http://www.antaranews.com/berita/646459/di-pesantren-susi-pudjiastuti-bicara-ikan-santri-
dan-agama
*Di pesantren, Susi Pudjiastuti bicara ikan, santri
*
*dan agama*
Minggu, 13 Agustus 2017 14:58 WIB | 557 Views
Pewarta: Destyan Hendri Sujarwoko/ Asmaul Chusna
Di pesantren, Susi Pudjiastuti bicara ikan, santri dan agama
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (ANTARA FOTO/M Risyal
Hidayat)
Jombang, Jawa Timur (ANTARA News) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi
Pudjiastuti ingin pesantren-pesantren Indonesia mandiri dalam sektor
perikanan agar kebutuhan protein santri tercukupi sehingga menjadi
generasi cerdas. Susi juga berbicara aspek keagamaan dan spiritualitas
dalam membentuk generasi cerdas itu.
"Kami ingin agar para santri bisa mendapatkan cukup asupan ikan, asupan
protein untuk anak-anak supaya pintar. Bangsa Indonesia menjadi bangsa
yang kompetitif sama pintarnya dengan orang luar," katanya saat
mengunjungi SMA Trensains Tebuireng, Pondok Pesantren Tebuireng II,
Jombang, Minggu.
Ditemui dalam acara penebaran perdana benih ikan lele sistem bioflok,
Susi mengungkapkan pemerintah sengaja memberikan bantuan ikan lele
kepada sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur.
Dia menginginkan anak-anak Indonesia menjadi anak yang lebih cerdas yang
penting dalam menjawab tuntutan globalisasi dan kompetisi di dunia yang
semakin berat. Mereka sudah saatnya memulai kerja keras dengan dibarengi
spirit yang tidak boleh lemah.
"Manusia Indonesia harus dipersiapkan dengan lebih baik untuk menjadikan
manusia yang lebih kuat, lebih punya semangat dan punya prinsip serta
tujuan dalam hidupnya, terutama dari menjaga arus pengaruh ideologi
aliran yang bisa mengganggu ketenangan hidup berbangsa dan bernegara,"
kata Susi.
Dia mengatakan agama menjadi pilar penting dalam menjaga norma aturan
dan etika hidup berbangsa, berkomunikasi dan juga tata negara. Untuk
itu, ia menyebut tanpa agama yang kuat, negara akan kehilangan arah,
stabilitas politik dan ekonomi menjadi tidak baik.
Susi menambahkan, pondok pesantren juga cikal bakal pendidikan selain
sekolah umum. Ia optimistis pondok pesantren akan lebih mengintensifkan
dan mempunyai waktu lebih banyak dalam mengaplikasikan beragam pelatihan.
Pemerintah memberikan bantuan berupa sistem budi daya bioflok yang
diharapkan membuat pesantren membudidayakan ikan untuk kecukupan gizi
para santri. Dengan cara seperti ini tingkat konsumsi ikan meninggi
sampai 1 kg per pekan, sehingga dalam satu tahun tingkat konsumsi
mencapai 50 kg per anak atau, sedikit di atas target pemerintah 46 kg
per anak per tahun.
Susi lalu menyerahkan bantuan program gerakan pakan mandiri kelompok
budi daya ikan dan pondok pesantren, bantuan pakan, sarana pengolahan,
bantuan sarana budi daya lele sistem bioflok untuk 21 penerima pondok
pesantren se-Jatim yang total bernilai Rp6,8 miliar.
COPYRIGHT © ANTARA 2017