Pembangunan Pertanian Jokowi untuk Siapa?

JAKARTA, GRESNEWS.COM – Niatan mengalihkan subsidi BBM ke arah pembangunan 
infrastruktur khususnya sektor pertanian dikhawatirkan tidak akan berdampak 
besar menaikan taraf kesejahteraan rakyat kecil yang utamanya adalah buruh 
tani, petani tak bertanah, petani gurem, nelayan, masyarakat adat dan 
buruh.Kepala Departemen Kampanye dan Kajian Konsorsium Pembaruan Agraria Galih 
Andreanto mengatakan, subsidi yang akan diarahkan kepada sektor pertanian tak 
menyasar persoalan utama petani saat ini yaitu soal penguasaan tanah. 
“Tanah-tanah di Indonesia dominan dikuasai oleh perusahaan sawit, properti, 
kawasan hutan, konsesi tambang yang intinya tidak dikuasai oleh rakyat,” 
ujarnya dalam siaran pers yang diterima Gresnews.com, Minggu (10/11).Maka, kata 
Galih, sasaran membangun infrastruktur pertanian pun harus dipertanyakan. 
Apakah menyasar petani tak bertanah atau petani gurem atau untuk korporasi 
pertanian/perkebunan?“Misalnya membangun waduk, harus diperiksa siapa yang 
menguasai tanah di sekitar waduk tersebut. Jangan sampai yang menerima manfaat 
airnya justru korporasi raksasa di bidang pertanian atau perkebunan,” 
ujarnya.Ia menyarankan, sebaiknya subsidi BBM dialihkan untuk memeratakan 
penguasaan tanah yang timpang. Sesuai dengan janji Jokowi-JK di Dokumen 
Nawacita yang berniat membagikan 9 juta hektare lahan pertanian. Galih 
mengusulkan, lebih baik tahapan mensejahterakan rakyat adalah melalui pembagian 
tanah itu kepada petani tak bertanah baru kemudian membangun 
infrastruktur.“Agar sasaran pembangunan infrastruktur terarah bagi 
kesejahteraan rakyat dan menyelamatkan rejeki rakyat kecil bukan menambah 
kesejahteraan orang-orang yang sudah kaya,” ujarnya.Presiden Joko Widodo 
(Jokowi) memang berencana mengalihkan dana APBN sebesar Rp300 triliun anggaran 
subsidi BBM ke arah yang lebih produktif, diantaranya untuk pembangunan 
infrastruktur pertanian. “Ini bukan besar lagi, tapi sangat besar. Ini yang 
ingin kita alihkan, dari konsumtif ke produktif,” ujar Jokowi, Jumat (7/11) 
lalu.Di sektor pertanian, pemerintah akan membangun sawah, memberikan benih dan 
pupuk untuk petani. “Irigasi dan infrastruktur waduk juga dibangun untuk 
petani. Dalam rencana kita 5 tahun ke depan, kita akan bangun 25-30 waduk dan 
dump. Januari-Februari ada 5. Lalu bulan Juni-Juli ada 6. Jadi 11. Tahun 
depan,” kata Jokowi.Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, tujuan 
membangun waduk dan irigasi ini adalah untuk bisa mencapai swasembada pangan. 
“Kalau irigasi kita rusak dan diperbaiki, itu akan meningkatkan produksi 30%, 
sudah ada hitungannya. Kalau waduk dibangun, maka naik lagi,” jelasnya.Jokowi 
mengatakan, pemerintah pusat saat ini hanya mengerjakan waduk, sementara 
irigasinya dikerjakan pemerintah daerah. “Ini nggak nyambung, nanti irigasi ada 
tapi waduknya belum siap. Atau waduknya selesai tapi irigasinya tidak. Ini 
masalah di lapangan,” papar Jokowi. (dtc)Sumber: Pembangunan Pertanian Jokowi 
untuk Siapa?
  
|  
|   |  
Pembangunan Pertanian Jokowi untuk Siapa?
 By gresnews.com Maka, kata Galih, sasaran membangun infrastruktur pertanian 
pun harus dipertanyakan. Apakah menyasar petani tak ...  |  |

  |

 

Kirim email ke