Pakar: Tiongkok Perlu Memperdalam Reformasi
     
        2017-08-11 09:46:53  CRI
     


      Sejumlah pejabat keuangan dan sarjana kenamaan kemarin (10/8) di Beijing 
menyatakan, reformasi strukturisasi sisi suplai yang sedang diterapkan di 
Tiongkok secara efektif mendorong ekonomi berkembang secara sehat dan stabil, 
ke depan Tiongkok perlu memperdalam reformasi dan meningkatkan daya penggerak 
perkembangan.



      Sampai pertengahan tahun ini, ekonomi Tiongkok terus mengalami 
pertumbuhan sehat dan stabil. Konsumsi penduduk dan industri jasa sudah menjadi 
daya penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi, Tiongkok terus menerapkan 
strategi "satu sabuk satu jalan", menyediakan contoh baru bagi globalisasi 
ekonomi dengan melalui "toleransi" sebagai gagasan perkembangan. Dalam forum 
musim panas sidang tahunan ekonom NetEase yang digelar kemarin, Wakil Menteri 
Keuangan Tiongkok Zhu Guangyao mengatakan, reformasi strukturisasi sisi suplai 
telah mendorong pertumbuhan stabil ekonomi Tiongkok.



      Para sarjana berpendapat, ke depan Tiongkok perlu memperdalam reformasi 
dan meningkatkan daya penggerak perkembangan. Wakil Ketua Komisi Keuangan dan 
Ekonomi Kongres Rakyat Nasional (KRN) Yin Zhongqing berpendapat, untuk 
mendorong restruktur sisi suplai, Tiongkok perlu mengubah unsur-unsur keras 
yang memperhatikan kerja, kapital dan sumber ke unsur-unsur lunak yang 
memperhatikan tenaga kerja, iptek dan inovasi.



      Yin Zhongqing menyatakan pula, proporsi kini industri properti Tiongkok 
dalam produk domestik bruto (PDB) sudah melampaui 6%, industri properti yang 
terlalu makmur telah menculik pemerintah daerah dan lembaga moneter, mengekang 
bahkan merugikan perkembangan ekonomi real. Ia menunjukkan, kini Tiongkok 
menghadapi problem terbesar ialah bagaimana mengurangi ketergantungan 
pertumbuhan ekonomi terhadap properti, agar pendapatan industri properti dan 
ekonomi real seimbang kembali.



      Reformasi perusahaan milik negara merupakan reformasi penting. Pada paro 
pertama tahun ini, pendapatan dan laba perusahaan pusat memelihara pertumbuhan 
cepat pada dua digit. Ketua Dewan Supervisor Perusahaan Besar Titik Berat Milik 
Negara Ji Xiaonan berpendapat, Tiongkok perlu memelihara momentum pertumbuhan 
tersebut, adalah sangat penting untuk memperdalam reformasi perusahaan milik 
negara.



      Wakil Direktur Akademi Ilmu Sosial Tiongkok Cai Fang menyatakan, 
keuntungan yang dulu diperoleh berdasarkan populasi yang tumbuh cepat sedang 
lenyap. Ia berpendapat, sudah tiba saatnya untuk memperdalam reformasi atas 
sistem domisili.



      Wakil Direktur Pusat Penelitian Pembangunan Dewan Negara Wang Yiming 
berpendapat, ekonomi Tiongkok sudah beralih ke platform baru pertumbuhan dengan 
kecepatan tinggi dan menengah, laju pertumbuhan ekonomi cenderung stabil, 
tingkat fluktuasi menurun nyata. Wang Yiming berpendapat pula, hanyalah 
kualitas dan manfaat yang dapat menciptakan syarat bagi realisasi pertumbuhan 
berkelanjutan dengan kecepatan tinggi dan menengah.
     


Kirim email ke