apa iya Summarecon Agung tujuh turunan? 

---In GELORA45@yahoogroups.com, <djiekh@...> wrote :

 Ya, banyak yang begitu. Generasi pertama kerja berat dengan seluruh keluarga. 
Anak-anaknya ikut serta dari kecil membangun perusahaan. Generasi ketiga, 
memiliki pendidikan tinggi berkat kekayaan yang dibangun generasi pertama dan 
kedua, lebih memilih kerja intelektuil ( dokter, ahli hukum, ekonoom, insinyur 
dll.).
 Tetapi ada juga generasi yang tujuh turunan sukses, seperti Summarecon Agung 
sekarang. Apa mungkin karena di rumah diberi pelajaran Konfucianisme dan 
keluarga ini dari generasi ke generasi mementingkan pendidikan. Kapten Nio 
(Liong/Liang) Hoei Oen salah satu pendiri perkumpulan THHK, dan aktif di 
sekolah THHK pertama di Jakarta Pa Hoa (Patekoan Tiong Hoa Hwee Koan), cucu 
buyutnya ( pendiri Summarecon) mendirikan kembali sekolah Pa Hoa bersama 
teman2nya. Di sekolah diajarkan etika anak2 Di Zi Gui. Diajarkan Confucianisme, 
tetapi Buddhisme tidak.

 
 2017-08-09 7:45 GMT+02:00 Hsin Hui Lin ehhlin@... mailto:ehhlin@... [GELORA45] 
<GELORA45@yahoogroups.com mailto:GELORA45@yahoogroups.com>:
   
 Puluhan tahun yang lalu, Lee Kuan Yew mengatakan perusahaan 2 di Singapur, 
ummunya perusahaan keluarga, umumnya berumur dua sampai tiga generasi palu 
lenyap.....begitu juga dengan Jamu Nyonya Meneer ?
 
 2017-08-09 11:04 GMT+05:30 Chalik Hamid chalik.hamid@... 
mailto:chalik.hamid@... [GELORA45] <GELORA45@yahoogroups.com 
mailto:GELORA45@yahoogroups.com>:
   
 
 


 Pada Selasa, 8 Agustus 2017 13:13, "Sunny ambon ilmesengero@... 
mailto:ilmesengero@... [GELORA45]" <GELORA45@yahoogroups.com 
mailto:GELORA45@yahoogroups.com> menulis:

 

   
 


Apakah kalah saingan dengan obat surga dunia modern seperti viagra etc, maka 
oleh karena itu terpaksa harus tutup pintu?

 
 2017-08-08 8:47 GMT+02:00 'Chan CT' SADAR@... mailto:SADAR@... [GELORA45] 
<GELORA45@yahoogroups.com mailto:GELORA45@yahoogroups.com>:
   
 Pahit Jamu si Nyonya Meneer: Strategi Bersaing Family Business
  
 8 Agustus 2017   12:06 Diperbarui: 8 Agustus 2017   12:49  1147  1 0
 http://www.kompasiana.com/ yudhihertanto/ 598946b8e6033318b003f3e5/ 
pahit-jamu-si-nyonya-meneer- strategi-bersaing-family- business 
http://www.kompasiana.com/yudhihertanto/598946b8e6033318b003f3e5/pahit-jamu-si-nyonya-meneer-strategi-bersaing-family-business
 
 Pekerja Nyonya Meneer melakukan demonstrasi. Beritasatu.com
 Pekan ini dalam dunia bisnis ditandai dengan kabar pailitnya perusahaan jamu 
Nyonya Meneer. Situasi pelik dihadapi perusahaan yang ikonik dengan simbol si 
Nyonya Meneer yang berdiri sejak 1919 itu.
 Kisah kebangkrutan tentu saja menyisakan pilu, terutama bagi banyak perusahaan 
yang memiliki latar belakang sejarah bisnis yang panjang.
 Alih-alih mengkonversi kemampuan bertahan dalam durasi nan panjang tersebut, 
akhirnya arena kompetisi bisnis dengan telak menjatuhkan sang Nyonya yang sudah 
tidak sanggup lagi berdiri.
 Evaluasi bisnis jamu yang menjadi area kelolaan Nyonya Meneer sesungguhnya 
memiliki potensi kapitalisasi pasar yang baik dan bahkan besar, setidaknya 
diestimasi dapat mencapai 20 triliun.
 Kita tentu tidak mendapatkan uraian menyeluruh tentang muara kegagalan bayar 
pada para kreditur Nyonya Meneer yang kemudian menalaknya, namun beberapa hal 
masih dapat diperoleh dari studi kasus sang Nyonya.
 Era Dinamis Dunia Bisnis
 Analisa bisnis dari perusahaan Nyonya Meneer tentu berpusat pada pola dan 
model bisnis yang digelutinya. Sepanjang sejarahnya, perusahaan ini pernah 
menjadi role model bisnis yang inovatif, termasuk beroleh sertifikat manajemen 
internasional yang membuat produk ini bisa menembus pasar internasional.
 Dengan list produk yang merentang kedalam ratusan merek dan varian produk, 
serta tekonsentrasi 80% bagi kebutuhan wanita maka Nyonya Meneer tentu menjadi 
pelaku dalam proposi besar didunia industri jamu yang mayoritas masih 
berkategori usaha kecil rumahan.
 Bahkan Charles Saerang sang CEO pun tidak kalah terkenalnya dari brand jamu 
tersebut, mantan ketua GP Jamu dan peraih gelar doktoral ilmu manajemen ini 
tentu fasih merumuskan bisnis turun temurun tersebut.
 Lalu dimana letak persoalannya? Mari kita formulasikan bentuk dari puzzle 
bisnis Nyonya Meneer.
 Pertama: bisnis keluarga, tentu tidak ada yang salah dalam format bisnis 
tersebut. Pada banyak kasus bisnis keluarga justru berkembang karena support 
semua pihak dalam keluarga sebagai bentuk rasa memiliki dan keinginan untuk 
memajukan.
 Namun disisi lain, potensi konflik kerap muncul baik secara terbuka atau 
tersembunyi. Hal ini jelas menghabiskan energi yang dibutuhkan untuk melakukan 
pengembangan kedepan.
 Dalam sejarah Nyonya Meneer silang sengkarut konflik mewarnai bisnis sebelum 
sampai pada era Charles Saerang yang visioner, tetapi laksana sebuah kendaraan 
kondisinya mungkin sudah mulai kehabisan bahan bakar sebelum mencapai tujuan 
akhir.
 Bisnis keluarga yang tidak terkelola dalam menuntaskan konflik laksana meredam 
bara panas api dalam tumpukan sekam, potensinya selalu tetap ada.
 Keputusan pembelian saham yang terdistribusi keseluruh anggota keluarga untuk 
dikonsolidasikan kembali oleh Charles Saerang tidak mampu meredakan hal 
tersebut.
 Solusi praktis yang mungkin dapat diterapkan pada kondisi ini adalah 
memberikan playfield yang terpisah bagi anggota keluarga sesuai dengan 
kemampuannya.
 Lapisan generasi lama didalam keluarga harus bersedia untuk melibatkan 
generasi penerus lanjutan, mendapatkan injeksi ide-ide baru sesuai kondisi 
aktual.
 Layaknya sebagai induk usaha, Nyonya Meneer harus dapat mengidentifikasi dan 
mendefinisikan bisnisnya melalui mata rantai nilai terintegrasi dari hulu ke 
hilir, dan pada playfield yang terpisah namun bersinergi tersebut, semua bagian 
dari keluarga mendapatkan amanah pengembangan.
 Kedua: modernisasi pemasaran, hal ini nampaknya sudah dibuat oleh Charles 
Saerang namun belum tergarap secara mendalam.
 Sentralisasi kepemimpinan tentu memiliki dampak yang baik saat periode 
gelombang tak menentu, satu arah komando menyelamatkan biduk dari ancaman badai.
 Tetapi saat periode teduh berlayar, maka improvisasi dalam kepemimpinan biduk 
dapat didelegasikan. Dengan demikian, figur pemimpin utama tidak terkekang 
untuk terlibat dalam detail. Sehingga dengan demikian, waktu yang dipergunakan 
pemimpin puncak terkonsentrasi pada upaya pengembangan menyeluruh.
 Hal-hal yang telah ditetapkan terpisah kemudian diserahkan kepada pimpinan tim 
kecil based project. Museum Jamu dan Meneer Shop adalah langkah jitu konservasi 
budaya minum jamu sebagai warisan tradisional sekaligus ajang branding and 
selling.
 Namun agaknya Nyonya Meneer belum memulai pemanfaatan skema B2C Online, ketika 
retailer jamu gendong sudah semakin sedikit dan outlet jamu seduh juga lambat 
laun berkurang dalam populasi. Membangun keterikatan dan keterkaitan 
(engagement) dengan lapis retailer dan consumer menjadi sebuah kebutuhan wajib, 
untuk menjamin sustainability bisnis dimasa mendatang.
 Tentu asek pemasaran yang berubah, membutuhkan kapasitas dapur yang mumpuni, 
dan hal tersebut ditumpukan pada unit khusus yang bertanggungjawab, semisal 
divisi riset, penelitian dan pengembangan. Hal ini ditujukan agar produk tidak 
hanya bentuk turunan dari formul rahasia keluarga, tetapi menjadi bagian yang 
dapat dikembangkan setiap saat.
 Bagian rislitbang tersebut yang akan memadukan kebutuhan konsumen, produk yang 
dimiliki saat ini dan potensi pengembangan produk yang menjawab kebutuhan 
pengguna, agar konsumen tidak beralih ke produk sejenis lainnya.
 Ketiga: pilihan menjadi terbuka, hal terberat dalam sebuah perusahaan tertutup 
adalah memastikan kapasitas internal mencukupi untuk melakukan pengembangan. 
Setidaknya, role model ndustri jamu yang terbuka telah mulai diadaptasi oleh 
Sido Muncul yang melantai dibursa untuk mendapatkan dana segar pengembangan 
dalam proporsi pelepasan saham secara minoritas sebesar 20%.
 Model dan cara pengelolaan keuangan yang baru dapat digunakan untuk mengatasi 
lack of source dari kemampuan financial perusahaan. Terlebih dengan model 
industry padat karya yang bertransformasi menjadi industry modern, utamanya 
dengan perbaikan rantai produksi dan distribusi tentu tidak sedikit dana yang 
harus dicadangkan perusahaan dalam melakukan pengembangan.
 Dalam sebuah bisnis keluarga, tentu pilihan terbuka menjadi tidak popular. 
Tetapi titik tekan yang dapat diinformasikan ke pemegang saham tertutup adalah 
kepentingan jangka panjang.
 Di samping itu, beberapa opsi dalam kerangka pengembangan lebih jauh 
perusahaan dapat dilaksanakan termasuk dengan opsi menggandeng mitra strategis, 
baik dalam upaya menjaga kepastian bahan baku, atau memastikan proses ditribusi 
dan penjualan berlangsung sesuai dengan target yang telah ditetapkan perusahaan.
 Posisinya jelas tidak mudah, apalagi ketukan hakim atas pernyataan pailit 
sudah terjadi, Kini yang tersisa adalah warisan budaya dan formula atas produk 
serta merek jamu yang sudah melekat itu, seharusnya disusun ulang kembali. 
Termasuk memperhatikan kepentingan para pekerja yang terkena dampak atas 
pailitnya wanita perkasa Nyonya Meneer yang sudah sekian lama menahan nyeri 
karena berdiri terlalu lama.
 Tetap berjuang pak Charles Saerang!    
  


 

 








 


 










 

 






 

 








  • Re: [GELORA45] Pahit Jam... jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
    • Re: [GELORA45] Pahi... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
      • Re: [GELORA45] ... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
        • Re: [GELORA... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
          • Re: [GE... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
            • Re... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
              • ... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
                • ... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
                • ... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
                • ... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
                • ... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]

Kirim email ke