Cuitan Barack Obama soal keberagaman pecahkan rekor Twitter


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
Cuitan Barack Obama soal keberagaman pecahkan rekor Twitter - BBC Indonesia
 Cuitan Barack Obama tentang keberagaman dengan pesan mengecam keras segala 
bentuk rasisme memecahkan rekor Twitt...  |   |

  |

  |

 

   
   - 2 jam lalu
   
   - Bagikan artikel ini dengan Facebook
    
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter
    
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger
    
   - Bagikan artikel ini dengan Email
    
   - Kirim
Hak atas fotoREUTERSImage captionCuitan Barack Obama yang mengecam rasisme 
dibagi lebih dari 1,2 juta kali dan disuka oleh lebih dari 3 juta pemakai media 
sosial.Cuitan mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama, tentang 
keberagaman dengan pesan mengecam keras segala bentuk rasisme memecahkan rekor 
Twitter sebagai cuitan yang paling banyak disuka dalam sejarah.Melalui akunnya 
@BarackObama, ia menulis, "Tak satu orang pun lahir dengan membenci orang lain 
karena warna kulit, latar belakang, atau agamanya."Itu adalah kata-kata tokoh 
antirasisme dan mantan presiden Afrika Selatan, mendiang Nelson Mandela.Ia 
menyertakan foto dirinya yang tengah memandangi anak-anak yang berasal dari 
berbagai latar belakang yang berdiri di balik jendela.Skip Twitter post by 
@BarackObama
"No one is born hating another person because of the color of his skin or his 
background or his religion..." pic.twitter.com/InZ58zkoAm— Barack Obama 
(@BarackObama) 13 Agustus 2017
End of Twitter post by @BarackObamaObama -yang menghabiskan masa kecilnya di 
Indonesia- menulis kutipan tersebut di Twitter pada 13 Agustus, setelah aksi 
kelompok kanan jauh di Charlottesville, Virginia, Amerika Serikat menewaskan 
seorang perempuan sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka.   
   - Indonesia 'tempat permanen' di hati Presiden Obama
   - Presiden Obama: Nasib dunia dipertaruhkan
   - Di Indonesia, Obama jauh lebih populer dibanding Trump
Hingga berita ini ditulis pada Rabu (16/08), cuitan tersebut ditanggapi oleh 
lebih dari 48.000 akun, dibagikan 1,2 juta kali dan disuka oleh 3,03 juta akun. 
Data ini menunjukkan jutaan pengguna sosial sangat mendukung cuitan 
tersebut.Obama lantas melanjutkan cuitan tersebut, masih dengan mengutip 
Mandela di otobiografinya Long Walk to Freedom, "Orang-orang harus belajar 
membenci, dan jika mereka bisa belajar membenci, mereka bisa diajari untuk 
mencintai."Sama dengan cuitan pertama, cuitan lanjutan ini juga banyak disuka 
oleh para pengguna sosial. Tercatat cuitan ini disuka oleh 1,2 juta akun dan 
dibagikan sebanyak lebih dari 425.000 kali.Skip Twitter post 2 by @BarackObama
"People must learn to hate, and if they can learn to hate, they can be taught 
to love..."— Barack Obama (@BarackObama) 13 Agustus 2017
End of Twitter post 2 by @BarackObamaSabtu lalu (12/08) kelompok kanan jauh 
menggelar aksi di Charlottsville, menentang pembongkaran patung Jenderal Robert 
Lee dari satu taman di kota tersebut. Di Amerika Serikat sejumlah kalangan 
menganggap Jenderal Lee sebagai simbol rasisme.Banyak peserta yang membawa 
simbol Nazi dan lambang-lambang lain yang menyiratkan supremasi kulit putih. 
Mereka dihadapi oleh demonstrasi tandingan.Suasana menjadi panas dan di tengah 
ketegangan, seseorang menabrakkan mobilnya ke kelompok antifasisme, menewaskan 
pegiat hak asasi manusia, Heather Hayer, sementara beberapa orang lainnya 
luka-luka.Banyak kalangan di Amerika dan masyarakat internasional mengecam 
Presiden Donald Trump karena dianggap tidak mengutuk kelompok supremasi kulit 
putih. Belakangan, Presiden Trump mengecam mereka.

Kirim email ke