ehehehehehe

https://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/najwa-syihab-ternyata-anak-habib-rizieq.htm#.WdICjtFx12E



Najwa Syihab Ternyata Anak Habib Rizieq



Redaksi – Sabtu, 4 Zulhijjah 1438 H / 26 Agustus 2017 07:47 WIB

Eramuslim.com – Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab adalah benar
keturunan dari Rasulullah SAW,dan beliau pun pernah mengeluarkan pernyataan
tentang silsilah dan keturunan Rasulullah SAW, inilah perkataannya :

“garis keturunan bukan untuk tujuan pamer. Jika itu adalah tujuan, maka
harus merupakan kesombongan, dan itu adalah dosa,”

Habib Husein Shihab (alm), ayah Habib Muhammad Rizieq Shihab. Habib Husein
Shihab telah menghimpun para pemuda Arab untuk mengabdi pada bangsa melalui
bidang kepanduan.pada tahun 1937 mendirikan PAI atau Pandu Arab Indonesia.

Sebuah perkumpulan kepanduan yang didirikan orang Indonesia berketurunan
Arab yang berada di Jakarta, yang selanjutnya menjadi PII atau Pandu Islam
Indonesia.

Di dalam diri Habib Rizieq Syihab mengalir darah Arab dan juga Betawi,
status sosial beliau juga sebagai keturunan Habib dan mengaku sebagai
keturunan ke-38 Nabi Muhammad SAW.

Sebutan lain dari Habib adalah Sayyid. Sayyid (jamak dari Sadah) adalah
kata yang berasal dari bahasa arab, yang artinya tuan. Sharif (jamak dari
Sharaf) yang artinya dihormati adalah sinonim dari Sayyid. Sayyid adalah
gelar dan tertuju kepada seseorang atau kelompok.

Gelar ini identik untuk laki-laki, untuk perempuan adalah Sayyidah atau
Syarifah. Sayyid tertuju kepada orang arab, khususnya yang mengklaim
sebagai keturunan Nabi Muhammad melalui cucu Beliau, Husein (anak dari
Fatimah Az-Zahrah dan Ali bin Thalib).

Beliau menikah pada 11 September 1987 dengan Syarifah Fadhlun yang masih
berasal dari keluarga dan kalangan Habib. Dari hasil pernikahannya, Beliau
dikarunia lima orang anak : Rufaidah Syihab, Humairah Syihab, Zulfa Syihab,
Najwa Syihab, dan Mumtaz Syihab. Kelima anaknya disekolahkan di Jami’at
Khair, dan juga didatangkan guru privat (ilmu agama dan umum).

Selain berjualan minyak wangi dan perlengkapan shalat, Habib Rizieq juga
berdakwah dan mengajar di Jami’at Khair.

Di rumahnya setiap malam Jum’at diadakan pengajian yang dimulai dari pukul
17.30 sampai 20.30, wirid yang dilafadzkan adalah Wirid al-Lathif dan Ratib
Al-Haddad. Dua macam wirid ini populer di kalangan tarekat Haddadiyah ,
yang namanya diambil dari Sayyid atau Habib Abdullah al-Haddad, yang
dinisbahkan kepada Imam Alawi bin Ubaidillah putra Imam Ahmad al-Muhajir
yang dipandang sebagai founding father kaum Hadhrami, kelompok Sayyid yang
berasal dari Hadramaut, Yaman Selatan.

Tarekat yang dianut oleh para Habaib adalah tarekat Alawiyyin/Alawiyyah,
yang berasal dari kata Ba Lawi yaitu suatu marga yang berasal Sayyid
Muhammad bin Alawi. Tarekat ini berbeda dengan tarekat lain pada umumnya,
perbedaan itu dapat dilihat dari praktiknya yang tidak menekankan segi
riyadhah (olah rohani) dan kezuhudan melainkan lebih menekankan kepada
amal, akhlak, dan beberapa wirid serta dzikir ringan.

Dari perspektif sejarah, kelompok Sayyid yang sekarang ada di Indonesia
berasal dari Hadramaut. Hadramaut adalah salah satu provinsi di Yaman
Selatan.

Seperti juga Habib Muhammad Rizieq Shihab, ayahnya itu juga sangat cekatan
dalam memimpin dan memberikan pengarahan kepada para pemuda yang tergabung
dalam Pandu Arab Indonesia. Saya, yang juga menjadi anggota pandu ini lebih
setengah abad lalu, membandingkan penampilan sang ayah dengan putranya yang
kini memimpin ratusan ribu massa FPI — menurut Habib Muhammad Rizieq Shihab
anggota FPI di Indinesia sekitar lima juta orang.

Sangat jauh berbeda dengan penampilan sang ayah yang sering memakai jas dan
dasi, putranya ini selalu mengenakan jubah dan sorban. ”Ayah saya memang
modern dan orangnya sangat berbaur,” kata Habib Muhammad Rizieq Shihab,
kelahiran Agustus 1965. Wajah Habib Rizieq hampir sama dengan wajah
almarhum ayahnya.

Habib Rizieq mengaku ketika ayahnya meninggal dunia tahun 1966, dia baru
berusia 11 bulan. ”Jadi saya mengenalnya hanya dari foto,” katanya.

Sang ayah yang lahir tahun 1920-an, sebelum meninggal di Polonia,
Jatinegara, berkata kepada seorang anggota keluarganya, ”Tanyakan kepada
putra saya ini, kalau sudah besar mau menjadi ulama atau jagoan. Kalau mau
jadi ulama, didik agamanya dengan baik. Kalau mau jadi jagoan, berikan dia
golok.”

Sejak itu, Habib Muhammad Rizieq Shihab dipindahkan ke Jati petamburan dan
terakhir lulus Riyadh University (kini King Saud University) Arab Saudi.

Menurut sejumlah teman almarhum Habib Husein Shihab yang kini rata-rata
berusia diatas 80 tahun, pemimpin Pandu Arab ini pernah bekerja di Rode
Kruis (kini Palang Merah Indonesia) pada masa kembalinya Belanda setelah
proklamasi kemerdekaan.

Habib Husein, yang ketika itu masih berusia 20 tahunan, bekerja di bagian
logistik. Di sini dia punya hubungan dengan para pejuang kemerdekaan. Dia
banyak memberikan makanan dan pakaian untuk para pejuang yang ketika itu
bergerilya di Jakarta dan sekitarnya.

Rupanya pihak NICA (tentara Belanda) mengendus tingkah lakunya itu, karena
ada kawannya sendiri yang tega mengkhianatinya dan melaporkannya pada NICA.
Tanpa ampun lagi, Husein Shihab pun ditangkap. Kedua tangannya diikat dan
ia diseret dengan kendaraan jip.

Di penjara dia divonis hukuman mati oleh Belanda. Tapi, Habib Husein Shihab
berhasil kabur dari penjara dan melompat ke Kali Malang. Dia selamat,
meskipun bagian pantatnya tertembak. Dia sadar setelah sebelumnya mendapat
pertolongan dari KH Nur Ali, pejuang Bekasi yang sangat ditakuti NICA.

Suatu hari, Habib Muhammad Rizieq Shihab memperlihatkan foto ayahnya dengan
istri Bung Karno, Fatmawati, dalam suatu upacara pada awal kemerdekaan. Dia
menyatakan bangga, ayahnya punya semangat nasionalisme yang tinggi dan ikut
membakar para pemuda Arab melawan Belanda melalui Pandu Arab Indonesia.

Ayah Habib Husein Shihab, Habib Muhammad Shihab, dahulu pernah memiliki
ratusan delman dan memiliki istal kuda di depan RS Pelni. Delman yang
bertrayek Tanah Abang ke Kebayoran Lama ini pernah diganggu oleh preman
yang mengaku anak buah si Pitung, jagoan Betawi yang dibenci Belanda.

Seperti dituturkan Habib Muhammad Rizieq, kakeknya itu langsung menemui
Pitung yang merasa tidak senang namanya dicatut. Rupanya pertemuan itu
malah membuat dua tokoh Betawi tersebut menjadi akrab. Akhirnya, Habib
Muhammad dikawinkan dengan ponakan Pitung dari Koebon Nanas, Kebayoran
Lama. Dari perkawinan ini lahirlah Habib Husein Shihab, ayah dari Habib
Muhammad Rizieq Shihab.

*Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab Lc,Ma*
Lahir di Jakarta pada tanggal 24 Agustus 1965,ayah beliau Habib Husein bin
muhammad Shihab dan ibu beliau Syarifah Sidah alatas,ayahnya meninggal
semenjak beliau masih berumur 11 bulan,dan semenjak itulah Habib Muhammad
Rizieq Shihab tidak dididik di pesantren. Namun sejak berusia empat tahun,
Beliau sudah rajin mengaji di masjid-masjid. Ibunya yang sekaligus berperan
sebagai bapak dan bekerja sebagai penjahit pakaian serta perias pengantin,
sangat memperhatikan pendidikan Habib Muhammad Rizieq Shihab dan satu
anaknya yang lain.

Habib Muhammad Rizieq Shihab mendeklarasikan berdirinya Front Pembela Islam
(FPI) tanggal 17 Agustus 1998. FPI mulai dikenal sejak terjadi Peristiwa
Ketapang, Jakarta, 22 November 1998, sekitar 200 anggota massa FPI bentrok
dengan ratusan preman. Bentrokan bernuansa suku, agama, ras, antargolongan
ini mengakibatkan beberapa rumah warga dan rumah ibadah terbakar serta
menewaskan sejumlah orang.dan disini lah saya baru mengenal beliau.

*Nasabnya hingga ke Rasulullah S A W*
Nasab Habib Muhammad Rizieq Syihab bin Husein bin Muhammad bin Husein bin
Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syeikh bin Muhammad bin Ali bin
Muhammad bin Ahmad Syihabuddin Al-Asghar bin Abdurrahman Al-Qadhi bin Ahmad
Syihabuddin Al-Akbar bin Abdurrahman bin Syeikh Ali bin Abu Bakar As-Sakran
bin Abdurrahman As-Segaf …bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi
Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin
Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi
Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin
bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali
Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah
Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad SAW

*Nasab Istrinya*
Nasab Istri Habib Rizieq Syihab adalah Syarifah Fadhlun Yahya binti Faadhil
bin Hasan bin Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Umar bin Aqil bin Syeikh bin
Abdurrahman bin Aqil bin Ahmad bin Yahya bin Hasan bin Ali bin Alwi bin
Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad
Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin
Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad
Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin
Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein
As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah
Muhammad SAW

<https://era-m.us/media/2017/08/habib2Brizieq2Bdan2Bistri.jpg>
Biodata
Nama : Habib Muhammad Rizieq Syihab
Lahir : Jakarta, 24 Agustus 1965
Ayah : Habib Husein Syihab (almarhum)
Ibu : Syarifah Sidah Alatas
Istri : Fadlun Yahya

Anak :
Rufaidah Syihab
Humaira Syihab
Zulfa Syihab
Najwa Syihab
Muntaz Syihab
Fairuz Syihab
Zahra Syihab

Pendidikan :
SDN 1 Petamburan, Jakarta (1975)
SMP 40 Pejompongan, Jakarta
SMP Kristen Bethel Petamburan, Jakarta (1979)
SMAN 4, Gambir, Jakarta
SMA Islamic Village, Tangerang (1982)
Jurusan Studi Agama Islam (Fikih dan Ushul) King Saud University (S1),
Riyadh, Arab Saudi (1990)
Studi Islam, Universitas Antar-Bangsa (S2), Malaysia.

*Karier Habib Rizieq Syihab*

Selain mengisi pengajian-pengajian, Habib Rizieq juga pernah menjabat
sebagai Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Jami’at Khair sampai tahun 1996.
Walaupun sudah tidak menjabat sebagai kepala sekolah, Beliau masih aktif
mengajar di sekolah tersebut sebagai guru bidang fiqih atau ushul fiqh.
Pengalaman organisasinya dimulai ketika Beliau menjadi anggota Jami’at
Khair, ormas berbasis keturunan Arab dan Habib. Habib Rizieq juga pernah
menjabat Dewan Syari’at BPRS At-Taqwa, Tangerang. Sebelum menjadi Ketua
FPI, beliau pernah menjadi pimpinan atau pembina sejumlah majlis ta’lim
se-Jabodetabek lalu dari mulai berdirinya FPI (tahun 1998) sampai 2002
menjabat sebagai Ketua Umum FPI, dan dari 2003 sampai sekarang menjabat
sebagai Ketua Majelis Tanfidzi FPI.

(kl/berbagai sumber)

Kirim email ke