*Halo MUI dan sobat-sobat sejatinya. Mengapa nama kafir diberikan untuk
kapal yang kapten dan anak buahnya bukan kafir? Bukankah seharusnya nama
diberika sesuai dengan garis iman agar tidak dijadikan santapan api neraka.*


http://www.antaranews.com/berita/657066/kri-bima-suci-reinkarnasi-roh-kri-dewa-ruci?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news


*KRI Bima Suci reinkarnasi roh KRI Dewa Ruci*

Sabtu, 7 Oktober 2017 14:59 WIB | 3.067 Views

Oleh Zeynita Gibbons

[image: KRI Bima Suci reinkarnasi roh KRI Dewa Ruci]

Pengunjung memasuki KRI Bima Suci di Pelabuhan Civitavecchia, Italia, Jumat
(29/9/2017). (ANTARA/Zabur Karuru)

Bahkan, dari pancuran keran air bisa langsung diminum."

London (ANTARA News) - Udara mendung menyelimuti Kota Vigo di pantai barat
laut Spanyol saat KRI Bima Suci meninggalkan galangan kapal Freire
Shipyard, yang memproduksi kapal perang latih Republik Indonesia itu dibuat
selama 22 bulan.

Diiringi lambaian tangan masyarakat Kota Vigo, dan Duta Besar RI di Spanyol
Yuli Mumpuni, serta komandan KRI Dewa Ruci (2010) Kolonel Laut (P) Suharto
maupun pelaut asal Indonesia yang bekerja di kapal penangkap ikan
internasional (pasukan gurita) KRI Bima Suci lepas sauh dari dermaga.

Peristiwa bersejarah itu berlangsung tepat pukul tiga sore waktu setempat,
18 September 2017. KRI Bima Suci termasuk kapal layar latih super cangih
bagi para taruna.

Ia penerus KRI Dewa Ruci yang dibuat di galangan kapal Stulcken & Sohns,
Hamburg, Jermanpada 1952. Dewa Ruci yang berusia 64 tahun bagaikan prajurit
tua memasuki masa pensiun.

Musik drumband yang melantunkan nada lagu "Tanah Air Ku Indonesia" dari
geladak kapal dan lambaian tangan para taruna maupun perwira yang berdiri
berjajar mengelilingi kapal, KRI Bima Suci pun melego jangkarnya mengarungi
lautan menyeberangi Selat Gilbratar.

"Berat suasana hati saat itu, dan semua saya tumpahkan dalam bait puisi
biar tidak sedih, walaupun akhirnya tidak tahan juga meliat Bima Suci pergi
mengarungi Samudra Atlantik," ujar Suharto, yang tahun 2010 menjadi
komandan KRI Dewa Ruci dalam perjalanan ke Eropa.

Ia juga bertugas sebagai Perwira Pendidikan dan Pelatihan (Padiklat) bagi
Perwira Pendidikan dan Latihan KRI Bima Suci yang bertanggung menyiapkan
materi kurikulum pelatihan, mengatur waktu dan instruktur agar awak kapal
dapat menggunakan semua peralatan super cangih hingga mampu berlayar.

Tagetnya bukan sekadar KRI Bima Suci mengarungi samudera mancanegara dan
berlabuh ke rumah di Nusantara, namun kapal itu diharapkan hidup lebih dari
100 tahun ke masa depan.

"Saya menyiapkan dokumen instruksi yang harus dialihbahasakan ke bahasa
Indonesia dari bahasa ibu Spanyol. Punya tantangan tersendiri, karena ini
akan menjadi pedoman bagi awak saat ini maupun awak berikutnya atau awak
generasi baru kelak," ujar Kolonel Laut (P) Suharto.

Ia juga bertindak sebagai instruktur bidang operasi, meliputi bidang
navigasi, komunikasi, kebaharian dan khususnya materi bermanuver
menggunakan layar.

"Menjadi Komandan KRI Dewaruci bagi saya adalah mujizat sebagai manusia
biasa. Memimpin kapal legendaris dengan membawa taruna untuk sebuah
pelayaran muhibah dan Kartika Jala Krida sebagai *the Little Ambassador*,
duta bangsa, menjadi kebanggaan tersendiri," katanya, mengenang masa lalu
tugasnya.

Apalagi, Suharto bersama Tim 2010 --begitu ia menyebutnya-- menilai telah
melibatkan bukan hanya awak kapal dan taruna, tapi juga dengan pihak
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) , masyarakat umum dan wartawan
adalah tim yang memiliki hubungan sangat kuat, bahkan sangat terasa hingga
saat ini.

Menurut Komandan ke-32 KRI Dewa Ruci itu, silaturahmi Tim 2010 tetap
terjalin. Sampai dengan kehadiran KRI Bima Suci sebagai penerus KRI
Dewaruci membuat pengalamannya semakin tidak terlupakan secara pribadi.

"Lihatlah bagaimana warna KRI Bima Suci saat ini? Bagi mereka yang pernah
melihat KRI Dewaruci pada tahun 2010, maka kita akan melihat roh, aura, KRI
Dewa Ruci yang sama persis," ujarnya.

Ia menimpali, "Suatu kebanggaan bagi saya sebagai salah seorang personel
satgas adalah dari empat Komandan KRI Dewaruci yang langsung mengawasi
pembangunan KRI Bima Suci. Saya lah yang komplit selama 23 bulan."

Sementara itu, Laksamana Pertama TNI Didin Zainal Abidin (Komandan ke-28
Dewa Ruci) hanya bertugas 12 bulan, Laksma TNI Sutarmono (Komandan ke-30)
selama 11 bulan,  kemudian Letkol Laut (P) Widiyatmoko Baruno Aji (Komandan
ke-35) selama tujuh bulan berada di Vigo.

Kebanggaan lain yang tidak kalah pentingnya bagi Suharto adalah Komandan
KRI Bima Suci pertama kali ini tercatat menjadi perwira pelaksana (Palaksa)
KRI Dewa Ruci saat di bawah komandonya.

"Bahkan, secara total awak KRI Bima Suci diawaki lebih dari 50 persen
personel ketika saya memimpin KRI Dewaruci periode 2009--2011," ujarnya
menambahkan.

Palaksa/Wakil Komandan KRI Bima Suci Mayor Laut (P) M. Sati Lubis kepada
ANTARA News saat kapalnya berlabuh di Civitavecchia, Roma, Italia,
mengemukakan bahw pelabuhan itu menjadi lokasi pertama yang disinggahi
setelah lego jangkar di Kota Vigo, Spanyol, dan mulai berfungsi sebagai
kapal latih bagi para taruna dilahirkan Tentara Nasional Indonesia Angkatan
Laut (TNI AL) dilahirkan.

KRI Bima Suci yang menjadi penerus KRI Dewa Ruci, dikemukakannya, memang
jauh berbeda dalam hal peralatan, misalnya dalam hal penyulingan air laut
yang asin menjadi air tawar.

"Bahkan, dari pancuran keran air bisa langsung diminum," ujarnya. Ia pun
mengajak berkeliling KRI Bima Suci saat menambatkan jangkarnya di kota
wisata Civitavecchia.

Selama empat hari, 28 September hingga 1 Oktober 2017, KRI Bima Suci
membuat takjub wisatawan mancanegara, termasuk mereka yang mengikuti kapal
pesiar berbadan besar, di kawasan kota pelabuhan Italia.

"Saat KRI Bima Suci bersandar berdampingan dengan kapal tiang panjang yang
milik Amerika, kami malah merasa bangga," ujar Sati Lubis.

Ia menambahkan bahwa alat latih yang ada di Bima Suci termasuk tercangih di
dunia dibandingkan dengan kapal tiang panjang sejenis.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Duta Besar RI untuk
Italia dan Malta Esti Andayani pun saat acara malam pesta menyambut KRI
Bima Suci tidak habis-habisnya memuji kecangihan kapal yang memiliki layar
di 26 tiangnya.

Ruangan diskusi bagi taruna berbagi ilmu terasa mewah lantaran dilengkapi
sofa layaknya di kapal pesiar lengkap dengan bar. Kamar tidur lengkap
dengan kamar mandi serta dapur yang dapat melayani makan pagi- siang maupun
malam bagi seluruh awaknya.

Dalam perlayaran selama 10 hari dari Vigo menuju Civitavecchia, KRI Bima
Suci tidak mengalami hambatan apapun.


*Simbol sejarah Indonesia-Spanyol*

KRI Bima Suci yang diresmikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana
TNI Ade Supandi pada 18 September 2017 adalah simbol sejarah hubungan baik
Republik Indonesia dan Kerajaan Spanyol.

Dubes RI di Madrid Yuli Mumpuni Widarso, yang ikut mengawal pembangunan KRI
Bima Suci, menyampaikan antusiasme masyarakat Vigo saat peluncurannya.

Hal itu, menurut dia, menunjukan bahwa masyarakat Vigo sangat bangga dan
merasa memiliki kapal yang dibangun di galangan kapal Freire, galangan
kapal terbesar dan tertua di Vigo.

Sebagian besar masyarakat Vigo terlibat secara langsung dalam proses
pembangunan KRI Bima Suci, sehingga Yuli mengharapkan seluruh awak,
terutama taruna kapal latih militer RI itu hendaknya tetap mengingat simbol
bersejarah dari hubungan persahabatan yang sangat kuat antara Indonesia dan
Spanyol.

"Kiranya hubungan persahabatan yang bersejarah tersebut terus diperkuat
dengan mengundang taruna Armada Spanyol untuk berpartisipasi dalam berbagai
kegiatan yang diselenggarakan di KRI Bima Suci, maupun memasukan Pelabuhan
Vigo dalam setiap muhibahnya ke Eropa," ujar diplomat karir Kementerian
Luar Negeri RI yang pernah bertugas di Prancis dan Aljazair itu.

Ungkapan senada juga disampaikan Walikota Vigo, Abel Caballero, yang
menyatakan KRI Bima Suci juga kebanggaan masyarakat Vigo yang selama 22
bulan terakhir mengikuti perkembangan pembangunan kapal yang merupakan
kapal layar tiang tinggi terbesar dan termodern yang pernah dibuat di Vigo.

Ia juga menyambut baik harapan Dubes RI bahwa KRI Bima Suci yang lahir di
Vigo tidak akan pernah melupakan tempat kelahirannya, dan akan singgah lagi
di Vigo dalam misi pelayaran muhibah mengarungi samudera luas dunia.

Bila KRI Dewa Ruci memiliki panjang 58 meter, lebar sembilan (9) meter,
tinggi 33 meter, sedangkan KRI Bima Suci panjangnya 111,20 meter, lebar
13,50 dan tinggi 52 meter.

KRI Bima Suci memiliki anjungan latih untuk taruna dilengkapi peralatan
simulator navigasi, sehingga taruna dapat berlatih seolah-olah berlayar,
walaupun kapal sedang sandar. Peralatan multimedia bersistem teknologi
informasi turut melengkapinya.

Bahkan, peralatan multimedia itu dapat menampilkan data yang dibutuhkan
tentang pelajaran, ensiklopedia, hingga hiburan menonton film, karaoke, dan
visualisasi kebudayaan Indonesia.

Sistem multimedia itu terhubung di semua ruangan, yang bisa dinikmati
setiap saat oleh siapapun, termasuk taruna, peralatan navigasi dan
elektronika lainnya, menggunakan teknologi terbaru sesuai standar
Organisasi Maritim Internasional (IMO).

KRI Bima Suci dilengkapi pula peralatan yang ramah lingkungan berstandar
IMO dan Maritime Pollution (Marpol) terhadap limbah minyak, limbah sampah
organik/non-organik, maupun polusi udara. Akomodasi personel tersedia untuk
203 orang, termasuk satu kamar bagi tamu sangat-sangat penting (*very-very
important person*/VVIP) atau setingkat Presiden.

Di kapal tersebut juga dilengkapi ruang publik, terdiri atas ruang rekreasi
yang dapat difungsikan untuk pesta dalam ruang dan koktil, mampu menampung
37 kursi, dan 100 orang berdiri, serta Salon Komandan sebagai lokasi khusus
Komandan KRI Bima Suci menerima tamu penting dan bisa dijadikan tempat
rapat terbatas 12 orang.

Ruang perwira, sebagai tempat makan seluruh perwira, dapat difungsikan
sebagai tempat rapat berkapasitas 22 tempat duduk. Ruang kelas gabungan
memiliki 92 kursi, berfungsi sebagai ruang kelas gabungan, ruang pertemuan,
ruang makan taruna, telekonferensi bersistem multimedia.

Ruang kelas itu dapat dibagi menjadi tiga kelas kecil dengan kapasitas 60
orang, 16 orang, serta ruang taruna sebagai lokasi rekreasi dalam ruangan.

Selain itu, KRI Bima Suci dilengkapi tempat rekreasi pengasuh/instruktur,
rekreasi bintara/tamtama, tempat rekreasi anggota kapal (non-perwira),
ruang makan bintara/tamtama.

KRI Bima Suci dilengkapi dengan ruang kesehatan  dengan peralatan untuk
operasi bedah ringan dan gigi, serta ruang perawatan dan ruang pemulihan,
selain ada pula gudang bahan makanan sebanyak empat ruang untuk daging,
ikan, sayur dan bahan makanan kering untuk 30 hari di laut.

Peralatan lift untuk memindahkan bahan makanan dan makanan jadi secara
vertikal dari gudang di geladak/dek paling bawah ke dapur di geladak tengah
hingga ke geladak utama paling atas juga ada di KRI Bima Suci. (*)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Kirim email ke