----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Noroyono 1963 [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: [email protected]
<[email protected]>Terkirim: Selasa, 3 Oktober 2017 23.34.02 GMT+2Judul:
[GELORA45] Warga Biasa, Tulisannya Luar Biasa. Puisi tentang Peristiwa G30S
Warga Biasa, Tulisannya Luar Biasa
Banyak di antara para eliteyang menganggap diri sebagai “analis”dan “pakar”
politik,bukan timbang rasa, melainkan kebencian,bukan kejujuran, melainkan
keculasan,bukan keikhlasan, melainkan besarnya imbalan,sebagai tumpuan dalam
membahas Peristiwa G30S.
Sahabatku seorang warga biasa,berasal dari suku minoritas,beragama
Nasrani,bukanlah seorang sosokyang namanya sering terpampang di koran,atau
kerap tercatat sebagai pengulas makalah,di berbagai diskusi terbuka.Namun
didorong hasrat menegakkan keadilan,sahabatku yang bersahaja itu,memaparkan
dalam tulisannyaanalisis yang mengesankan,mengungkap secara lugas
kebohonganpenguasa kelas atas negeri ini,terkait berbagai isu seputar Peristiwa
G30S.Peristiwa tragedi nasional,yang telah memicu pembantaian massaldan
kezaliman terhadap massa anggota PKIdan berbagai organisasi yang berafiliasi
dengannya,yang belum pernah ada presedennyadalam sejarah bangsa Indonesia.
Menurut dugaanku, besar kemungkinanselain hasrat menegakkan keadilansahabatku
itu merilis tulisannnyalantaran didorong pesan Alkitab“kasihilah sesamamu
manusiaseperti dirimu sendiri”.*)
Ah, apapun latar belakangnya,tulisannnya itu bagikumerupakan penjelmaan hati
nurani,khazanah manusia -- apapun ras dan agamanya --yang tak ternilai harganya.
Sajak, atau apapun namanya,yang kutulis untuk sahabatku ini,sama sekali
bukanlah sanjunganmelainkan perwujudan sebuah respekkepada sesama anak
bangsayang berupaya bersikap adilterhadap mereka yang jadi korbankekuasaan
yang sewenang-wenang
Noroyono03/10/2017
---------------------------------------------------------------
*) Lukas 10: 27