http://nasional.kompas.com/read/2017/08/13/12485451/pemerintah-diingatkan-potensi-ormas-
radikal-mengacau-di-pilkada-2018
Pemerintah Diingatkan Potensi Ormas
Radikal Mengacau di Pilkada 2018
Moh. Nadlir
Kompas.com - 13/08/2017, 12:48 WIB
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
Cendekiawan muslim, Azyumardi Azra Ketika Ditemui di Kantor Wakil
Presiden RI, Jakarta, Jumat (11/8/2017).
Cendekiawan muslim, Azyumardi Azra Ketika Ditemui di Kantor Wakil
Presiden RI, Jakarta, Jumat (11/8/2017).(KOMPAS.com/ Moh Nadlir)
*JAKARTA, KOMPAS.com* - Cendekiawan muslim, Azyumardi Azra, mengingatkan
pemerintah akan potensi kelompok atau organisasi kemasyarakatan (ormas)
radikal atau intoleran berbuat gaduh pada Pilkada 2018.
"Ormas bisa ditunggangi atau menunggangi, menimbulkan kegaduhan,
gangguan keamanan, itu potensinya terbuka, selalu ada," kata Azyumardi
kepada /KOMPAS.com/, Minggu (12/8/2017).
Azyumardi pun mencontohkan bahwa gejala tersebut sudah ada di media
sosial. Oleh karena itu, pemerintah diminta tegas melakukan pencegahan
agar kekhawatiran tersebut tidak terjadi.
"Gejalanya sudah ada, pemerintah harus tegas. Harus kerja sama juga
dengan ormas seperti NU, Muhammadiyah dan ormas diluar non keagaman
lain. Itu yang perlu dibudayakan pemerintah," kata Azyumardi.
*(Baca juga: Setelah HTI, Ormas yang Akan Dibubarkan Pemerintah Lebih
Radikal
<http://nasional.kompas.com/read/2017/08/10/18590291/setelah-hti-ormas-yang-akan-dibubarkan-pemerintah-lebih-radikal>)*
Sebelumnya, Azyumardi juga, sepakat dengan wacana pembubaran ormas yang
akan kembali dilakukan Pemerintah usai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)
dibubarkan. Terlebih, jika indikasinya sudah kuat menentang Pancasila,
Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, maupun NKRI.
Menurut Azyumardi, hal itu tidak bertentangan dengan demokrasi. Sebab,
tugas pemerintah adalah menjaga empat pilar kebangsaan tersebut.
Azyumardi juga mengatakan, pemerintah harus cepat membubarkan ormas
tersebut agar kegiatannya tidak menjalar ke daerah lain. Alasannya, jika
terus dibiarkan, Azyumardi khawatir daerah lainnya akan menjadi ladang
baru bagi ormas tersebut untuk menyemaikan bibit radikal.
Cegah Paham Radikal, Polisi Kunjungi Perkampungan Terpencil(Kompas TV)
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
* Pilkada Serentak 2018
<http://indeks.kompas.com/topik-pilihan/list/4518/pilkada.serentak.2018>
PenulisMoh. Nadlir
EditorCaroline Damanik
Tag:
* ormas radikal <http://indeks.kompas.com/tag/ormas-radikal>
* Pilkada Serentak 2018
<http://indeks.kompas.com/tag/Pilkada-Serentak-2018>