*Ketika negara bahagian di Yugoslavia memisahkan diri menjadi Bosnia,
Makedonia, Kroatia, Slovakia, Kosovo memisahkan dari Yugoslavia. NKRI
mendukung pemisahan tsb dan sekarang mempunyai hubungan diplomatik dengan
negeri-negeri pecahan tsb. *


*Selain itu kalau dipikir dan dilihat tidak ada pelanggaran HAM di
Katalunya yang dilakukan oleh pemerintahan Spanyol di Madrid. Di Skotland
pun demikian, mereka mau memisahkan diri dari Britania Raya (Inggris), dan
menjadi negara merdeka berdaulat penuh.*


*Lantas bagaimana dengan negara seperti NKRI? Siapa yang diuntungkan selama
72 tahun? Apakah mereka yang dirugikan dengan berbagai pelanggaran HAM oleh
penguasa dan dirampok kekayaan alam yang dianugerahkan Ilahi tidak bisa dan
boleh mempunyai hak menentukan nasib sendiri untuk hari depan yang baik dan
berguna untuk mereka? Dimana itu keadilan? Bukankah kemerdekaan adalah hak
semua bangsa?*


*Semoga ada faedahnya.*


http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/17/10/27/oyhjgj318-parlemen-katalunya-sepakat-memisahkan-diri-dari-spanyol



umat , 27 Oktober 2017, 21:12 WIB
Parlemen Katalunya Sepakat Memisahkan diri Dari Spanyol

Rep: rizkyan adiyudha/ Red: Joko Sadewo

Ivan Alvarado/Reuters


REPUBLIKA.CO.ID, KATALUNYA -- Parlemen Katalunya sepakat untuk memisahkan
diri dari Spanyol. Ini setelah diadakan pemungutan suara untuk menentukan
kemerdekaan menyusul akan pengambilalihan kekuasaan oleh pemerintah Spanyol.

Diwartakan Aljazeera, Jumat (27/10), sebanyak 70 suara anggota parlemen
mendukung independensi Katalunya. Jumlah itu berbanding 10 suara dengan
Katalunya memisahkan diri dari Spanyol, sementara dua suara abstain.

Pemerintah Katalunya menyembunyikan nama-nama anggota parlemen yang
memberikan dukungan pemisahan diri dari Spanyol. Ini lantaran adanya
ancaman tuntutan pemberontakan yang dikeluarkan jaksa agung Spanyol.

Sementara, pemungutan suara diwarnai aksi *walkout* dari dua partai kanan
yakni Citizens (Cs) dan People's Party (PP) dan partai kiri Socialist Party
of Catalonia (PSC). Mereka menilai pemungutan suara itu merupakan hal yang
salah.

Presiden partai Cs Alberto Rivera menyebut voting yang dilakukan adalah
sesuatu yang ilegal. Sedangkan Presiden partai PSC Miguel Iceta mengatakan,
pemungutan suara yang dilakukan adalah kesalahan besar.

Selama pleno khusus di parlemen, presiden partai kiri Popular Unity
Candidacy Carles Riera meminta hasil tersebut segera disahkan. "Kami
melangkah dengan menengadahkan kepala dan tidak berlutut seperti orang
bersalah, tapi seperti orang bebas tanpa rasa takut," katanya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy meminta senat memecat
pemimpin Katalunya saat ini, Carles Puigdemont dan seluruh eksekutifnya.
Langkah itu diambil untuk segera menghentikan upaya pemisahan diri
Katalunya.

Rajoy memutuskan untuk mengambil alih pemerintahan Katalunya secara
langsung. Dia mengatakan, hal itu dilakukan bukan untuk menghilangkan
kebebasan regional namun untuk melindungi Katalunya. Senat Spanyol akan
melakukan pemungutan suara akhir pekan ini untuk mengambil langkah-langkah
yang dibutuhkan guna melengserkan Carles Puigdemont.

Sementara, Puigdemont menyerahkan keputusan kemerdekaan pada parlemen
Katalunya. Dia mengesampingkan kemungkinan mengadakan pemilihan regional,
lantaran tidak ada cukup jaminan dari Madrid bahwa pemilu akan menghentikan
diberlakukannya pasal 155 konstitusi Spanyol.

Kirim email ke