Majalah Potret 
Indonesiahttp://majalahpotretindonesia.com/index.php/utama/hukum/item/3243-kejari-nganjuk-didesak-usut-tuntas-korupsi-dana-pendidikan/3243-kejari-nganjuk-didesak-usut-tuntas-korupsi-dana-pendidikan
Kejaksaan Nganjuk Didesak Usut Tuntas Korupsi Dana Pendidikan
Korupsi dana pendidikan bertambah marak di sejumlah daerah di Indonesia. 
Terbaru kasus ini menimpa sejumlah pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten 
Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Kerugian uang negara akibat korupsi pendidikan 
ini mencapai miliaran rupiah. Aparat penegak hukum terutama Kejaksaan Negeri 
harus bertindak cepat mengusut kasus tersebut.
Langkah serius Kejaksaan Negeri Nganjuk dibuktikan dengan memanggil sejumalh 
pejabat dinas pendidikan setempat untuk dimintai keterangan serta bukti-bukti 
terkait kasus korupsi pendidikan tersebut.
Mencuatnya kasus berkat informasi LSM Hargobayu yang sebelumnya menemukan 
indikasi dana belanja pendidikan yang diperuntukan untuk belanja perlengkapan 
atau barang yang nilainya cukup fantastis di dinas pendidikan Nganjuk.
Ketua LSM Hargobayu Joko Wasisto mengungkapkan, indikasi korupsi dana 
pendidikan tampak pada pembelian alat peraga dan alat praktek untuk setiap 
sekolah dengan kualitas barang yang buruk dan tidak memenuhi standard serta 
spesifikasi yang ditentukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 
(Kemendikbud). 
"Meski barang kualitas jelek tapi tetap saja dibeli oleh dinas pendidikan 
Nganjuk, itu pun harganya di mark up, " kata Joko seraya menyebutkan beberapa 
barang yang dibeli seperti alat peraga, alat laboratorium dan alat praktek 
untuk sekolah.
Celakanya lagi, lanjut Joko, barang-barang tersebut banyak yang cacat alias 
rusak. "Banyak yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ini artinya ada 
indikasi bahwa uang negara dibelanjakan secara sia-sia," tukasnya.
Joko berharap, Kejaksaan Negeri Nganjuk dapat mengungkap kasus korupsi dana 
pendidikan ini hingga tuntas, hal ini untuk menjaga nama Kabupaten Nganjuk agar 
tidak dicap sebagai daerah tempat korupsi.
Pejabat Dinas Pendidikan Nganjuk "Tutup Mulut"
Menurut Joko, dirinya pernah menanyakan kasus dugaan korupsi dana pendidikan 
kepada Ibu Widyasti, yang saat pelaksanaan proyek ini berlangsung menjabat 
sebagai kepala dinas pendidikan Nganjuk tapi tidak mau berkomentar. 

Begitu juga saat ditelpon oleh wartawan pada Handphonenya 081333801781 , 
Widyasti juga tidak menjawab.
Senada dengan Widyasti, Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Sony ketika 
dihubungi melalui ponselnya 081359111717 juga tak mau menjawab, padahal saat 
itu Sony bertugas sebagai pelaksana teknis proyek.
Adapun dugaan korupsi yang sedang diusut oleh kejaksaan Nganjuk, yang 
melibatkan beberapa produsen peraga seperti produsen peraga merk Global, merk 
Wardana dll tersebut sebagai berikut:
1. Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa, Rp 2.481.112.000, Penyedia CV Rizky 
Cakrawala2. Pengadaan Alat Praktik dan Peraga, Rp 5.807.146.000, Penyedia CV 
Hadisty Cemerlang3. Pengadaan Alat Praktik dan Peraga, Rp 3.735.607.000, 
Penyedia PT. Ranafisia Dinamika Andalan4. Pengadaan Alat Praktik dan Peraga 
Siswa, Rp 3.401.075.000, Penyedia CV.Sila Kelima5. PengadaanAlat Praktik dan 
Peraga Siswa SMP Negeri, Rp 474.221.000, Penyedia CV. Tiara Kencana Bersinar6. 
Pengadaan Alat Laboratorium SMP Negeri, Rp  591.751.000, Penyedia CV. Tiara 
Kencana Bersinar7. Pengadaan Buku Referensi SMA Negeri, Rp 208.478.000, 
Penyedia CV Surya Grafika Mandiri8. Pengadaan Buku Referensi SMK Negeri, Rp 
396.489.000, Penyedia CV. Lotus9. Pengadaan Buku Referensi SMK Swasta, Rp 
723.616.000, Penyedia CV Sinar Abadi10. Pengadaan Alat Praktek dan Peraga 
Pendidikan Bahasa SD, Rp 697.320.000, Penyedia CV. Concordia11. Pengadaan Alat 
Praktek dan Peraga Pendidikan Matematika SD, Rp  699.176.000, Penyedia  CV. 
Sekayan Sakti12. Pengadaan Alat Praktek dan Peraga Pendidikan IPA SD, Rp  
697.680.000, Penyedia CV. Media Nusantara13. Pengadaan Alat Laboratorium SMK 
Negeri, Rp  364.739.000, Penyedia CV Mitra Jasa Nusantara14. Pengadaan Buku 
Referensi SMK Negeri, Rp  486.306.000, Penyedia CV. Sekayan Sakti

Kirim email ke