http://bisnis.liputan6.com/read/3025829/menko-darmin-ri-sudah-susah-kurangi-jumlah-orang-miskin
Menko Darmin: RI Sudah Susah Kurangi Jumlah Orang Miskin

[image: Fiki Ariyanti] <http://www.liputan6.com/me/fiki.ariyanti>

17 Jul 2017, 20:00 WIB

[image: 20170105-Kemiskinan-AY1]
<http://bisnis.liputan6.com/read/3025829/menko-darmin-ri-sudah-susah-kurangi-jumlah-orang-miskin#>

Kondisi pemukiman di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (5/1). Jumlah
penduduk miskin hingga September tahun lalu turun menjadi 27,76 juta orang
apabila dibandingkan dengan Maret 2016 sebanyak 28,01 juta orang.
(Liputan6.com/Angga Yuniar)

*Liputan6.com, Jakarta -* Pemerintah mengaku sulit untuk menurunkan angka
maupun tingkat kemiskinan
<http://bisnis.liputan6.com/read/3025479/orang-miskin-ri-banyak-habiskan-uang-untuk-beli-beras-dan-rokok>
di Indonesia. Jumlah orang miskin saat ini mencapai 27,77 juta orang dengan
tingkat kemiskinan 10,64 persen di Maret 2017.

"Memang makin lama makin susah menurunkannya (kemiskinan), karena jumlah
orang miskinnya tidak sebanyak dulu," tegas Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian, Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Ia memperkirakan, level kemiskinan di Indonesia sudah mencapai 10,64
persen. Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional
(PPN)/Bappenas menargetkan tingkat kemiskinan mencapai 10,50 persen hingga
akhir 2017.

"Tidak mudah menurunkan tingkat kemiskinan
<http://bisnis.liputan6.com/read/3025479/orang-miskin-ri-banyak-habiskan-uang-untuk-beli-beras-dan-rokok>
di bawah 10 persen. Makanya kebijakan pemerataan ekonomi harus bisa di-
*push*. Itu kan baru mulai jalan sedikit, dan kita akan percepat di Agustus
ini," terangnya.

Baca Juga

   -

   BPS: Tingkat Kemiskinan di RI Makin Parah Selama 6 Bulan
   
<http://bisnis.liputan6.com/read/3025513/bps-tingkat-kemiskinan-di-ri-makin-parah-selama-6-bulan>
   -

   Ketimpangan Orang Miskin dan Kaya Stagnan, Ini Daerah Tertinggi
   
<http://bisnis.liputan6.com/read/3025688/ketimpangan-orang-miskin-dan-kaya-stagnan-ini-daerah-tertinggi>
   -

   Jumlah Orang Miskin RI Bertambah, Ini Penyebabnya
   
<http://bisnis.liputan6.com/read/3025733/jumlah-orang-miskin-ri-bertambah-ini-penyebabnya>

Walaupun sudah memiliki rencana besar menjalankan kebijakan pemerataan
ekonomi, seperti redistribusi lahan, sertifikasi lahan, dan lainnya, Darmin
belum berani menargetkan tingkat kemiskinan bisa menyentuh *single digit*.

"Lihat dulu nanti kebijakan pemerataan bagaimana. Jangan suruh kita
menebak, karena pelaksanaan kebijakan pemerataan ekonomi masih perlu
waktu," jelas Darmin.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto atau yang akrab disapa
Kecuk mengungkapkan hal yang sama. Pemerintah diakuinya sudah berada pada
kebijakan yang betul, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,
pembangunan infrastruktur, meningkatkan program perlindungan masyarakat
miskin dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP),
dan sebagainya.

"Tahun ini, konsentrasi pemerintah ke pemerataan ekonomi, seperti
redistribusi aset, perluasan KIS, KIP, dan pendidikan vokasi. Jalurnya
sudah betul, tapi harus diakui penurunan kemiskinan beberapa tahun terakhir
melambat karena sudah mendekati level 10 persen," kata Kecuk.

Kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sejak 1997 yang mampu
mencetak penurunan angka atau tingkat kemiskinan secara signifikan.
"Persoalan kita sudah 10 persen, itu *hardcore poverty*. Jadi untuk
menurunkan *single digit* perlu upaya luar biasa besar," paparnya.

Akan tetapi menurut Kecuk, pemerintah harus fokus atau konsen menurunkan
angka maupun tingkat kemiskinan
<http://bisnis.liputan6.com/read/3025479/orang-miskin-ri-banyak-habiskan-uang-untuk-beli-beras-dan-rokok>
di wilayah pedesaan. "Di desa pusatnya orang miskin. Sebanyak 51 persen
orang miskin di desa bekerja di sektor pertanian. Kalau ingin menangani di
sana, harus mensejahterakan petani dan upah buruh tani," tuturnya.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M. Sairi Hasbullah mengatakan, tingkat
kemiskinan di Indonesia yang 10 persen sama seperti India, tapi lebih
tinggi dibanding negara tetangga, seperti Thailand.

"Kalau sudah di kisaran 10 persen, susah menurunkan kemiskinan. Ini sama
kayak India, tapi *prosentase* kemiskinan kita masih lebih tinggi dari
Thailand," tandasnya.


Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Perangkap Kemiskinan di Balik Gemerlap Jakarta


Liputan6.com <http://www.liputan6.com/me/liputan.enam>

27 Agu 2017, 16:00 WIB


Suasana permukiman padat penduduk di pinggir rel kawasan Petamburan,
Jakarta, Selasa (19/7). BPS DKI Jakarta menyatakan jumlah penduduk miskin
di Jakarta mengalami kenaikan 0,14 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

*Liputan6.com, Jakarta -* Survei yang dilakukan Economist Intelligence Unit
(EIU) pada 2016 menempatkan Jakarta sebagai kota paling berbahaya di Asia.
Fakta ini seiring dengan kenyataan hidup yang makin pahit di ibu kota
Indonesia tersebut.

Biaya hidup di Jakarta sering melejit lebih cepat ketimbang daya beli
warganya. Jadi jangan heran bila kaum susah hidup dalam lingkaran
penderitaan yang tak berujung.

Baca Juga

   -

   Ekstrem, Tanpa Rasa Takut Bocah Ini Menari Bersama Ular Piton
   
<http://citizen6.liputan6.com/read/3070736/ekstrem-tanpa-rasa-takut-bocah-ini-menari-bersama-ular-piton>
   -

   Tren Kekinian, Nail Art dengan LED Disko yang Bisa Menyala
   
<http://citizen6.liputan6.com/read/3071311/tren-kekinian-nail-art-dengan-led-disko-yang-bisa-menyala>
   -

   Kepiting hingga Mentimun, Ini 6 Fakta Unik Makanan Astronaut
   
<http://citizen6.liputan6.com/read/3071684/kepiting-hingga-mentimun-ini-6-fakta-unik-makanan-astronaut>

Tahun ini tampaknya mereka lebih menderita meski upah minimum provinsi
(UMP) dipatok Rp 3.350.000 per bulan, naik dari Rp 3.100.000 dari tahun
lalu. Lebih memprihatinkan adalah kenyataan bahwa banyak pekerja di sektor
formal juga dibayar di bawah UMP.

Survei oleh Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPSI) dan Federasi Serikat
Pekerja Logam Elektronik, dan Mesin (FSP LEM) menemukan bahwa kebutuhan
hidup layak (KHL) di Jakarta adalah Rp 3.831.690.

Masalah ketenagakerjaan di Jakarta pada dasarnya sama dengan yang terjadi
di tingkat nasional. Sebagian besar pekerja terperangkap dalam kemiskinan.
Menurut Badan Pusat statistik, sampai Februari 2017 sekitar 58,35 persen
tenaga kerja bekerja di sektor informal.

Jumlah penduduk di bawah di garis kemiskinan, menurut BPS sampai Maret
2017, berjumlah 27,77 juta jiwa dari total jumlah 261 juta penduduk
Indonesia. Di Jakarta saja, jumlah mereka tercatat 380 ribu jiwa dari 10,1
juta penduduk.

Hanya saja kalau dikaitkan KHL, jumlah kaum miskin di Jakarta seperti
puncak gunung es. Garis kemiskinan yang dipakai oleh BPS adalah penghasilan
kurang dari Rp 11 ribu per hari, sementara KHL adalah Rp 126 ribu. Maka,
jumlah sesungguhnya kaum miskin di Jakarta adalah sekitar 4 juta orang.

Fakta di atas menunjukkan bahwa kemiskinan merupakan masalah sangat serius
di Jakarta karena hampir separuh penduduknya bepenghasilan di bawah standar
hidup layak. Bila tak cepat teratasi, seluruh penduduk Jakarta bakal makin
menderita karena kualitas hidup memburuk dan kriminalitas makin mengerikan.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa
dibaca di sini.
<http://citizen6.liputan6.com/read/2132911/citizen6-wadah-nyaman-berbagi-info-antar-warga>

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum
Liputan6. <http://forum.liputan6.com/>

Kirim email ke