Aksi ormas Islam dekat Borobudur: "magnet Rohingya bisa lebih kuat dari kasus 
Ahok"


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
Aksi ormas Islam dekat Borobudur: "magnet Rohingya bisa lebih kuat dar...
 Sejumlah ormas Islam berencana melakukan salat Jumat untuk Rohingya di dekat 
Candi Borobudur. Terinspirasi dari ...  |   |

  |

  |

 

   
   - 5 jam lalu
   
   - Bagikan artikel ini dengan Facebook
    
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter
    
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger
    
   - Bagikan artikel ini dengan Email
    
   - Kirim
Hak atas fotoGETTY IMAGESSejumlah ormas Islam berencana melakukan salat Jumat 
untuk Rohingya di dekat Candi Borobudur, dengan mengatasnamakan diri sebagai 
alumni 212 - nama aksi yang dilakukan Desember lalu terkait kasus penistaan 
agama yang melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias 
Ahok.Kepada BBC Indonesia, koordinator aksi Anang Imanudin mengatakan mereka 
akan melakukan salat Jumat bersama di Masjid An Nur, dua kilometer dari 
kompleks candi, untuk selanjutnya melakukan doa bersama, tausiyah dan 
penggalangan dana.Pihak kepolisian dengan tegas melarang aksi apapun di situs 
bersejarah Candi Borobudur, namun belum berkomentar terkait aksi salat Jumat di 
masjid dekat candi. Kantor berita Antara menyebut kepolisian daerah Jawa Tengah 
menetapkan siaga I dari Kamis (07/09) hingga Sabtu (09/09) terkait aksi 
ini.Suasananya sejuk dan damai, klaim Anang yang menyebut ada 300 ormas dan 
laskar dari berbagai daerah di Indonesia yang sudah menyatakan hadir.   
   - Siapa sebenarnya etnis Rohingya dan enam hal lain yang harus Anda ketahui
   - Foto-foto palsu kekerasan di Myanmar yang memperparah ketegangan
Dia menampik tuduhan bahwa pihaknya ingin menyudutkan umat Buddha di Indonesia. 
Sebelumnya, ada informasi yang berbedar di media sosial mengklaim bahwa aksi 
itu ingin 'mengepung Candi Borobudur.'"Tuntutannya kami ingin pemerintah 
Indonesia bersikap tegas, usir duta besar Myanmar dari Indonesia, memutus 
hubungan bilateral dengan Myanmar, dan menggugat PBB dan organisasi HAM 
internasional," jelasnya. Lokasi dekat candi dipilih, menurutnya, karena ingin 
menarik perhatian dunia.Hak atas fotoANANG IMANUDINImage captionAlumni 212 
mengklaim aksi di dekat Candi Borobudur bukan untuk sudutkan
'Magnet yang lebih besar dari kasus penistaan agama'
Anang menyebut bahwa gerakan ini diinisiasi oleh sejumlah alumni gerakan 212 - 
sebuah aksi protes besar-besaran di Jakarta terkait kasus penistaan agama yang 
membelit Ahok dalam masa pilkada.Sedemikian terinspirasinya, mereka ingin 
konsep yang sama ditiru di Yogyakarta dan malah menganggap aksi ini harusnya 
bisa setidaknya menyamai 212.   
   - Kekerasan Rohingya: Apa yang harus dilakukan warga Indonesia?
   - Krisis Rohingya, mengapa ASEAN tidak mampu berperan?
"Ini hasil dari gelombang perasaan yang sama, saya pikir saya cukup opimistis, 
kemarin saya di telpon itu menangis, dari berbagai penjuru telepon saya mereka 
membayangkan kekejaman itu apabila itu terjadi kepada orang tuanya kepada 
anaknya. Mereka tergerak untuk benar-benar memprotes ini," papar 
Anang."Sehingga magnet ini sangat kuat, bahkan ini bisa lebih kuat dari magnet 
ketika Ahok hanya menghina Al-quran waktu itu."Jadi apakah Anda merasa aksi ini 
harusnya jauh lebih besar dari aksi 212?"Ini sudah kejahatan kemanusiaan dan 
ini riil terjadi pembantaian yang biadab. Besar tidaknya saya kira relatif 
juga. Semua porsi masing-masing, kalau itu kan Alquran juga, saya juga tidak 
bisa mengatakan bahwa Alquran lebih tidak lebih penting dari pembantaian. Tapi 
ini magnet yang besar juga untuk orang berpartisipasi," aku Anang.

Kirim email ke