Jokowi Bikin Pendukung Ahok Kesal, Dibilang Takut Elektabilitas Turun Gegara Ucapan Ini
| | | | | | | | | | | Jokowi Bikin Pendukung Ahok Kesal, Dibilang Takut Elektabilitas Turun Gegar... Presiden Jokowi mengatakan, kawasan Semanggi bukan hanya jantungnya Jakarta, tapi jantung Indonesia. - Halaman all | | | | Sabtu, 19 Agustus 2017 16:55 TRIBUNKALTIM.CO - Masih ingat momen peresmian Simpang Susun Semanggi?Proyek yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, Kamis (17/8/2017) malam itu ternyata menjadi buah bibir di jagad maya.Dalam kesempatan ini, Jokowi sempat memuji kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas terwujudnya proyek jembatan layang sepanjang 796 meter yang menghubungkan antara Grogol ke Senayan dan dari Jalan Sudirman menuju Cawang. Baca: Ini 4 Fakta Alya Mujida, Pembawa Baki yang Terima Bendera dengan Kaki Hanya Berbalut Kaus KakiPresiden RI Joko Widodo meresmikan Simpang Susun Semanggi, Kamis (17/8/2017). (KOMPAS.com/JESSI CARINA)"Saya sangat menghargai kecepatan pembangunan simpang susun Semanggi, yang cepat sekali, satu tahun. Sangat menghargai sekali kerja gubernur sekarang maupun gubernur sebelumnya," kata Jokowi seperti dilansir dari Kompas.com.Presiden Jokowi mengatakan, kawasan Semanggi bukan hanya jantungnya Jakarta, tapi jantung Indonesia.Simpang Susun Semanggi. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)Baca: Ibu Keluarga tak Mampu Alami Kulit Melepuh di Sekujur Tubuh hingga Wajah, Penyebabnya Bikin Syok!Namun ucapan Jokowi ini rupanya memantik kritik dari pengguna Twitter.Presiden Jokowi dianggap bermain 'aman', lantaran tak berani secara terang-terangan menyebut nama Basuki Tjahaja Purna alias Ahok.Padahal proyek Simpang Susun Semanggi dibangun pada tahun 2016 semasa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama dan baru selesai ketika dia berstatus tahanan."1. Halloo Pak Presiden @jokowi dalam peresmian simpang susun semanggi , bapak berkata, ' Gubernur Sebelumnya...'2. Yaahh Pak Presiden @jokowi harusnya sebut aja nama AHOK-nyaa. Wahhhh gimana nehh Pak Presiden? AHOK kok kagak disebut namanyaa???3. Semoga bukan perasaan saya aja yg lebayyy. Kepengennya sehh nama AHOK disebut dong Pak Presiden @jokowi," tulis pemilik akun Twitter @intanalyze, yang terangkum dalam Chirpstory.com.Joko Widodo saat menjadi Cagub DKI Jakarta didampingi pasangannya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, memberikan orasi politik di hadapan ribuan relawan dan simpatisan dalam acara Halal Bihalal, Minggu (2/9/2012) yang berlangsung di Tenis Indoor Senayan, Jakarta. (TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)Baca: Foto Pakai Baju Palu Arit Viral, Ahmad Dhani Ngamuk di Twitter, lalu Netizen Tantang Balik BeginiTidak hanya itu, akibat ucapannya tersebut, banyak yang menilai Jokowi hanya mengamankan elektabilitasnya demi kepentingan Pilpres 2019. "Semua ini berkat Gubernur Sebelumnya"..Takut elektabilitas nya turun..Sama seperti menyebut "Oknum dan Mawar"Tebak sendiri...," tulis akun @kurawa.Kritikan netter terhadap ucapan Presiden Jokowi. (Screenshoot Chirpstory.com)"@jokowi Setelah blunder gk mau nyebut nama pak @basuki_btp dng sebutan Gubernur sebelumnya Udahlah pak cukup tau aja ternyata anda tdk seberani ahok," sahut akun @nilasaridewi851."@jokowi Hahaha...gubernur sebelumnya? Banyak kan gubernur sebelumnya. Susah amat tinggal sebut nama pak ahok gitu," kata @PutriRosary."pak @jokowi sudah lupa nama gubernur sebelumnya atau ingin ditafsirkan gubernur sebelumnya adalah pak @jokowi sendiri, bukan Ahok," sahut akun @Takviri.Meski demikian, ada juga yang tetap membela Jokowi."IMHO,gw bs ngerti knp Pak @jokowi cmn blg "gubernur yang sebelumnya",Beliau sptnya hny ingin menjaga situasi negara ttp kondusif," tulis akun @AbangAcho.Peran Penting AhokSementara itu, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyinggung peran mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam pembangunan Simpang Susun Semanggi.Djarot mengaku sempat menyampaikan hal itu kepada Presiden RI Joko Widodo."Saya sampaikan bagaimana prosesnya sehingga waktu itu Pak Ahoksangat cepat mengambil keputusan. Pak Yusmada (Kepala Dinas Bina Marga) ini saksinya," kata Djarot usai peresmian Simpang Susun Semanggi, Kamis (17/8/2017).Ahok dan Djarot. (TRIBUNNEWS)Pada tahun 2015, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyerahkan pengelolaan jalan arteri di Jakarta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.Sejak itu, Pemprov DKI mencoba menjalankan kembali kajian pembangunan simpang susun di Semanggi yang dikenal dengan nama kajian MARIP (Metropolitan Arterial Road Improvement Project) bekerja sama dengan JICA.Namun, permasalahan yang dihadapi adalah soal pembiayaan, teknologi, dan siapa yang melaksanakan pembangunan itu.Baca: Merinding! Curhat Anak Amrozi, 10 Tahun tak Mau Hormat Bendera Merah Putih karena Alasan IniDjarot mengatakan saat itulah peran penting Ahok muncul yaitu sebagai pembuat keputusan."Inilah sebetulnya keberanian dan kecermatan sekaligus dari Pak Ahok untuk memutuskan secara cepat tapi sangat detil. Sehingga diputuskan, oke kita akan bangun dananya non-APBD, dengan sistem design and build untuk kecepatan proses ini," kata Djarot.Ahok. (TRIBUNNEWS)Pembiayaan pun melalui dana koefisien lantai bangunan.Setelah dihitung, biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Simpang Susum Semanggi adalah Rp 579 miliar.Namun, kontraktor PT Wijaya Karya yang membangun Simpang Susun Semanggi hanya menghabiskan biaya Rp 365 miliar.Baca: Derita Warga Pegat Batumbuk, Punya Hunian tanpa Kuburan hingga Melahirkan di Atas Speed BoatSisa dana KLB dari Simpang Susun Semanggi akan digunakan untuk melebarkan trotoar di Jalan Sudirman dan Jalan M.H Thamrin."Oleh karenanya, malam ini saya pribadi dan kita semua, saya mengapresiasi kerjanya Pak Ahok dengan keberanian yang luar biasa dan kecepatan untuk memutuskan," kata Djarot. (*)
