Eks Bos CIA Allen Dulles Otak Tewasnya JFK dan Jatuhnya Soekarno
SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 | 18:15 WIB
https://m.tempo.co/read/news/2017/09/05/116906251/eks-bos-cia-allen-dulles-otak-tewasnya-jfk-dan-jatuhnya-soekarno?utm_source=Digital+Marketing&utm_medium=Twitter&utm_campaign=Dunia_O
 

 
Greg Poulgrain. TEMPO/Maria Rita
TEMPO.CO, Jakarta -Indonesianis asal Australia, Greg Poulgrain menyakini eks 
Direktur Badan Intelijen Amerika atau CIA, Allen Dulles menjadi otak dari 
tewasnya Presiden Amerika Serikat ke 35 John F. Kennedy dan jatuhnya Soekarno. 
Dulles bermaksud menguasai Papua untuk menguras sumber daya alamnya.

Keyakinan itu dituangkan dalam buku hasil riset akademiknya selama 30 tahun 
yang diberi judul The Incubus of Intervention Conflicting Indonesia Strategies 
of John F. Kennedy and Allen Dulles yang dibahas dalam diskusi di LIPI, 
Jakarta, Selasa, 5 September 2017. 

Baca: Indonesia Disebut Terlibat Program Rahasia CIA

Menurut Greg, Dulles bermaksud menghentikan langkah Kennedy yang ingin menjalin 
persahabatan dengan Soekarno. Sementara Dulles yang dekat dengan pengusaha 
raksasa minyak Amerika Serikat, Rockefeller ingin menghancurkan Soekarno dengan 
tujuan menguasai sumber daya alam yang kaya raya di Papua. 






Jauh sebelumnya, seorang geolog asal Belanda, Jean Jaques Dozy, menemukan 
kandungan emas dan tembaga di kawasan Ertsber dan Grasberg di Papua pada tahun 
1936. Hanya saja baru terungkap setelah Freeport McMoran, perusahaan 
pertambangan Amerika yang mulai melakukan eksplorasi di Papua tahun 1972.

Greg menyusuri keberadaan Dozy dan dalam bukunya, Greg mewawancarainya untuk 
mencari tahu apa yang terjadi tentang temuannya di Papua saat itu. 

JFK, ujar Greg, belum pernah berkunjung ke Papua dan baru sebatas mendengar 
saja. Barulah tahun 1963 ia menerima undangan dari Soekarno untuk berkunjung ke 
Indonesia dan membahas tentang program ekonomi untuk membantu rakyat Papua.

Baca: Mantan Kepala CIA di Indonesia Tutup Usia  

"Namun JFK tidak pernah tiba di Papua, karena ia tewas dibunuh," ujar Greg yang 
mengajar di Universitas Sunshine Coast di Brisbane, Australia. 

JFK tewas ditembak saat berkunjung ke Dallas dengan iringan mobil pada hari 
Jumat, 22 November 1963. Sementara JFK telah dijadwalkan berkunjung ke 
Indonesia awal tahun 1964 memenuhi undangan Soekarno. Bagi JFK, Soekarno adalah 
seorang nasionalis, dia tidak percaya proklamator Indonesia ini seorang 
komunis. 

Jalan terbuka bagi Dulles setelah kematian JFK. Freeport pun menancapkan 
kukunya selama lebih dari 50 tahun di Papua. Dan Soekarno jatuh dari 
pemerintahannya setahun setelah kematian JFK.

Dalam satu wawancara antara Oliver Stone, sutradara yang membidani Film tentang 
JFK, seperti diberitakan oleh Daily Mail pada 28 Agustus 2016, mengungkapkan 
pengakuan seorang mantan anggota tim pengawal JFK bahwa pembunuh presiden muda 
yang nasionalis itu dilakukan oleh timnya. 

Baca: G30S 1965, Seberapa Keterlibatan CIA di Indonesia?  

Mantan pengawal JFK yang menderita kanker itu berujar: "seseorang dari tim 
kami... telah menembak Presiden."

Nama panggilan penembak itu, ujar mantan pengawal JFK itu adalah "Ron". 

Hingga saat ini, Lee Harvey Oswald yang dituding sebagai penembak JFK. Ia 
dikabarkan menembak JFK dari lantai enam gedung Texas School Book Depository. 

Dua hari setelah penembakan JFK, Oswald tewas ditembak oleh seorang pemilik 
klub malam, namun ada yang mengatakan dia bunuh diri dengan menembak dirinya 
sendiri. Dan hasil riset Poulgrain tentang peran eks bos CIA, Allen Dulles 
membuka tabir misteri kematian presiden yang diklaim brilian, nasionalis, dan 
antikolonialisme. 

MARIA RITA

Kirim email ke