Partai Berkarya Usung Tommy Soeharto Maju Jadi Capres 2019


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Partai Berkarya Usung Tommy Soeharto Maju Jadi Capres 2019 - Tribunnews.com
 Partai Berkarya juga meresmikan pendirian sayap partai bernama Perisai atau 
kependekan dari Patriot Organisasi P...  |   |

  |

  |

 

Kamis, 3 Agustus 2017 15:24 WIB

Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya 
(PB) saat melakukan silaturahmi dengan sejumlah kiai di Jawa Timur di Hotel 
Singgasana, Surabaya, yang diikuti oleh sekitar 80 kiai dari Jawa Timur, Rabu 
(10/5). SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Berkarya siap bertarung di Pemilu serentak 
2019 mendatang. Partai ini akan mengajukan pengusaha muda Hutomo Mandala Putra 
atau dikenal dengan nama Tommy Soeharto, sebagai calon Presiden RI periode 
2019-2023.Agar bisa lolos maju bertarung di Pemilu 2019, partai ini menyatakan 
siap menjalani verifikasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU).Partai yang mengusul 
warna kebesaran berwarna kuning ini mengklaim telah memiliki kepengurusan di 
hampir seluruh wilayah di Indonesia, guna memenuhi verifikasi yang disyaratkan 
KPU.
Ketua Umum Partai Berkarya Neneng A Tutty mengatakan, saat ini partainya sudah 
memiliki cabang di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.Kepengurusan 
partai juga sudah ada hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. "Kami sangat 
serius menghadapi proses verifikasi dari KPU. Dan kami yakin Partai Berkarya 
akan lolos sebagai kontestan dalam Pemilu 2019, karena sebagian besar syarat 
telah kami penuhi," kata Neneng saat menggelar jumpa pers di Kantor DPP Partai 
Berkarya, Jalan Antasari Raya Nomor 20, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu 
(2/8/2017) malam.Soal alasan mendorong Tommy Soeharto maju di Pilpres 2019, 
Neneng menyatakan agar Tommy bisa melanjutkan program-program positif yang 
belum terselesaikan di masa kepemimpinan mendiang ayahnya, Presiden 
Soeharto."Kami dorong Pak Tommy maju dalam pemilihan presiden untuk 
mengembalikan kejayaan Indonesia, seperti swasembada pangan, pembangunanm dan 
menciptakan keadilan di Tanah Air," imbuhnya.Baca: Partai Berkarya Bidik 
Pendukung yang Rindu Kejayaan Era Pak HartoSayap PartaiPartai Berkarya juga 
meresmikan pendirian sayap partai bernama Perisai atau kependekan dari Patriot 
Organisasi Pagar Negeri.Tri Joko Susilo selaku Ketua Umum Perisai Berkarya 
mengatakan, anggota organisasi itu berasal dari sejumlah kalangan seperti LSM, 
budayawan, pendidik, dakwah, nasionalis dan bidang lain.Menurutnya, mereka 
menyadari diperlukannya sosok-sosok pembelajar cepat yang mampu menjadi 
penengah dan pembaca keadaan, untuk menghadapi situasi sekarang dalam mengawal 
NKRI dari ancaman kemiskinan, disintegrasi, dan tantangan global."Maka 
kader-kader Partai Berkarya mendirikan organisasi sayap Partai Berkarya yang 
bekerja di bidang kebudayaan, pendidikan, serta ekonomi kerakyatan. Sekaligus 
sebagai patriot yang mengawal agenda-agenda pembina Partai Berkarya, Hutomo 
Mandala Putra atau Tommy Soeharto dan agenda partai secara keseluruhan," papar 
Tri Joko.Nurchalis selaku Bendaraha Umum Perisai Berkarya menyatakan, seluruh 
anggota Perisai bertekad mengobarkan semangat, menjadi ruh yang turut 
mengokohkan partai."Maka mindset di Perisai adalah secara aktif maju secara 
atraktif, deklaratif, proklamatif, mengawal menuju Indonesia yang dirindukan. 
Indonesia yang melindungi segenap rasa dan karsa manusia Indonesia, manusia 
Pancasila yang nasionalis dan religius," imbuhnya.Salah satu langkah konkret 
organisasi ini, lanjutnya, dengan wacana untuk memotong mata rantai distribusi 
yang saat ini begitu panjang, yang menyebabkan harga kebutuhan mahal serta 
adanya ketimpangan yang sangat mengungungkan tengkulak ketimbang para 
petani."Kami punya sejumlah konsultan ahli, dan kami akan pelan-pelan merambah 
ke daerah untuk membangun lumbung-lumbung atau tempat transit hasil pertanian, 
perkebunan, atau hasil para nelayan. Ini agar tengkulak tidak membeli dari 
pedagang dengan harga murah, lalu dijualnya sangat tinggi," jelasnya.Selain 
itu, konsultan dari organisasi ini akan terjun ke petani untuk mengembalikan 
kejayaan Indonesia terkait swasembada pangan."Dulu satu hektare sawah bisa 
hasilkan 7 ton beras. Sekarang hanya tiga ton, karena kualitas tanah menurun 
dengan digunakannya pupuk yang terlalu banyak kandungan kimianya.""Kami akan 
sarankan petani gunakan pupuk organik agar kualitas tanah kembali baik dan 
hasil panen meningkat," beber Asril Amir selaku Waketum Perisai Berkarya. 
  • [GELORA45] Partai Berkar... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]

Kirim email ke