Phenonmen yang terlihat di Republik Indonesia yalah aktifnya Golongan Islam
untuk mengIslamisasi Republik Indonesia, seperti aktivitas Letnan Jendral TNI
Prabowo Subianto, seorang Perwira TNI Pembina FPI dan Pimpinan apa yang
dinamakan Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam ( KISDI ) dan sebagai
Pimpinan KISDI Jendral TNI Prabowo Subianto berada selama hampir satu Tahun
dinegeri-negeri Arab, terutama di Jordania, dan kembali ke TanahAir dengan
membawa Proposal "pengArabisasien Republik Indonesia", termasuk bantuan Kapital
untuk keperluan tsb.
Bukanlah kebetulan Raja Arab Saudi beberapa bulan yang lalu datang berkundjung
ke Indonesia dan selama Satu Minggu berada di Bali dan sekitarnya, dengan
hampir sebanyak 500 Orang Stafpekerja mempelajari seluruh kepentingan dominasi
Arab Saudi di R.I., dan Mr.Jendral TNI Prabowo Subianto bermain dibelakang
layar, seperti Kumbakarna..
Republik Indonesia menjadi Perebutan seluruh kekuasaan Asing di Dunia, terutama
USA & CO. dan Arab Saudi.
Arab Saudi dengan bantuan Petugas-Petugas seperti Jendral Prabowo Subianto etc.
dan mempergunakan Agama Islam,
berusaha menjadikan R.I. basis IS di Asia;
hanya mereka harus mengerti, bahwa Abad ke-XXI
ISLAM SEDANG MENUJU KEJURANG KEBANKROTTAN
Impact Politik Perang Agresi USA-NATO
Kerajaan Islam orthodox Wahhabit Arab Saudi bersama dengan Partner USA-NATO
membantu terus Teroris yang menamakan dirinya "Islam State" (IS)-"Negara Islam"
Abu Bakr al-Bagdadi alias Kalifah Ibrahim dengan Keuangan dan Persenjataan
(hasil Pertemuan Rahasia Senator USA John McCain dengan Pimpinan Utama "Islam
State"(IS) Abu Bakr al-Bagdadi alias Kalifah Ibrahim di Idlib, dekat perbatasan
Suriah-Turki, Mai 2013) untuk memerangi dan menteror semua negeri-negeri Islam
lainnya di Timur-Dekat dan di Timur-Tengah yang tidak menerima Perang
Expansionisme "Islam State"(IS) Abu Bakr el-Bagdadi alias Kalifah Ibrahim,
terutama penghancuran Pemerintahan Suriah,Presiden Baschar al-Asaad dan Yeman;
dalam artikata lain, Kerajaan Islam orthodox Wahhabit Arab Saudi dengan Partner
USA-NATO mendestabilisasi terus, systematis, kehidupan dan hubungan ke Negaraan
dan mendestabilisasi kehidupan Masyarakat negeri-negeri Arab-Islam di Regional
Timur-Dekat dan di Timur-Tengah;dengan Pertemuan dua kepentingan yang berbeda:
1.Kerajaan Islam orthodox Wahhabit Arab Saudi memerlukan USA-NATO dan
mempergunakan Teroris "Islam State"(IS)Abu Bakr al-Bagdadi alias Kalifah
Ibrahim untuk menaklukkan negeri-negeri dari aliran Islam lainnya di
Timur-Dekat dan di Timur-Tengah, yang tidak menerima atau tidakmau berkerjasama
dengan Kerajaan Islam orthodox Wahhabit Arab Saudi, dan yang penting lagi,
yalah usaha Arab Saudi menghancurkan Konkurrent (Persaingan) dibidang Ekonomi,
yaitu Produksi dan Export Minyak Bumi dengan demikian hanya akan menjadi urusan
Monopol Arab Saudi;
2.USA-NATO memerlukan Arab Saudi, sebuah Negra yang besar dengan Sumber Daya
Alam (Minyak Bumi dan Gas) yang kaya; Strategis Militer, yaitu menguasai Arab
Saudi berarti menguasai Pintu dari Lautan Hindia ke Laut Merah dan Suez-Kanal,
ke Laut Tengah dan dari Pintu Gibraltar menuju ke Atlantic Ocean; mengontrol
Timur-Dekat dan Timur-Tengah dan Afrika Utara, kekuasaan Militer USA-NATO yang
tanpa batas dan dengan demikian, tidak akan ada satupun Persatuan Negara-Negra
Islam yang bisa memberikan warnapolitik Dunia, tanpa USA dan NATO. Arab Saudi
menjadi pelaku utama di Regional tsb.untuk kepentingan Politik Perang Agresi
USA-NATO.
Jutaan Warganegara Suriah, Iraq dan Libya berlarian mencari keselamatan,
seperti ke Wilayah Perbatasan Suriah-Turki dan Iraq-Turki, dimana semenjak
hampir Tiga Tahun terakhir sejumlah sekitar Dua Juta Manusia Arab-Islam dibawah
batas-batas Kehidupan Kemanusiaan dan diluar ketentuan Hak-Hak Azasi Manusia
termukim dalam camp (Tenda-Tenda) yang takbisa menahan terikpanas Matahari dan
kedinginan dimusim Dingin.Ratusan Ribu dari mereka mati kelaparan, atau mati di
teror oleh "Islam State"(IS). Hal yang sama, hampir 1,5 Juta Warganegara Suriah
dan Iraq yang lari mencari keselamatan ke Libanon dan semuanya berjalan diluar
ketentuan Hukum Internasional dan mereka menjadi sasaran Israel.
Apakah Ratusan Ribu atau Jutaan Manusia-Manusia Arab-Islam yang mati Kelaparan
atau mati di Teror "Islam State"(IS), atau mati dihujani Bom Air Forces
USA-NATO dan Pesawat pemburu Arab Saudi, sebagai akibat dari pelaksanaan
Politik Perang Agresi USA/NATO, semua realitas tsb, tidak menggugah Pengertian
Kemanusiaan dan Demokrasi Washington-Administration,karena mereka tidak
dibutuhkan lagi dan juga tidak akan membahayakan Perusahaan-Perusahaan raksasa
USA, seperti Chevron Texaco, Halliburton Oil Companies,etc. dalam
mengExploitasi Sumber Minyak Iraq, Libya, Arab Saudi, etc. dan 12.000 Sedadu
USA di Arab Saudi akan menjaga ketat kepentingan Washington-Administration
bersama dengan kekuatan Militer Arab Saudi.
Turki - Islamist Erdogan, Partner USA dalam NATO, mendestabilisasi negeri
sendiri, dengan systematis, sesuai dengan kepentingan USA/NATO, menyerang
Kurdistan dibagian Utara Iraq, baik dari Udara, maupun dengan Infantri,
berusaha melikwidasi PESCHMARGA, kekuatan Militer Kurdistan,yang mampu
menghancurkan kesatuan bersenjata Teroris "Islam State"(IS) Abu Bakr el-Bagdadi
alias Kalifah Ibrahim di Kobane, Iraq Utara dan mengusir "Islam State"(IS) dari
Kobane dan sekitarnya.
Samahalnya dengan Arab Saudi, Turki-Islamist Erdogan adalah pembantu setia dari
"Islam State"(IS) dan Perekonomian Turki-Islamist Edogan banyak tergantung dari
bantuan Arab Saudi.
PESCHMARGA_Kurdistan memberi jawaban dengan menyerang Post-Post Militer Turki
didalam Wilayah Turki, melakukan semacam "Perang Partisan" melawan Pemerintahan
Turki Islamist Erdogan yang rasialis. Bahaya Perang dalam Negeri Turki sedang
mengancam dengan serius; itu berarti, kekuatan Pemerintahan Islam bertempur
melawan kekuatan Islam lainnya didalam Wilayah Islam Turki, untuk kepentingan
kekuasaan Militer USA..Washington-Adminstration memerlukan destabilisasi Turki,
dengan demikian USA mempunyai motiv untuk memperbesar kehadiran kekuatan
Militer USA di Turki, yang kini terpusat di Adana, tidakjauh dari Perbatasan
Suriah.
Menguasai Turki sepenuhnya, seperti menguasai Arab Saudi, USA akan bisa
mengontrol Laut Hitam dan Bosporus dan disebelahsana Laut Hitam PÜTIN IMPERIUM,
suatu persiapan Perang USA melawan Russia yang laurbiasa
EUROPA UNION/UNI EUROPA
Europa Union/Uni Europa sedang berada dalam Dilema Kejasama/Solidaritas antar
mereka yang serius; dihantam BUMERANG pelaksanaan Politik Perang Agresi
USA/NATO, yang mengakibatkan terjadinya Exodus Jutaan Manusia Arab-Islam,
Korban Perang Agresi USA/NATO, dari Iraq, Suriah, Libya dan Afghanistan, etc.
menuju ke Europa Union/Uni Europa. Mereka adalah Manusia-Manusia Arab-Islam,
yang kehilangan Rumahkediamanm, kehilangan syarat-syarat Kehidupan, also
Kehilangan Hak-Hak Elementer Azasi Manusia dan kini dari Junani ke Italia, ke
Balkan menuju masuk Europa-Union/Uni Europa. Hanya Tiga Negara Europa Union/Uni
Europa - Austria, Jerman, dan Swedia yang bersedia menerima para Pelarian
Korban Perang Agresi USA/NATO tsb., dan yang lainnya menolak untuk menerima
mereka masuk kedalam negeri mereka, dengan alasan Bahaya Terorisme "Islam
State" (IS), Al-Qaedah, Taliban, etc., yang sengaja dimasukkan kedalam para
Pelarian Korban Perang Agresi USA/NATO tsb.
Hongaria memagar Perbatasan Hongaria - Serbia dengan kawat berduri sepanjang
hampir 200 KM dengan ketinggian 4meter, dan kini sedang memagar dengan kawat
berduri sepanjang perbatasan Hongaria - Rumenia. Hongaria menolak untuk
menerima para Pelarian Arab-islam masuk kedalam Hongaiai. Negeri-negeri EU/NATO
Baltikum, seperti Lithunia, Latvia, Estonia absolut menolak menerima para
Pelarian Arab-Islam tsb. - "Bahaya Terorisme Islam", demikian juga Bulgaria,
Rumenia, Polandia, Denemark, sampai ke Portugal.Inggeris membatasi jumlah dari
Pelarian Arab-islam seminimal mungkin masuk ke Inggeris.
BUMERANG Politik Perang Agresi USA/NATO sedang mengancam Kesatuan Europa
Union/Uni Europa, Negara-Negara Nasional masing-masing melihatkan dan
mempertahanan Souverenitas Kenegaraan mereka. Sejauhmana Jerman, yang mempunyai
posisi Perekonomian yang kuat dalam Europa Union/Uni Europa, akan mampu dengan
kekuatan Ekonomi Jerman, mempertahankan Persatuan Europa Union/Uni Europa?
BUMERANG yang sedang mengancam kesatuan Europa Union/Uni Europa. dan 800.000
Orang Pelarian Arab-islam sudah masuk dan berada di Jerman dan menurut Sigmar
Gabriel - Wakil Bundeskanzler Jerman, sekitar Satu Juta lagi sedang menuju ke
Uni Europa, terutama ke Jerman.
Disisi lain, kelihatan sepintas lalu, masalah Pelarian Korban Perang Agresi
USA/NATO hanya merupakan masalah bantuan Kemanusiaan, masalah Humanisme, tetapi
dilihat jauh kedalam isi sesungguhnya, Exodus Jutaan Arab-islam ke Europa
adalah bagian dari Strategi Militer USA, sehubungan dengan Konstatasi Jendral
USA Philip Mark Breedlove - Supreme Allied Commander Europa (NATO) dan
Commander USArmy di Europa, bahwa Washington-Adminstration mengkhawatirkan
Berlin yang kuat dibidang Ekonomi dan Militer di Europa Union/Uni Europa tidak
bisa dikendalikan untuk kepentingan USA di Front-Timur (melawan Russia).
Also dipergunakan Pelarian Arab-Islam Korban Perang Agresi USA/NATO untuk
dimasukkan sebanyak mungkin ke Europa Union/Uni Europa, terutama ke Jerman,
untuk mendestabilisasi susunan Masyarakat Jerman dan Europa yang Kristentum.
Untuk kepentingan tsb. Arab Saudi telah menyampaikan ke Pemerintahan Jerman
untuk membangun 200 Mesjid di Jerman untuk tempat Pertemuan para Pelarian
Arab-islam di Jerman, artinya Arab Saudi untuk kepentingan USA berusaha
membangun Mayarakat Islam, seperti "Islam State"(IS), yang sangat bertentangan
dengan kehidupan tradisionil Kristentum Masyarakat Europa dari Abad ke Abad.
Islam dan Islamist-Islamist Idiot dipergunakan USA untuk kepentingan Hegemony
USA atas Civilizasi Dunia. Quo Vadis Islam?
Dibidang Ekonomi, Washington-Administration memaksakan TTIP (Transatlantic
Trade and Invesment Partnership) kepada Jerman dan Europa Union/Uni Europa,
alat dari apa yang dinamakan Perdagangan Bebas, sebagai kelanjutan dari
GLOBALISASI,yang dimulai dengan Ratusan Ton Bom USAir Forces di Balkan, di
Iraq, di Libya dan kini di Suriah, untuk menghapuskan batas-batas Negara dan
untuk meniadakan Proteksi Kepentingan Nasional setiap Negara. TTIP akan
memberikan kemungkinan yang besar untuk Perusahaan-Perusahaan Raksasa USAmerika
untuk menelanhabis Perusahaan-Perusahaan Jerman dan negeri-negeri Europa
Union/Uni Europa, terutama yang berhubungan dengan Industri Militer Komplex dan
semua kehidupan keNegaraan dan Masyarakat akan dikendalikan oleh
Washington-Administration.
Dr.Alexander Tjaniago
--------------------------------------------
Pada Kam, 31/8/17, 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45]
<[email protected]> menulis:
Judul: [GELORA45] Pandangan Cak Imin soal Islam dan Politik [9 Attachments]
Kepada: [email protected], "[email protected]"
<[email protected]>, [email protected]
Tanggal: Kamis, 31 Agustus, 2017, 8:02 AM
https://news.detik.com/advertorial-news-block/3622248/pandangan-cak-imin-soal-islam-dan-politik
Rabu 30 Agustus 2017,
00:00 WIB
Pandangan Cak Imin soal Islam dan Politik
Advertorial -
detikNews
Share
0
Tweet
Share
0
0
komentar
Semarang -
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Muhaimin Iskandar
mengemukakan analisisnya mengenai sejumlah persoalan
faktual yang
tengah dialami bangsa, di antaranya, kecenderungan
mengerasnya
pemahaman agama yang dangkal, kemiskinan,
ketidakadilan, dan
beragam masalah lainnya.
Politisi yang akrab disapa Cak Imin ini bicara di
hadapan para
mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang, Jawa
Tengah, Rabu
(30/8/2017). Cak Imin menyampaikan materi bertajuk
'Membumikan
Pancasila dan Islam Rahmatan lil Alamin dalam Sistem
dan Lanskap
Politik Nasional dan Daerah'.
Cak Imin juga mengangkat kembali perdebatan klasik
soal Islam dan
politik, dua hal yang semestinya
dipisahkan
atau menyatu? Menurutnya, jika merunut jejak sejarah
Nusantara dan
dunia, Islam, dan politik mustahil dipisahkan.
"Sejak kelahirannya, gerakan Islam merupakan
entitas yang menjadi
bagian dari kekuasaan politik, atau dianggap sebagai
ancaman bagi
kekuasaan yang telah ada. Kompromi, persuasi, koalisi,
oposisi,
konsensus bahkan perang, merupakan bagian integral
dalam
perkembangan Islam," paparnya.
Maka, lanjut dia, Islam politik janganlah dimaknai
sebagai hal
yang negatif. Namun Islam politik sama sekali tidak
identik dengan
fundamentalisme. Ia menawarkan Islam rahmatan
lilalamin sebagai
konsep dan 'ideologi' Islam politik, yang
wajib diturunkan ke
dalam program kerja konkret bagi siapa pun yang
meyakininya.
"Islam politik adalah Islam rahmatan lil alamin
Islam untuk
kemanusian,"paparnya
Selanjutnya Cak Imin mengatakan dua hal yang prinsip
dalam
'ideologi' Islam rahmatan lil alamin adalah
kemanusiaan dan
keadilan. Kemanusiaan bermakna rasa belas kasih dan
solidaritas
kepada siapa pun yang membutuhkan, apa pun latar
belakang agama,
sosial, dan politiknya. Sementara keadilan bermakna
penegakan
hukum seadil-adilnya serta pemenuhan hak mendasar
rakyat sesuai
konstitusi.
"Maka jangan lagi didikotomikan antara Pancasila
dan Islam,
kebangsaan dengan Islam. Ada dua kata, 'adil'
dalam Pancasila dan
ada satu kata 'kemanusiaan'. Sudah sejalan
secara prinsipil dengan
rahmatan lil alamin. Orang-orang yang mendikotomikan
Islam dengan
Kebangsaan adalah kaum tuna sejarah. Mereka pura-pura
lupa bahwa
perjuangan kemerdekaan banyak negara Asia Afrika,
bahkan negaranya
sendiri, adalah kolaborasi solid antara cinta pada
Islam dan cinta
pada Tanah Air," ungkap Cak Imin.
Ia kemudian menjelaskan bangsa ini berpikir keras
menemukan jalan
membumikan Pancasila. Harusnya, Pancasila dibumikan
bukan dalam
ruang hampa, namun dalam lingkup yang saat ini penuh
problema.
"Maka, prasyarat dasarnya perlu terus diperbaiki
agar upaya
membumikan bisa efektif. Pertama, tegakkan hukum dan
berikan
keadilan. Kedua, penciptaan lapangan kerja dan
pemenuhan hak dasar
agar rakyat merasa terus punya harapan, harga diri dan
pikiran
positif. Ketiga, teladan dari para pemimpin. Jika tiga
pra syarat
dasar ini bisa kita penuhi, membumikan Pancasila
menjadi kerja
yang lebih sederhana dan lebih mudah,"
katanya.
Kuliah umum ini dimulai pukul 09.30 WIB dan dibuka
oleh Rektor
Undip Prof. Yos Johan Utama dan dihadiri jajaran
akademisi senior,
salah satunya Dekan Fisip Undip, DR Sunarto.
Selain itu, hadir Menristekdikti M. Nasir, Mendes PDTT
Eko
Sandjojo, Menaker Hanif Dhakiri, dan Menteri Pemuda
dan Olah Raga
Imam Nahrawi.
(adv/adv)
#yiv1077688176 #yiv1077688176 --
#yiv1077688176ygrp-mkp {
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
0;padding:0 10px;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-mkp hr {
border:1px solid #d8d8d8;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-mkp #yiv1077688176hd {
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-mkp #yiv1077688176ads {
margin-bottom:10px;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-mkp .yiv1077688176ad {
padding:0 0;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-mkp .yiv1077688176ad p {
margin:0;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-mkp .yiv1077688176ad a {
color:#0000ff;text-decoration:none;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-sponsor
#yiv1077688176ygrp-lc {
font-family:Arial;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-sponsor
#yiv1077688176ygrp-lc #yiv1077688176hd {
margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-sponsor
#yiv1077688176ygrp-lc .yiv1077688176ad {
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176actions {
font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176activity {
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176activity span {
font-weight:700;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176activity span:first-child {
text-transform:uppercase;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176activity span a {
color:#5085b6;text-decoration:none;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176activity span span {
color:#ff7900;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176activity span
.yiv1077688176underline {
text-decoration:underline;}
#yiv1077688176 .yiv1077688176attach {
clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}
#yiv1077688176 .yiv1077688176attach div a {
text-decoration:none;}
#yiv1077688176 .yiv1077688176attach img {
border:none;padding-right:5px;}
#yiv1077688176 .yiv1077688176attach label {
display:block;margin-bottom:5px;}
#yiv1077688176 .yiv1077688176attach label a {
text-decoration:none;}
#yiv1077688176 blockquote {
margin:0 0 0 4px;}
#yiv1077688176 .yiv1077688176bold {
font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
#yiv1077688176 .yiv1077688176bold a {
text-decoration:none;}
#yiv1077688176 dd.yiv1077688176last p a {
font-family:Verdana;font-weight:700;}
#yiv1077688176 dd.yiv1077688176last p span {
margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
#yiv1077688176 dd.yiv1077688176last p
span.yiv1077688176yshortcuts {
margin-right:0;}
#yiv1077688176 div.yiv1077688176attach-table div div a {
text-decoration:none;}
#yiv1077688176 div.yiv1077688176attach-table {
width:400px;}
#yiv1077688176 div.yiv1077688176file-title a, #yiv1077688176
div.yiv1077688176file-title a:active, #yiv1077688176
div.yiv1077688176file-title a:hover, #yiv1077688176
div.yiv1077688176file-title a:visited {
text-decoration:none;}
#yiv1077688176 div.yiv1077688176photo-title a,
#yiv1077688176 div.yiv1077688176photo-title a:active,
#yiv1077688176 div.yiv1077688176photo-title a:hover,
#yiv1077688176 div.yiv1077688176photo-title a:visited {
text-decoration:none;}
#yiv1077688176 div#yiv1077688176ygrp-mlmsg
#yiv1077688176ygrp-msg p a span.yiv1077688176yshortcuts {
font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
#yiv1077688176 .yiv1077688176green {
color:#628c2a;}
#yiv1077688176 .yiv1077688176MsoNormal {
margin:0 0 0 0;}
#yiv1077688176 o {
font-size:0;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176photos div {
float:left;width:72px;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176photos div div {
border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176photos div label {
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176reco-category {
font-size:77%;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176reco-desc {
font-size:77%;}
#yiv1077688176 .yiv1077688176replbq {
margin:4px;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-actbar div a:first-child {
margin-right:2px;padding-right:5px;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-mlmsg {
font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
sans-serif;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-mlmsg table {
font-size:inherit;font:100%;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-mlmsg select,
#yiv1077688176 input, #yiv1077688176 textarea {
font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-mlmsg pre, #yiv1077688176
code {
font:115% monospace;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-mlmsg * {
line-height:1.22em;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-mlmsg #yiv1077688176logo {
padding-bottom:10px;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-msg p a {
font-family:Verdana;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-msg
p#yiv1077688176attach-count span {
color:#1E66AE;font-weight:700;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-reco
#yiv1077688176reco-head {
color:#ff7900;font-weight:700;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-reco {
margin-bottom:20px;padding:0px;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-sponsor #yiv1077688176ov
li a {
font-size:130%;text-decoration:none;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-sponsor #yiv1077688176ov
li {
font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-sponsor #yiv1077688176ov
ul {
margin:0;padding:0 0 0 8px;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-text {
font-family:Georgia;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-text p {
margin:0 0 1em 0;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-text tt {
font-size:120%;}
#yiv1077688176 #yiv1077688176ygrp-vital ul li:last-child {
border-right:none !important;
}
#yiv1077688176