https://www.cnnindonesia.com/internasional/20170816101126-106-235083/filipina-china-sepakat-tak-perluas-klaim-lcs/
Filipina: China Sepakat Tak Perluas Klaim LCS
*Riva Dessthania Suastha *, CNN Indonesia
Rabu, 16/08/2017 13:47 WIB
* Sebarkan:
*
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20170816101126-106-235083/filipina-china-sepakat-tak-perluas-klaim-lcs/#>
*
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20170816101126-106-235083/filipina-china-sepakat-tak-perluas-klaim-lcs/#>
*
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20170816101126-106-235083/filipina-china-sepakat-tak-perluas-klaim-lcs/#>
Filipina: China Sepakat Tak Perluas Klaim LCS Sejumlah kapal ikan China
dilaporkan sempat mendekati wilayah perairan Filipina di Laut China
Selatan sekitar akhir pekan lalu. (Reuters/Trevor Hammond)
*Jakarta, CNN Indonesia * -- Menteri Pertahanan Filipina Delfin
Lorenzana menyebut China telah sepakat tidak akan mengokupansi wilayah
baru di kawasan Laut China Selatan.
Dalam sidang Kongres, Lorenzana mengatakan Filipina dan China berhasil
mencapai /modus vivendi/ atau kesesuaian dalam sengketa LCS. Kedua
negara sepakat melarang aksi unilateral pada pulau-pulau di perairan itu.
"Sudah ada status quo di Laut China Selatan, disepakati oleh Menteri
Luar Negeri," ujarnya kepada para legislator, Selasa (15/8).
"Menurut Menlu, China tidak akan menduduki wilayah baru di Laut China
Selatan maupun membangun instalasi atau kerangka bangunan di Scarborough
Shoal," kata dia, merujuk pada satu perairan yang menjadi tempat utama
para nelayan mencari ikan, di dekat Filipina. Wilayah itu sempat
diblokade China pada 2012-2016.
Lorenzana tidak berkomentar ketika para legislator mengungkap laporan
militer yang menyebut ada lima kapal China berlayar sejauh 5 kilometer
dari Pulau Thitu, wilayah Filipina di Kepulauan Spratly, pada Sabtu
pekan lalu.
Pulau Thitu adalah yang terbesar di antara sembilan pulau yang diklaim
Filipina di kepulauan Spratly.
Kepada /Reuters/, anggota Kongres Gary Alejano mengatakan sejumlah kapal
ikan China juga memblokir kapal patroli laut Filipina di kawasan itu
pada awal pekan ini.
Lihat juga:
AS Kerahkan Kapal Perang ke Wilayah yang Diklaim China di LCS
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20170811084149-113-233921/as-kerahkan-kapal-perang-ke-wilayah-yang-diklaim-china-di-lcs/>
Kepala Hubungan Masyarakat Militer Filipina Kolonel Edgard Arevalo
menolak mengomentari hal tersebut "sampai angkatan bersenjata memiliki
gambaran jelas tentang situasi terkini."
Sejak China mengklaim 90 persen wilayah di Laut China Selatan, perairan
itu menjadi salah satu kawasan yang sangat rentan konflik. Klaim China
tumpang tindih dengan pengakuan sejumlah negara lain di Asia Tenggara,
seperti Filipina, Brunei, dan Malaysia.
Sekitar 2013 lalu Filipina sampai membawa sengketa teritorial ini ke
Pengadilan Arbitrase Permanen (PCA). Badan peradilan itu akhirnya
menolak klaim China atas perairan dengan jalur perdagangan senilai US$5
triliun per tahun itu.
Namun, Beijing berkeras tidak mengakui putusan pengadilan tersebut
dan terus menggencarkan pembangunan sejumlah instalasi militer dan pulau
buatan di LCS.
Lihat juga:
ASEAN dan China Adopsi Kerangka Kode Etik Laut China Selatan
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20170808164002-106-233311/asean-dan-china-adopsi-kerangka-kode-etik-laut-china-selatan/>
Belakangan, ASEAN dan China berhasil menyepakati dan mengadopsi kerangka
kode etik atau /code of conduct/ (CoC) di LCS setelah 15 tahun
bernegosiasi.
CoC ini diharapkan bisa menjadi pedoman negara-negara berperilaku di LCS
untuk mencegah meletusnya konflik.
*(aal)*