https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170928082827-85-244527/surat-rahasia-sri-mulyani-dan-proyek-mega-setrum-jokowi/



Analisis Surat 'Rahasia' Sri Mulyani dan Proyek Mega Setrum Jokowi

*Galih Gumelar *, CNN Indonesia | Kamis, 28/09/2017 12:33 WIB

Bagikan :

[image: Surat 'Rahasia' Sri Mulyani dan Proyek Mega Setrum Jokowi] Sri
Mulyani menilai kondisi keuangan PLN tak bakal mampu untuk menopang proyek
listrik berskala besar yakni 35.000 MW yang digagas Presiden Jokowi. (CNN
Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bisa jadi
kian khawatir soal masa depan kondisi keuangan PT Perusahaan Listrik Negara
(Persero).

Dia pun menuliskan surat ke Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM
Ignasius Jonan pada 19 September. Dia menuliskan kekhawatiran itu ke dalam
lima poin.

Surat itu bocor dan beredar di media sosial. Kementerian Keuangan akhirnya
mengatakan pihaknya akan mengusut siapa pembocor surat tersebut ke publik.
Lihat juga:

*Pendapatan PLN Hilang Rp5 T Gara-gara Tarif Listrik Tak Naik
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170927174746-92-244416/pendapatan-pln-hilang-rp5-t-gara-gara-tarif-listrik-tak-naik/>*

Namun pada inti surat itu, Sri Mulyani menilai kondisi keuangan PLN tak
bakal mampu menopang proyek 35.000 MW yang digagas Presiden Jokowi.



Salah satunya karena soal kinerja keuangan PLN tengah surut. Ini lantaran
penjualan listrik tak mencapai target dan diiringi dengan kebijakan
pemerintah yang tak ingin harga setrum berubah hingga akhir tahun nanti.

Akibatnya, ini tak bisa menunjang kas operasional perusahaan, yang
berakibat pada kemampuan perusahaan untuk melunasi utang.

Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, pun mengharapkan bahwa kebijakan untuk
menahan harga listrik perlu didukung regulasi yang mendorong penurunan
biaya produksi tenaga listrik.

Tak hanya itu, ia juga berharap Kementerian BUMN dan ESDM bisa meninjau
kembali proyek 35 ribu MW.
Lihat juga:

*Kementerian ESDM Tak Kerek Tarif Listrik Meski PLN 'Tongpes'
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170927160121-85-244387/kementerian-esdm-tak-kerek-tarif-listrik-meski-pln-tongpes/>*

“Selain itu, kami mengharapkan saudara dapat mendorong PT PLN untuk
melakukan efisiensi biaya operasi (utamanya energi primer) guna
mengantisipasi peningkatan risiko gagal bayar di tahun-tahun mendatang,”
tulis Ani dalam suratnya.

Surat ini macam ‘ancaman’ proyek setrum Jokowi.

Sri Mulyani mengatakan kondisi keuangan PT PLN tak memungkinkan untuk
menopang proyek 35.000 MW. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)


*Butuh Rp585 Triliun*

Pada 2014, Jokowi dihadapkan pada angka rasio elektrifikasi sebesar 84,35
persen. Presiden berharap, angka ini bertambah jadi 97 persen ketika masa
pemerintahannya berakhir pada 2019 mendatang.

Direktur PLN Syamsul Huda mengatakan, PLN butuh anggaran Rp585 triliun demi
untuk menyukseskan program 35.000 MW.

Uang itu sebagian besar digelontorkan untuk pembangunan jaringan
kelistrikan sebesar Rp385 triliun, sementara pembangkitnya membutuhkan dana
Rp200 triliun.
Lihat juga:

*Lowongan PLN Ditutup Empat Hari Lagi
<https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170927193631-282-244456/lowongan-pln-ditutup-empat-hari-lagi/>*

Oleh karenanya, tak heran jika PLN menutup kebutuhan pendanaan tersebut
dengan utang. Sejak 2015 hingga September 2017, PLN telah memperoleh
pembiayaan sebesar Rp117,4 triliun.

Kemudian, perusahaan juga berencana menambah pinjaman Rp50,1 triliun untuk
tahun ini dan berniat mencari pendanaan sebesar Rp349,6 triliun antara 2018
hingga 2021.

“Secara bertahap kami akan cari pendanaannya. Karena secara formal, belum
ada revisi 35 ribu MW,” ungkapnya.

Kendati demikian, Kementerian BUMN memastikan bahwa PLN akan tetap mencari
pendanaan yang aman.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian
BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, PLN mengaku berkomitmen untuk
mendapatkan pinjaman melalui lembaga multilateral *development bank* guna
mendapatkan biaya dana yang lebih murah.

Direktur Eksekutif Institute Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa
mengatakan, wajar saja Sri Mulyani menyoroti potensi gagal bayar PLN di
masa depan.
Lihat juga:

*PLN Siaga Hadapi Bencana Gunung Agung
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170926110859-85-244076/pln-siaga-hadapi-bencana-gunung-agung/>*

Sebab, jika utang PLN, utamanya yang berbentuk* global bond* dinyatakan
gagal, maka itu akan berpengaruh terhadap peringkat utang Indonesia.

Terlebih, pemerintah juga membutuhkan utang untuk menambal defisit anggaran
yang dipatok 2,19 persen di dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (RAPBN) tahun depan.

Di tahun depan saja, pemerintah berencana menarik utang Rp399,19 triliun.
Bahkan, sebagian dari pembiayaan itu juga akan diteruskan ke PLN sebesar
Rp5,24 triliun untuk menyelesaikan 21 proyek ketenagalistrikan.
Lihat juga:

*Pemerintah dan Banggar Sepakat Tambah Utang Rp399 T pada 2018
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170925194920-78-243986/pemerintah-dan-banggar-sepakat-tambah-utang-rp399-t-pada-2018/>*

Wajar saja, Sri Mulyani kemudian ketar-ketir dibuatnya.

“Yang ditakutkan sebetulnya *cross default,* di mana potensi gagal bayar
ini bisa berimbas ke anggaran. Sementara, Indonesia kan juga butuh uang
untuk menambal APBN,” ujar Fabby.

Meski demikian, harapan pemerintah tak boleh susut. Memang, utang tak bisa
dibendung, tapi tentu ada cara untuk mengurangi risiko gagal bayar utang
PLN sembari melanjutkan program 35 ribu MW.





*Biaya Energi Primer*

Dalam jangka pendek, Fabby menuturkan, PLN bisa melakukan efisiensi biaya
energi primer yang harganya fluktuatif. Apalagi, 81,4 persen dari
pembangkit di Indonesia menggunakan tenaga energi primer. Tapi, agar
efisiensi bisa berjalan, tentu dibutuhkan regulasi dari pemerintah ihwal
harga energi primer.
Lihat juga:

*Pemerintah Cari Pasokan Gas untuk 'Setrum' PLTMG Sumbawa
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170925085516-85-243758/pemerintah-cari-pasokan-gas-untuk-setrum-pltmg-sumbawa/>*

Di sisi lain, anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Rofi Munawar mengatakan, PLN juga harus mengefisiensikan beban energi
primer dan perlu cermat dalam melakukan diversifikasi bauran energi.

Jika tidak, maka keuangan PLN bisa semakin kronis.
Lihat juga:

*Surat Sri Mulyani ke Rini 'Ancam' Proyek Setrum Jokowi
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170927144127-85-244370/surat-sri-mulyani-ke-rini-ancam-proyek-setrum-jokowi/>*

Menurutnya, langkah ini sangat krusial di tengah langkah pemerintah yang
tidak menghendaki kenaikan tarif listrik sejak awal tahun lalu. “Apa yang
disampaikan oleh Menteri Keuangan tentu saja mengonfirmasi kondisi terkini
atas beragam potensi yang terjadi,” ujarnya.

Selain itu, dia menganggap kasus ini bisa jadi pembelajaran bahwa segala
proyek pemerintah yang bersifat populis wajib memiliki persiapan yang
matang.

Oleh karenanya, sudah sepatutnya risiko gagal bayar PLN ini diketahui oleh
Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM agar keduanya bisa punya perencanaan
lebih baik di masa mendatng.

“Dengan surat tersebut sebenarnya semakin menegaskan kekhawatiran publik
selama ini terhadap kinerja PLN sebagai tulang punggung dalam program 35
ribu MW,” jelasnya. *(asa)*

Kirim email ke