*Di pulau Seram, di tempat yang namanya Bula, sejak permulaan tahun 1940
sudah diambil minyak oleh BPM. Kemudian diteruskan setelah perang dunia II,
lalu ceritanya diambil alih oleh Pertamina dan agaknya dijual kepada
beberapa perusahaan seperti :*PT Karlez dan PT Citic Seram Energy Limited
(CSEL)

”

”*Meskipun sudah lebih dari 16 juta barel minyak tersedot dari perut bumi
Bula -sejak ditemukan pada abad ke-19- namun kemiskinan di daerah itu belum
teratasi.*

*Mayoritas penduduk Bula yang muslim, berharap pemisahan wilayah mereka
dari Maluku Tengah dua tahun silam, bakal membawa perubahan besar bagi
kesejahteraan mereka. Di bawah nama kabupaten baru, Seram Bagian Timur,
warga Bula menyandangkan impian kemakmuran mereka, sebagai daerah penghasil
minyak bumi di Provinsi Maluk*u.”
*(http://migasnet07fahri8063.blogspot.se/2010/01/mengendus-sumur-minyak-peninggalan.html
<http://migasnet07fahri8063.blogspot.se/2010/01/mengendus-sumur-minyak-peninggalan.html>)*

”“*Jika memang ditemukan adanya penyimpangan atau penyalahgunaan ataupun
kesengajaan yang menyebabkan masyarakat di Kota Bula terkungkung dalam
kemiskinan, padahal ada dua perusahaan minyak besar yang beroperasi di
situ, maka Kejaksaah
<http://www.tribun-maluku.com/2015/12/citic-dan-kalrez-masuk-radar-kejati-maluku.html>akan
mengambil langkah hukum yang dianggap perlu,” tandasnya.*

( h*ttp://www.tribun-maluku.com/2015/12/citic-dan-kalrez-masuk-radar-kejati*
<http://www.tribun-maluku.com/2015/12/citic-dan-kalrez-masuk-radar-kejati>

*Hukum <http://www.tribun-maluku.com/search/label/Hukum> n *)


http://www.antaranews.com/berita/655778/pemerintah-resmikan-bbm-satu-harga-di-seram-bagian-barat
*Pemerintah resmikan BBM satu harga di Seram Bagian Barat*

Minggu, 1 Oktober 2017 15:55 WIB | 1.528 Views

Pewarta: Kelik Dewanto


Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah akan meresmikan Program BBM Satu Harga
di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, pada
Senin (2/10).

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama
Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam keterangan tertulisnya di Jakarta,
Minggu mengatakan pada Senin (2/10), akan menjadi hari bersejarah bagi
warga Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

"Bukan tanpa alasan, mengingat di wilayah ini (Senin) besok akan diresmikan
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mini Amalatu, yang akan
menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar dengan harga
yang sama sebagaimana di Pulau Jawa," katanya.

SPBU mini yang terletak di Dusun Wailey, Desa Latu, Kecamatan Amalatu,
Kabupaten Seram Bagian Barat ini rencananya akan diresmikan oleh Direktur
Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) Ego Syahrial.

Direncanakan hadir pula dalam acara peresmian Bupati Seram Bagian Barat.

Peresmian SPBU Mini Amalatu merupakan bagian dari Program BBM Satu Harga,
yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 2016.

Program BBM Satu Harga bertujuan agar harga BBM yang sama dapat dinikmati
oleh rakyat di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan timur dan daerah
tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sesuai peta jalan (roadmap) BBM Satu Harga, pada 2017 akan didirikan 54
lembaga penyalur.

Hingga saat ini telah beroperasi 24 lembaga penyalur dan Amalatu adalah
yang ke-25.

Ego mengungkapkan pada Oktober 2017, akan ada lagi empat lembaga penyalur
yang akan beroperasi.

"Sepanjang Oktober 2017, rencananya akan ada empat lembaga penyalur yang
beroperasi, yaitu di Kalimantan Barat, Bali, Sulawesi Tengah dan Sulawesi
Utara," ujarnya.

Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero), lanjutnya, berkomitmen menambah
jumlah penyalur BBM di seluruh Indonesia guna mewujudkan program BBM Satu
Harga untuk mendorong perkembangan perekonomian di daerah.

Program BBM Satu Harga telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 36
Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu
dan Jenis BBM Khusus Penugasan Secara Nasional, yang berlaku sejak 1
Januari 2017.

Editor: Tasrief Tarmizi

Kirim email ke