Gambar anjing dengan kutipan Alquran beredar di Afghanistan, AS minta maaf 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41174129 6 September 2017

 Bagikan artikel ini dengan Facebook 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41174129#  Bagikan artikel ini dengan 
Twitter http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41174129#  Bagikan artikel ini 
dengan Messenger http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41174129#  Bagikan artikel 
ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=http%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Fdunia-41174129
  Kirim http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41174129#share-tools




 Hak atas fotoREUTERSImage captionUmat Islam menganggap anjing sebagai hewan 
yang kotor. Militer Amerika Serikat di Afghanistan meminta maaf atas brosur 
propaganda dengan gambar yang menghina umat Islam.
 Brosur yang disebar di Provinsi Parwan, Afghanistan sebelah utara, disebutkan 
dilengkapi dengan gambar anjing putih dengan kutipan dari kitab suci Alquran 
yang dituliskan di tubuhnya.
 Anjing merupakan hewan yang dianggap kotor dalam agama Islam dan menghubungkan 
gambar hewan itu dengan naskah suci membuat marah banyak warga Afghanistan.
 Trump tolak tarik pasukan militer AS dari Afghanistan 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41008727 Taliban kirim surat terbuka ke 
Presiden Donald Trump, apa isinya? http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40940261 
Mengapa militer AS keluarkan dana triliunan rupiah untuk beli Viagra? 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah-40814252 Dalam pernyataannya, seorang 
komandan senior Amerika Serikat, Mayor Jenderal James Linder, mengatakan 
terjadi kesalahan sehingga gambar seperti itu masuk ke dalam brosur.
 "Saya sepenuhnya meminta maaf. Kami secara mendalam amat menghormati Islam dan 
rekan Muslim kami di seluruh dunia," tuturnya dan menambahkan penyelidikan 
sedang berlangsung untuk mengetahui penyebab kesalahan itu dan meminta 
pertanggungjawaban pihak yang terlibat.
Hak atas fotoREUTERSImage captionSebagian besar anggota pasukan internasional 
di Afghanistan berasal dari negara-negara yang bukan berbudaya Islam. Namun 
Gubernur Provinsi Parwan, Mohammad Hasem, berpendapat brosur itu tidak 
termaafkan.
 "Mereka yang terlibat dalam kesalahan yang tidak termaafkan dalam penerbitan 
ini, bagian propaganda atau media dari pasukan koalisi harus diadili dan 
dihukum," tegasnya seperti dikutip kantor berita Reuters.
 Sementara kelompok militan Islam Taliban mengatakan brosur tersebut 
memperlihatkan 'kebencian Amerika Serikat' terhadap Islam dan membuat jelas 
'bahwa perang ini adalah perang antara Islam dan kafir."
 Insiden ini memperlihatkan salah satu tantangan yang dihadapi pasukan 
internasional di Afghanistan, yang sebagian besar berasal dari negara-negara 
yang bukan berbudaya Islam.
Hak atas fotoPAImage captionMayor Jenderal James Linder mengatakan penyelidian 
sedang dilangsungkan untuk mencari pihak yang bertanggungjawab dalam kesalahan 
brosur. Terlepas dari upaya militer dunia Barat untuk mencegah munculnya 
sentimen antiorang asing, sejumlah insiden terjadi juga.
 Tahun 2012, misalnya, komandan pasukan AS juga pernah meminta maaf karena 
kitab Alquran dan naskah suci lainnya dibakar secara tidak sengaja di pangkalan 
udara Bagram di dekat ibu kota Kabul.
 Akibatnya marak unjuk rasa besar-besaran di Kabul dan wilayah lain di 
Afghanistan yang diwarnai kekerasan dan menyebabkan jatuh beberapa korban jiwa.
 Pimpinan kelompok ISIS di Afghanistan tewas serangan militer 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-39841207 Serangan Taliban tewaskan 130 
orang, Afghanistan gelar hari berkabung nasional 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-39683295 Tentara AS tewaskan tokoh penting 
ISIS http://www.bbc.com/indonesia/dunia-39676988 Pernah pula beredar video yang 
memperlihatkan seorang marinir Amerika Serikat mengencingi jenazah petempur 
Taliban, yang memicu kecaman meluas dan sidang pengadilan dengan dakwaan 
kriminal.
 Dalam insiden terbaru ini, dilaporkan bahwa brosur menggunakan ilustrasi 
gambar singa serta anjing dan di atasnya ada pesan agar warga melaporkan para 
pemberontak ke pihak berwenang.
 "Rebut kembali kebebasan Anda dari anjing-anjing teroris dan bekerja sama 
dengan pasukan koalisi sehingga mereka bisa menyasar musuh Anda dan 
menghancurkannya," seperti dilaporkan Reuters.
 Pasukan koalisi dan pemerintah Afghanistan memang melancarkan operasi 
informasi untuk membujuk warga setempat memberi tahu keberadaan pengikut 
Taliban dan kelompok-kelompok pemberontak lainnya.


 
 
 

Kirim email ke