----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Jumat, 15 September 2017 03.06.16 
GMT+2Judul: [GELORA45] Jokowi Tak Mungkin Kalah
     


Jokowi Tak Mungkin Kalah

 

POLITIK  JUM'AT, 15 SEPTEMBER 2017 , 03:56:00 WIB

http://politik.rmol.co/read/2017/09/15/307166/Jokowi-Tak-Mungkin-Kalah-

 

TAHUN depan (2018) Indonesia memasuki gerbang tahun politik, dan semua parpol 
serta capres telah bersiap untuk duel pada 2019. Jokowi dipastikan akan kembali 
mencalonkan diri dengan pasangan cawapres yang berbeda. Mengingat usia JK yang 
tak lagi potensial sehingga wajar Jokowi mencari yang lain.

 
BERITA TERKAIT
 
Jokowi Harus Waspada Jika Parpol Pendukung Tiba-Tiba 'Mbalelo' Jelang 
Pendaftaran
 
Prabowo Tetap Bisa Menang Pilpres, Meski Jokowi Tiap Hari Tampil di Media
 
PT 20 Persen Bisa Jadi Jebakan Untuk Jokowi


|  

 |


 

Meski kalah dalam pilkada DKI yang lalu, Jokowi dipastikan masih kandidat tak 
terkalahkan dalam pilpres 2019. Pilkada DKI tidak bisa dijadikan ukuran 
kemenangan dalam pilpres, Indonesia DKI saja. Koalisi parpol dalam pilkada dan 
pilpres akan berubah seiring perkembangan politik nasional.

Hingga saat ini belum ada kandidat Presiden yang mampu mendekati elektabilitas 
Jokowi. Walaupun sempat rebound akan tetapi elektabilitas terus meningkat dari 
hari ke hari. Parpol yang baru lahir dan ikut demokrasi pada 2019 mendatangpun 
dipastikan mendukung Jokowi, perindo dan PSI misalnya.

Selain itu Jokowi memiliki media nasional dan lokal yang pembaca dan 
penontonnya terbanyak. Pembaharuan akan terus dilakukan media-media sehingga 
lambat tapi pasti elektabilitas Jokowi akan terus meningkat. Puncaknya sulit 
menandingi elektabilitasnya bahkan mustahil mengalahkannya.

Usaha-usaha menjatuhkan elektabilitas Jokowi akan terhadap UU ITE maupun pasal 
penghinaan. Konstelasi politik 2018-2019 tidak akan sedahsyat pilpres 2014 
dimana Jokowi belum menjabat Presiden pada saat itu. Saat ini Jokowi kandidat 
petahan yang memiliki amunisi disegala lini.

Hingga saat ini belum ada isu besar yang mampu mengurangi elektabilitas Jokowi 
secara signifikan. Jokowi mampu membuat kebijakan populer dan menutupi 
kesalahan kebijakan melalui networknya media. Itulah mengapa Jokowi dipastikan 
akan terpilih lagi pada pilpres 2019.

Kekuataan Jokowi hari ini dan 2019 akan berevolusi menuju peningkatan. Tiga 
komponen penting dalam demokrasi saat ini dalam genggamannya. Parpol, pengusaha 
dan media, tiga kekuatan yang akan mengantarkan Jokowi terpilih untuk periode 
selanjutnya. Itulah realitas yang harus dihadapi siapapun lawannya kelak.

Asumsi dan hitungan pengamat politik bahkan mengatakan bahwa Jokowi belum tentu 
kalah bila lawannya 4 khalifah (Umar, Usman, Abu Bakar, Ali). Itu artinya 
Jokowi sebaiknya menang tanpa lawan, lebih efisien dan efektif. Tak seorang pun 
di Indonesia yang akan mampu mengalahkan Jokowi.

Apakah ilustrasi itu akan meyudahi pertarungan pilpres 2019? Ada pemikiran 
sebaiknya sudahi perlawanan dan ada pula yang tetap yakin Jokowi masih bisa 
dikalahkan. Politik memang ketidakpastian namun menyadari realistis itu penting 
agar tidak menjadi pecundang. 

Lawan-lawan politik Jokowi sudah bisa istirahat pada pilpres 2019 dan kembali 
mengikuti pilpres setelah periode kedua Jokowi. Hal itu dirasa lebih realistis 
dan efisien sehingga pilpres berjalan lebih sejuk. Jokowi sebaiknya tak perlu 
lagi kampanye dan fokus melanjutkan program-program yang akan dilaksanakan.

Masih pentingkah pilpres dilaksanakan, masih pantaskah milayaran dikeluarkan 
untuk membiayai pilpres. Hal itu terkait dominannya Jokowi dibandingkan 
kandidat lain yang terdengar selama ini. Jokowi tak terkalahkan kecuali oleh 
perubahan konstitusi, usia, dan ketidakinginan diri sendiri. Siapapun yang 
berhadapan dengan Jokowi pada pilpres 2019 akan merasakan kalah.

Perubahan konstitusi yang saya maksud ialah ada giliran bagi capres. Bila 
kandidat pulau Jawa telah menang maka pilpres selanjutnya dirotasi dari pulau 
Sumatera atau pulau lainnya. Rotasi kandidat perpulau dirasa perlu agar tidak 
terjadi dominasi satu pulau. Selama ini selalu akan menang kandidat yang 
berasal dari pulau Jawa.

Belum rasionalnya pemilih kita sehingga perlu regulasi rotasi berdasarkan jatah 
seperti Presiden Singapura. Bila tidak demikian maka Jokowi tak terbendung lagi 
pada pilpres 2019. [***]

 
    

Kirim email ke