Betapapun baik tradisi Hakka, betapapun banyak tokoh terkemuka dari Hakka, ... 
saya tetap berpendapat TIDAK seorangpun berhak mewajibkan masyarakat berteladan 
pada tradisi Hakka yang dibilang baik itu! Pendapat kebablasan dari penyakit 
chauvinisme sempit, yang bisa berakibat kebalikkan, ...! Tidak perlu MEWAJIBKAN 
orang berteladan pada Tradisi Hakka, menyatakan patut dijadikan teladan saja 
sudah lebih dari CUKUP! Mengapa?

Dari 10 tradisi Hakka yang diangkat itu, kenyataan TIDAK hanya orang Hakka 
begitu! Begitu juga yang biasa diuarkan sebagai Tionghoa umumnya, dan tentunya 
banyak bangsa didunia, termasuk banyak suku di Indonesia juga begitu. Hanya 
perbedaan lebih-kurang saja! Ini pertama.

Kedua, harus ingat, biasanya kalau disekelompok orang muncul yang heibat-heibat 
positif, juga akan ada orang yang heibat-negatif, kebalikkannya. Itulah 
kebenaran universal filsafat “KESATUAN dari segi-segi bertentangan”, dimana 
dalam satu kesatuan kelompok orang itu, selalu terjadi perjuangan yg positif 
dan negatif. Jadi bersamaan dengan munculnya tokoh positif yang heibat, sebagai 
lawannya juga akan muncul tokoh-negatif yg heibat, ... hanya saja biasanya 
orang tidak mengangkat tokoh negatif, kecuali untuk gebug kelompok itu! 
Hehehee, ...

Ketiga, saya lebih cenderung mengangkat tokoh-tokoh sebagai pribadi saja, tidak 
mengkaitkan atau membawa bangsa, suku maupun Agama tokoh itu. Khususnya tokoh 
yang berbuat KESALAHAN, KEJAHATAN terkutuk, ... jangan diembel2i bangsa, suku, 
Agama tokoh, orang yg negatif itu!

Salam,
ChanCT


From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 
Sent: Friday, November 3, 2017 3:56 AM
To: Yahoogroups 
Subject: [GELORA45] 10 Tradisi Keturunan Tionghoa Hakka yang Wajib Diteladani

  

Orang Hakka punya nama poyokan "Jew of Asia."

Beberapa orang Hakka yg terkenal:
- Deng Xiao Ping
- Lee Kwan Yew
- Zhong Wan Xue (lebih dikenal sebagai Ahok - Basuki Tjahaja Purnama)

---

Berikut adalah 10 Hakka Spirit:

  1.. Menghormati leluhur (jaing zhong zu xian) 
  2.. Mengajarkan berbakti (ti chang xiao dao) 
  3.. Rukun dengan tetangga (mun lin hao ke) 
  4.. Menjunjung tinggi kesetiakawanan (chong sang zhong yi) 
  5.. Berusaha dan bersatu (tuan jie fen jin) 
  6.. Rajin, Tekun (ke ku nai lao) 
  7.. Ulet, kuat, dan tabah (jian yi gang qiang) 
  8.. Pengembang usaha (kai tuo chuang ye) 
  9.. Hemat, jujur (jian pu zheng zhi) 
  10.. Mencintai tanah air (ai guo ai xiang).


...

10 Tradisi Keturunan Tionghoa Hakka yang Wajib Diteladani

                        
                 
           
                 10 Tradisi Keturunan Tionghoa Hakka yang Wajib Diteladani
                  Warga keturunan Tionghoa darikelompok Hakka tersebar luas di 
dunia, termasuk Indonesia. Orang juga menyebutnya d...
                 
           
     



Oleh: Deni Yudiawan
2 November, 2017 - 11:18BANDUNG RAYA 
Gedung Yayasan Harapan Kasih Bandung/FACEBOOK
SEBUAH gedung sekolah megah 6 lantai yang dibangun Yayasan Harapan Kasih di 
Kompleks Mekarwangi, Kota Bandung. Yayasan Harapan Kasih adalah perkumpulan 
warga keturunan Tionghoa dari kelompok Hakka atau Khe.*BANDUNG, (PR).- Seperti 
halnya Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, keturunan Tionghoa di 
Indonesia juga demikian. Banyak sekali kelompok etnis Tionghoa yang kini ada di 
Indonesia, salah satunya adalah Hakka. Orang juga menyebutnya dengan Khe.

Salah satu kelebihan kelompok Hakka ini dibanding kelompok lainnya adalah 
mereka terkenal banyak yang sukses. Salah satu kunci kesuksesan itu adalah 
karena orang Hakka terkenal pekerja keras. Mereka juga memiliki sejumlah nilai 
yang dianut dan diamalkan setiap waktu.

Ada 10 semangat yang diwariskan oleh leluhurnya secara turun temurun dan mereka 
sebut dengan Hakka Spirit. Berikut adalah 10 Hakka Spirit:

  1.. Menghormati leluhur (jaing zhong zu xian) 
  2.. Mengajarkan berbakti (ti chang xiao dao) 
  3.. Rukun dengan tetangga (mun lin hao ke) 
  4.. Menjunjung tinggi kesetiakawanan (chong sang zhong yi) 
  5.. Berusaha dan bersatu (tuan jie fen jin) 
  6.. Rajin, Tekun (ke ku nai lao) 
  7.. Ulet, kuat, dan tabah (jian yi gang qiang) 
  8.. Pengembang usaha (kai tuo chuang ye) 
  9.. Hemat, jujur (jian pu zheng zhi) 
  10.. Mencintai tanah air (ai guo ai xiang).
Tokoh Hakka
Seperti dilansir sejumlah situs , Hakka adalah salah satu kelompok Tionghoa Han 
yang terbesar di Tiongkok. Mereka sering berpindah-pindah karena tergolong 
etnis pengembara. Bahkan di Tiongkok sendiri, orang Hakka secara bertahap 
bermigrasi dari utara ke selatan karena bencana alam, perang, dan konflik.

Di luar Tiongkok, orang Hakka terkenal karena kesuksesannya. Salah seorang 
tokoh Hakka yang kiprahnya dipandang sangat positif oleh dunia adalah mantan 
Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew.

Selama 31 tahun, Lee Kuan Yew membangun negeri singa hingga menjadi negara 
termaju di Asia Tenggara hingga kini. Dia adalah sosok pemimpin yang mampu 
mengajak rakyatnya memiliki tekad yang kuat untuk bekerja keras demi kemajuan 
negara.




Di Bandung, orang Hakka terkenal solid. Kebanyakan adalah para pengusaha dan 
pedagang sukses. Meski demikian, tak sedikit yang berkiprah di bidang lain dan 
berkompeten.

Mereka tergabung dalam Yayasan Harapan Kasih yang berkantor di Kompleks 
Mekarwangi, Kota Bandung. Hanya beberapa langkah dari kantor yayasan itu, kini 
telah berdiri sekolah megah yang terdiri 6 lantai dengan fasilitas lengkap.

Tak hanya generasi tua yang bekerja keras dan memperoleh kesuksesan, namun 
jejak itu juga diikuti generasi mudanya. Rabu, 1 November 2017 malam digelar 
kontes Hakka Ako Amoi Bandung 2017.

Dalam acara itu terlihat bagaimana generasi muda Hakka berdiferensiasi tak 
hanya menjadi pedagang atau pengusaha sukses seperti orangtua dan leluhur 
mereka. Dengan berbagai talentanya, mereka juga menunjukkan bahwa spirit Hakka 
tetap dianut meski mereka berkiprah dalam berbagai bidang.

Tak hanya itu, mereka juga tak melupakan budaya Sunda dan Indonesia, tempat 
mereka tinggal kini. Seperti dikat akan Lenny Hastuti, Ketua Pembina Hakka 
Youth Bandung, generasi muda Hakka juga harus aktif berpartisipasi dalam 
mempromosikan seni budaya Indonesia ke kancah internasional.***


Kirim email ke