukan unjuk rasa agar patung itu dirobohkan. Aksi protes patung panglima 
perang Tiongkok di Tuban oleh massa LSM Surabaya(KOMPAS.com/Achmad Faizal) 
()Seperti dikutip dari Kompas.com, Massa dari gabungan lembaga swadaya 
masyarakat (LSM) Surabaya menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa 
Timur Surabaya, Senin (7/8/2017).Mereka meminta patung dewa Kongco Kwan Sing 
Tee Koen di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur, segera dirobohkan.Didik 
Muadi, korlap aksi, menilai, patung setinggi lebih dari 30 meter yang berdiri 
megah menghadap ke laut tersebut tidak pantas berada di negara 
Indonesia."Patung tersebut tidak ada kaitan sejarah dengan bangsa Indonesia. 
Masih banyak pahlawan Indonesia atau tokoh pejuang daerah yang lebih pantas 
dijadikan patung di Tuban," tandasnya.Dia juga menyebut, berdirinya patung 
tersebut tidak memiliki izin bangunan. Karena itu, dia mendesak pemerintah 
daerah setempat segera mengambil tindakan tegas kepada patung tersebut.Namun 
tahukah jika Kongco Kwan Sing Tee Koen atau dikenal Guan Yu merupakan jenderal 
perang.Kongco Kwan Sing Tee Koen bernama asli Guan Yunchang atau Kwan 
Yintiang.Dia juga dikenal sebagai Guan Yu, Kwan Kong, Guan Gong atau Kwan 
Ie.Istimewa / Patung Yang Mulia Kwan Sing Tee Koen setinggi tiga puluh meter 
akan menjadi yang tertinggi se-Asia Tenggara berasa di Tuban ()Dilansir dari 
Wikipedia, Guan Yu merupakan jenderal utama Negara Shu Han, ia bersumpah setia 
mengangkat saudara dengan Liu Bei (kakak tertua) dan Zhang Fei (adik 
terkecil).Ia lahir di Kabupaten Jie, wilayah Hedong yang sekarang bernama Kota 
Yuncheng, Provinsi Shanxi). Namanya mulai harum di seluruh dataran Tiongkok 
setelah berhasil mengalahkan pasukan Kekaisaran Wei di bawah pimpinan Raja Cao 
Cao.Ketua Umum Klenteng Kwan Sing Bio, Gunawan Putra Wirawan mengatakan Guan Yu 
merupakan simbol Dewa Keadilan, bukan panglima perang.Ada dua makna yang 
melekat dalam Guan Yu; kesetiaan dan bijaksana.Begini kisahnya Pada masa 
Pemberontakan Sorban Kuning, tepatnya tahun 188, tiga orang rakyat jelata 
bertemu di kabupaten Zhuo.Mereka adalah Liu Bei, Guan Yu dan Zhang Fei, yang 
memiliki hasrat yang sama untuk berjuang membela negara dan mengembalikan 
ketentraman bangsa Tiongkok yang sedang bergejolak.Tak lama, mereka bertiga 
bersumpah sehidup semati untuk menjadi saudara di kebun persik yang terletak di 
halaman belakang rumah milik Zhang Fei.Liu Bei sebagai kakak tertua, diikuti 
dengan Guan Yu dan Zhang Fei.Guan Yu bertempur bersama Liu Bei dan Zhang Fei 
dalam menumpas Pemberontakan Sorban Kuning. Tak lama, semenjak negeri Tiongkok 
dikuasai oleh Dong Zhuo, Liu Bei dan kedua saudaranya bergabung dalam angkatan 
perang Gongsun Zan. Gongsun sendiri saat itu ikut dalam suatu koalisi penguasa 
daerah yang menentang Dong Zhuo.Dong menempatkan Hua Xiong untuk menjaga celah 
Sishui. Hua Xiong seakan tidak terkalahkan setelah membunuh 4 perwira pasukan 
koalisi, yaitu Bao Zhong, Zu Mao, Yu Shen dan Pan Feng. Guan Yu yang hanya 
seorang pemanah berkuda menawarkan diri untuk mengalahkan Hua Xiong.Saat tak 
ada pemimpin koalisi yang percaya, Guan Yu berjanji untuk memberikan kepalanya 
apabila gagal. Guan Yu kembali dengan kepala Hua Xiong saat anggur merah–yang 
dituang Cao Caosebelum Guan Yu pergi–masih hangat.Dikenal sebagai seorang 
jendral yang tangguh, Guan Yu dibujuk Cao Cao untuk menjadi pengikutnya saat 
ketiga bersaudara tercerai berai karena kejatuhan Xuzhou dan Xiapi. Zhang Liao, 
seorang jendral Cao Cao dan kawan lama Guan Yu mencoba membujuk sang jendral 
untuk menyerah. Guan Yu bersedia atas dasar 3 kondisi :Guan Yu takluk kepada 
kekaisaran Han, bukan kepada Cao Cao.IST/ Guan Yu ()Cao Cao dengan gembira 
menyanggupinya. Bahkan Guan Yu diberi banyak hadiah, yang hampir semuanya ia 
kembalikan ke Cao Cao kecuali kuda merah, kuda andalan yang sebelumnya dimiliki 
oleh Lu Bu.Saat bertempur melawan Yuan Shao di Pertempuran Baimajin, Cao Cao 
menugaskan Guan Yu untuk melawan 2 jendral besar Yuan, yaitu Yan Liang dan Wen 
Chou.Guan berhasil membinasakan keduanya dan mengakibatkan hubungan Yuan Shao 
dan Liu Bei–yang saat itu berlindung pada Yuan Shao–memburuk.Liu Bei akhirnya 
memutuskan untuk meninggalkan Yuan Shao. Pada saat yang bersamaan, Guan Yu yang 
mengetahui di mana Liu Bei memutuskan meninggalkan Cao Cao dan melakukan 
perjalanan untuk bertemu saudaranya.Cao Cao tak dapat menahannya dan akhirnya 
membiarkan Guan Yu pergi.Dalam perjalanan tersebut, Guan Yu semakin terkenal 
karena ia berhasil melewati 5 kota Cao Cao dan membunuh 6 perwira yang 
menghalanginya.Diawali dengan mengawal kereta yang membawa kedua isteri Liu Bei 
melewati celah Dongling (sekarang: FengFeng, provinsi Henan)Guan dihentikan 
oleh Kong Xiu yang menolak memberi izin tanpa surat resmi dari Cao Cao. Guan Yu 
tak memiliki pilihan lain selain membunuhnya.Selama perjalanan tersebut, Guan 
Yu juga berhadapan dengan Xiahou Dun yang tetap tidak ingin memberi jalan pada 
Guan Yu sampai Zhang Liao menyampaikan padanya pesan Cao Cao untuk mengizinkan 
Guan Yu pergi. Saat itu Liu Bei sudah pindah ke Runan.Di akhir perjalanan, Guan 
Yu bertemu Zhang Fei yang murka pada Guan Yu karena menduga ia telah 
berkhianat.Guan akhirnya bisa membuktikan dengan mengalahkan Cai Yang yang 
mengejarnya demi membalaskan dendam atas terbunuhnya Qin Qi, keponakannya. (**)
  • [GELORA45] Patung Tuban,... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]

Kirim email ke