http://www.suara-islam.com/read/kabar/daerah/23340/Sudirman-Negara-Gagal-Karena-Lembaga-Pengeruk



Sudirman: Negara Gagal Karena Lembaga Pengeruk

21 Agustus 20:38 | Dilihat : 31

[image: Sudirman: Negara Gagal Karena Lembaga Pengeruk] Sudirman Said saat
memberikan kuliah umum (studium general) untuk mahasiswa baru Fakultas
Ushuluddin dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Senin
(21/8).

*Surakarta (SI Online)* - Banyak negara gagal karena perilaku
lembaga-lembaga negara yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat justru
menjadi lembaga pengeruk *(extractive institutions) *hak-hak rakyat lewat
praktik koruptif.

Bakal calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said mengungkapkan hal itu saat
memberikan kuliah umum (studium general) untuk mahasiswa baru Fakultas
Ushuluddin dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Senin
(21/8).

Di hadapan lebih dari 700 mahasiswa IAIN Surakarta,  Pak Dirman, begitu
Sudirman dipanggil, menyampaikan, Indonesia memiliki peluang untuk tampil
menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor lima di dunia pada 2030 dan
nomor empat pada 2050.

"Namun syaratnya Indonesia harus membereskan  sejumlah pekerjaan rumah,"
kata Pak Dirman dalam kuliah umum yang mengambil tema Mengembalikan Aspek
Moral dalam Politik dan Kepemimpinan.

Syarat pertama, lanjut Pak Dirman, praktik koruptif dan menjadikan lembaga
negara sebagai alat pengeruk hak rakyat harus disudahi. Institusi sosial,
politik, dan ekonomi harus bekerja penuh melayani dan mensejahterakan
masyarakat.

Kedua, penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu. Tidak tebang
pilih. Hukum harus ditegakkan dengan memperhatikan rasa keadilan masyakat.
Orang yang bersalah harus mendapat hukuman yang setimpal.

Ketiga, mendorong sebanyak mungkin orang baik, yang punya integritas moral
dan kompetensi untuk menjadi pemimpin di berbagai institusi sosial, politik
maupun ekonomi.  Kepemimpinan politik yang menjadi hulu dari semua
kebijakan harus dikembalikan harkatnya.

"Mengembalikan harkat kepemimpinan politik, harus dilakukan dengan
mendorong sebanyak mungkin orang-orang baik menduduki posisi pemimpin
politik," jelas Pak Dirman

"Pimpinan parpol, kepala daerah, pimpinan lembaga tinggi negara, lembaga
legislatif harus diisi sebanyak mungkin pleh orang jujur, teguh pendirian,
memiliki kompetensi, dan sudah selesai dengan diri sendiri," urai dia.

Jika tiga syarat itu dipenuhi, Indonesia sesuai dengan prediksi akan
menjadi macan baru perekonimian dunia. []

Kirim email ke