Dugaan kongkalikong Trump dengan Rusia, penyelidik minta dokumen Gedung Putih

  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
Dugaan kongkalikong Trump dengan Rusia, penyelidik minta dokumen Gedung Putih
 Salah satunya adalah dokumen Trump yang diduga menyebut direktur FBI 'gila' 
kepada pejabat Rusia.  |   |

  |

  |

 
   
   - 21 September 2017
   
   - Bagikan artikel ini dengan Facebook
    
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter
    
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger
    
   - Bagikan artikel ini dengan Email
    
   - Kirim
Penyelidik kasus dugaan campur tangan Rusia dalam Pemilu Amerika Serikat 
dilaporkan sedang mengumpulkan data di Gedung Putih selama kepemimpinan 
Trump.Dokumen terkait pemecatan direktur FBI oleh Donald Trump dan pertemuan 
putra Trump dengan seorang pengacara asal Rusia, menjadi target pengumpulan 
data ini.Media setempat menyatakan kepala komite khusus penyelidik kasus ini, 
Robert Mueller, menyasar 13 peristiwa di Gedung Putih yang berkaitan dengan 
dugaan kongkalikong Trump dengan Rusia.Presiden Amerika Donald Trump sendiri 
telah berkali-kali menyebut dugaan keterlibatan Kremlin dalam pemilu Amerika 
sebagai berita bohong.   
   - Trump ‘berbagi informasi rahasia dengan Rusia’
   - Menantu Trump pernah 'bahas jalur rahasia dengan Rusia'
Merujuk laporan yang ditulis New York Times dan Washington Post, Rabu (20/09) 
malam, Mueller juga berniat untuk menelisik dokumen terkiat pemecatan Michael 
Flynn, penasehat kemanan nasional pertama yang diangkat Trump.Lebih jauh lagi, 
Mueller juga dikabarkan mencari data rapat di Ruang Oval di mana Trump berkata 
kepada sejumlah pejabat Rusia bulan Mei lalu, bahwa langkahnya memecat James 
Comey, direktur FBI yang disebutnya sebagai direktur 'gila' telah membuat sang 
presiden terbebas dari "beban yang sangat berat".Hak atas fotoAFPImage 
captionMueller mengumpulkan berbagai data dari Gedung Putih.Selain itu, komite 
khusus ini meminta dokumen jawaban Gedung Putih terhadap tuduhan pertemuan 
antara Donald Trump Jr dengan seorang pengacara Rusia di Trump Tower, Juni 2016 
lalu.Putra tertua Trump disebut membocorkan informasi "merusak" tentang saingan 
ayahnya dalam Pilpres, Hillary Clinton, kepada Rusia.Pengacara Trump, Ty Cobb, 
menjanjikan kepada Mueller bahwa dia akan memberikan sejumlah dokumen yang 
diminta tersebut minggu ini."Kami tidak bisa berkomentar terkait permintaan apa 
saja yang diajukan atau pembicaraan kami dengan dewan khusus," tegas Cobb.   
   - Pemerintahan Trump 'dusta' tentang FBI, kata James Comey
   - Pelobi Rusia hadiri pertemuan dengan Trump Jr
Washington Post melansir, Mueller juga meminta seluruh email dan dokumen Gedung 
Putih yang berkaitan dengan Paul Manafort, mantan kepala kampanye 
Trump.Manafort sendiri mengundurkan diri dari kampanye Trump beberapa saat 
menjelang pemilu, setelah mengemuka tuduhan bahwa salah satu pekerjaannya 
dengan partai politik Ukraina, ternyata terkait dengan pemerintahan Rusia.Awal 
minggu ini, CNN dan CBS News menyatakan bahwa Manafort pernah disadap FBI 
karena diduga terkait dengan Moskow.Hak atas fotoGETTY IMAGESImage 
captionManafort tidak mau berkomentar terkait pemberitaan bahwa dirinya pernah 
disadap FBI.Agen FBI Juli lalu menggeledah kediaman Manafort di Washington 
DC.Sejumlah komite yang dibentuk oleh DPR dan Departemen Kehakiman Amerika 
sedang menunggu hasil temuan badan intelijen Amerika terkait dugaan upaya 
peretasan yang dilakukan pihak Rusia saat Pilpres Amerika November lalu, yang 
bertujuan untuk memenangkan Trump.Kremlin selama ini membantah seluruh tuduhan 
itu.

Kirim email ke