Pada Kamis, 7 September 2017 18:55, Mohammad Kasim <[email protected]>
menulis:
TOP NEWS | TERKINI | RILIS PERS | RSSKetentuan PenggunaanTentang KamiTWITTER |
FACEBOOK | REGISTER | SIGN INKamis, 7 September 2017
- HOME
- NASIONAL
- INTERNASIONALASIAOSEANIAAMERIKAEROPATIMUR TENGAHAFRIKA
- EKONOMI
- OLAHRAGA
- HIBURAN
- TEKNOLOGI
- WARTA BUMI
- ARTIKEL
- OTOMOTIF
- FOTO
- ANTARA TV
- ENGLISH
Suu Kyi: Myanmar berusaha lindungi semua penduduk di daerah konflik
Kamis, 7 September 2017 21:21 WIB | 1.120 ViewsPemimpin Myanmar Aung San Suu
Kyi (REUTERS/China Daily )Yangon/Coxs Bazar (ANTARA News) - Pemimpin Myanmar
Aung San Suu Kyi mengatakan bahwa pemerintahnya melakukan yang terbaik untuk
melindungi semua penduduk di daerah Rakhine yang dilanda perselisihan, Kamis.
Diperkirakan jumlah Muslim Rohingya yang telah melarikan diri ke Bangladesh
melonjak 18.000 orang dalam satu hari menjadi 164.000.
Suu Kyi tidak merujuk secara khusus kepada eksodus minoritas Rohingya, yang
dipicu serangan gerilyawan pada 25 Agustus dan serangan balik militer, namun
mengatakan bahwa pemerintahannya berusaha semaksimal mungkin untuk mengurus
semua warga negara.
Kritikus Barat telah menuduh Suu Kyi tidak berbicara untuk penduduk Rohingya
berkisar 1,1 juta orang yang telah lama mengeluhkan penganiayaan dan dilihat
oleh banyak penduduk di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha sebagai orang
Bangladesh.
Beberapa orang telah meminta Hadiah Nobel Perdamaian yang dimenangkannya pada
1991 sebagai jagoan demokrasi untuk dicabut.
"Kami harus mengurus warga kami, kami harus mengurus semua penduduk yang berada
di negara kami, apakah mereka warga negara kami atau tidak," uajr Suu Kyi
kepada rekan televisi Reuters Television di India, Asian News International.
"Tentu saja, sumber daya kami tidak lengkap dan memadai seperti yang kami
inginkan, tapi kami tetap berusaha sebaik mungkin dan kami ingin memastikan
bahwa setiap penduduk berhak mendapatkan perlindungan hukum," katanya saat
menjamu Perdana Menteri India Narendra Modi yang bertolak ke Yangon.
Suu Kyi pada Selasa menyalahkan kelompok "teroris" karena "gunung es terbesar"
penyebab kesalahan informasi atas perselisihan di wilayah barat laut Rakhine,
namun dirinya tidak menyebutkan tentang Rohingya yang telah melarikan diri.
Dia mendapat tekanan dari negara-negara dengan populasi Muslim, dan pada minggu
ini Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Antonio Guterres memperingatkan bahwa
ada risiko pembersihan etnis di Myanmar yang dapat mengganggu kestabilan
kawasan tersebut.
Myanmar telah mengatakan bahwa pihaknya sedang bernegosiasi dengan China dan
Rusia untuk memastikan bahwa mereka memblokir setiap kecaman Dewan Keamanan
atas krisis tersebut.
Suu Kyi mengatakan situasi di Rakhine telah sulit selama beberapa dekade dan
oleh karenanya agak tidak masuk akal untuk berharap pada pemerintahannya, yang
telah berkuasa hanya dalam waktu 18 bulan untuk menyelesaikan perkara tersebut,
demikian Reuters melaporkan.
(Uu.SYS/KR-DVI/S027)
Editor: SuryantoCOPYRIGHT © ANTARA 2017Berita Lainnya
Myanmar diduga tanam ranjau di rute pengungsian Rohingya
Dunia terus menekan Aung San Suu Kyi
Suu Kyi dan Myanmar hadapi kemarahan soal krisis Rohingya
Malala Yousafzai kritik Aung San Suu Kyi soal krisis Rohingya
Formula 4+1 dari Indonesia untuk Myanmar demi atasi Krisis Rohingya
Menlu Retno bertemu Aung San Suu Kyi
Indonesia diminta jadi inisiator penyelesaian konflik Rohingya
PKB surati Aung San Suu Kyi terkait Rohingnya
Komentar Pembaca500 Karakter TersisaTopik Pilihan#
Sindikat Saracen Penyebar isu SARA
#
SEA Games 2017
#
Kasus Novel Baswedan
#
Penerbitan Perppu Ormas
#
Krisis Diplomatik Qatar
#
Kasus Korupsi e-KTP
#
Operasi Pemberantasan Pungli
#
ANTARA Doeloe
Konflik Kemanusiaan RohingyaPeneliti: waspadai provokasi kelompok radikal
terkait RohingyaSuu Kyi: Myanmar berusaha lindungi semua penduduk di daerah
konflikAksi kemanusiaan belum padamkan konflik RohingyaBorobudur tetap
beroperasi selama Aksi Solidaritas RohingyaMuhammadiyah Aid bangun pasar
rekonsiliasi di MyanmarTerpopuler
- Korut ancam kirim "paket hadiah lebih banyak lagi" untuk AS 10.681 views
- Korea Utara pesta pora rayakan sukses uji Bom Hidrogen 9.618 views
- Cuitan Malala soal Rohingya-Suu Kyi dikritik netizen Myanmar 4.070 views
- Dunia terus menekan Aung San Suu Kyi3.876 views
- Demonstran tuntut pengusiran Dubes Myanmar di Indonesia 3.817 views
Top NewsSuu Kyi: Myanmar berusaha lindungi semua penduduk di daerah
konflikBangladesh makamkan warga Rohingya korban penembakan di MyanmarXi-Trump
bicarakan krisis Korea melalui teleponCuitan Malala soal Rohingya-Suu Kyi
dikritik netizen MyanmarPengungsi Rohingya dekati 150.000, PBB ingatkan risiko
bencanawww.antaranews.com
Copyright © 2017Top NewsFokus
BeritaNasionalInternasionalEkonomiOlahragaHiburanTeknologiWarta
BumiArtikelFotoTVOtomotifBolaForum PembacaRilis PersGoogle+Ketentuan
PenggunaanTentang KamiJaringanPedomanTwitterFacebookRSS
-
-
-
-
-
-
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.