Ada yang meneriakkan sesuatu berulang ulang, seluruhnya ikut tanpa pikir.
Sekarang demonstrasinya pinter, anak2 yang belum bisa mikir masak2,
diindoktrinasi
dulu, dihasut.
Polisi lebih kewalahan hadapi anak2 dan wanita. Ini sekarang di gerak2kan.

On 15 August 2017 at 17:56, zeta roza [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> #Lagi2 kelompok Islam Aneh muncul di RI tercinta,  boleh tanya bikinan
> dalam negeri ataukah luar negeri yang ujung2nya berkepentingan Ekonomi RI??
>
>
> Verzonden via Yahoo Mail op Android
> <https://overview.mail.yahoo.com/mobile/?.src=Android>
>
> Op di, aug. 15, 2017 om 5:48 schreef 'Chan CT' [email protected]
> [temu_eropa]
> <[email protected]>:
>
>
> Anak-anak Teriak Bunuh Mendikbud, MUI Kecam Penggerak Demo
> Selasa, 15 Agustus 2017 | 8:29
>
> http://sp.beritasatu.com/home/anak-anak-teriak-bunuh-
> mendikbud-mui-kecam-penggerak-demo/120033
>
> Logo MUI (google)
>
> Berita Terkait
>
> § Rencana PKB Tak Dukung Jokowi karena Program 5 Hari Sekolah Dinilai
> Berlebihan
>
> § Menag Berharap Program 5 Hari Sekolah Tak Diterapkan Menyeluruh
>
> [JAKARTA] Ketua Komisi pendidikan dan Kaderisasi MUI Sudarnoto Abdul Hakim
> mengecam penggerak demonstrasi yang melibatkan anak-anak untuk menentang
> kebijakan Lima Hari Sekolah (LHS) dengan teriakan yang sangat mengejutkan
> "bunuh Mendikbud".
>
> Menurut Sudarnoto, demo tersebut mencerminkan ketidakpedulian terhadap
> akhlaq karimah dan kepribadian luhur yang seharusnya dibangun dan diperkuat
> oleh lembaga pendidikan, para guru, orang tua dan semua pihak.
>
> "Penggerak demo anak-anak telah mengeksploitasi secara tidak bertanggung
> jawab anak-anak dan merusak prinsip luhur pendidikan sebagaimana yang
> ditekankan dalam Pancasila untuk kepentingan menentang LHS," ujar Sudarnoto
> di Jakarta, Senin (14/8).
>
> Demo anak-anak yang videonya sudah beredar luas tersebut, kata dia
> jelas-jelas sekali menanamkan benih sikap kekerasan baik kekerasan
> berpikir, sikap dan ucapan di kalangan anak-anak. Menurut dia, ini tidak
> sekedar merusak atau menghancurkan kepribadian anak-anak, akan tetapi juga
> membahayakan orang lain.
>
> "Kekerasan dalam bentuk apapun, sangat bertentangan dengan nilai luhur dan
> prinsip ajaran Islam, menentang Pancasila sekaligus merusak martabat. Apa
> yang dilakukan anak-anak saat melakukan demonstrasi, juga merusak cita-cita
> demokrasi," tandas dia.
>
> Anak anak, lanjut Sudarnoto sejak awal diajari untuk menentang secara all
> out bahkan dengan cara-cara paksaan dan melakukan tindakan kekerasan
> terhadap siapa saja yang pandangan dan sikapnya berbeda. Demonstrasi
> tersebut mengajarkan tindakan-tindakan intimidasi dan teror.
>
> "Penggerak demo, benar-benar tidsk waras. Seharusnya, anak anak diajari
> kesopanan dan bersikap luhur apalagi sepertinya yang mendemo adalah
> santri," ungkap salah satu Wakil Ketua PP Muhammadiyah ini.
>
> Dia menyerukan kepada semua guru, pendidik, ustadz, lembaga pendidikan dan
> kekuatan-kekuatan ormas Islam untuk bersedia menentramkan dan menciptakan
> kesejukan agar kehidupan berbangsa dan bernegara bisa berjalan dengan baik,
> terbebas dari intimidasi oleh siapapun, terbebas dari fitnah dan caci maki
> yang akhir-akhir ini muncul siapapun yang melakukan. Rakyat atau masyarakat
> rindu dan membutuhkan keteladanan.
>
> "Saya berharap info dan video demo anak-anak tersebut adalah hoax. Tapi
> jika benar terjadi, maka otak dan penggeraknya harus diproses secara hukum.
> Pihak yang berwenang harus menelusuri kebenaran berita ini," pungkas dia.
> [YUS]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>

Kirim email ke