http://internasional.kompas.com/read/2017/08/13/13532161/soal-korut-xi-jinping-minta-trump-jaga-
ucapan-dan-tindakan-
Soal Korut, Xi Jinping Minta Trump Jaga
Ucapan dan Tindakan
Kompas.com - 13/08/2017, 13:53 WIB
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
Presiden AS Donald Trump menjamu Presiden China Xi Jinping di resor
pribadinya, Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida.
Presiden AS Donald Trump menjamu Presiden China Xi Jinping di resor
pribadinya, Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida.( JIM WATSON / AFP )
*BEIJING, KOMPAS.com -* Presiden China
<http://indeks.kompas.com/tag/china> Xi Jinping
<http://indeks.kompas.com/tag/xi-jinping> mendesak Presiden Amerika
Serikat Donald Trump <http://indeks.kompas.com/tag/Trump> dan Korea
Utara <http://indeks.kompas.com/tag/Korea-Utara> untuk menghindari
kata-kata dan tindakan yang dapat memperburuk situasi.
Trump dan Korea Utara saling menyampaikan retorika permusuhan. Awalnya,
Trump mengumbar ancaman untuk menghujani Korut
<http://indeks.kompas.com/tag/korut> dengan api dan kemarahan.
Ancaman itu dibalas oleh Korut dengan rencana pelepasan empat peluru
kendali ke wilayah di dekat Guam <http://indeks.kompas.com/tag/Guam>, di
mana pangkalan militer AS berada.
Dalam kondisi itu, China sebagai satu-satunya sekutu Korea Utara,
medesak agar masing-masing menahan diri.
*Baca: Trump Kembali Umbar Ancaman dan Kemarahan kepada Korut
<http://internasional.kompas.com/read/2017/08/09/08492211/trump-kembali-umbar-ancaman-dan-kemarahan-kepada-korut>
*
Sebelumnya pula, Presiden Trump dalam banyak kesempatan telah menyerukan
agar China mengambil peran yang lebih besar dalam kondisi saat ini.
Trump memperkirakan, jika China mengambil perannya sebagai sekutu Korut,
maka program rudal dan senjata nuklir Korut dapat dihentukan.
Seperti diberitakan media di China, dalam percakapan melalui telepon Xi
mengatakan kepada Trump bahwa seluruh pihak harus menghentikan ucapan
dan tindakan yang dapat memperkeruh suasana.
Xi juga menekankan, China dan AS memiliki kepentingan yang sama, terkait
isu denuklirisasi dan menjaga perdamaian di semenjanjung Korea.
Namun, tak terungkap apa yang disampaikan Trump dalam percakapan antara
kedua kepala pemerintahan itu.
Hanya disebutkan bahwa, keduanya memiliki hubungan yang dekat, juga
harapan untuk memimpin upaya yang menghasilkan resolusi perdamaian dalam
masalah ini.
Sebelumnya juga, Presiden Trump mencela China karena tidak menahan Korut
yang terus melakukan uji coba rudal.
Padahal, menurut Trump, China telah mendapat banyak keuntungan dalam
hubungan ekonomi dengan AS.
Sementara, Gedung Putih hanya mengungkapkan bahwa AS dan China sepakat
untuk berupaya menghentikan perilaku provokatif tersebut.
Pejabat Korut melalui kantor berita milik pemerintah /KCNA,/ Sabtu
(12/8/2017) menyebut pemerintahan Trump harus berbicara dan bertindak
yang pantas jika tidak ingin AS menemui malapetaka yang tragis.
Ketegangan berkepanjangan yang terjadi akibat program nuklir Korut kian
memburuk ketika Korut melakukan uji rudal balistik antar benua pada Juli
lalu.
Korut juga marah atas Keputusan PBB untuk meningkatkan sanksi ekonomi
terhadap negara tersebut pekan lalu.
*Baca: Kecam Sanksi PBB, Korut Berkeras Tak Akan Rundingkan Program
Nuklir
<http://internasional.kompas.com/read/2017/08/07/13531181/kecam-sanksi-pbb-korut-berkeras-tak-akan-rundingkan-program-nuklir>
*
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
* Krisis Semenanjung Korea
<http://indeks.kompas.com/topik-pilihan/list/4576/krisis.semenanjung.korea>
EditorGlori K. Wadrianto
SumberBBC Indonesia <http://www.bbcindonesia.com>,