Dua tokoh Sumpah Pemuda, Sie Kong Liong (kiri) dan M. Yamin (kanan)

 

 3 Tokoh Sumpah Pemuda Ternyata Etnis Tionghoa, Ini Perannya 
http://harianriau.co/news/detail/16881/3-tokoh-sumpah-pemuda-ternyata-etnis-tionghoa-ini-perannya
 
 Sabtu,28 Oktober 2017 - 23:31:57 WIB | Di Baca : 487 Kali
 

 JAKARTA – Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Sumpah 
Pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928, merupakan salah satu tonggak pergerakan 
kepemudaan di Indonesia. Namun tak banyak yang tahu siapa saja tokoh Sumpah 
Pemuda. Dalam Kongres Pemuda II, para pemuda Indonesia mengikrarkan ‘Satu Nusa, 
Satu Bangsa, Satu Bahasa’. Sejak saat itulah, lahir sebuah naskah yang 
diikrarkan dan kemudian dikenal dengan Sumpah Pemuda.
 Deklarasi tersebut tentunya tak lepas dari semangat juang pemuda yang membara, 
serta peran penting dari tokoh-tokoh yang ada di baliknya.
 Para tokoh Sumpah Pemuda berasal dari berbagai daerah. Bahkan, beberapa tokoh 
pemuda etnis Tionghoa berperan penting dalam Kongres Sumpah Pemuda.
 “Dua tokoh pemuda keturunan Cina, Kwee Thiam Hong dan Oey Kam Sian merupakan 
tokoh Sumpah Pemuda. Jadi, sejak dulu etnis Tionghoa sudah berperan penting di 
Indonesia,” ucap Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Kepala Balai Bahasa Jawa 
Barat, Sutedjo, saat menjadi pembicara dalam Penyuluhan Bahasa Indonesia kepada 
media massa di Balaikota Bogor, Kamis (25/10/2017).
 Bahkan, lanjut Sutedjo, rumah tempat berkumpul dan mengadakan Kongres Sumpah 
Pemuda II adalah rumah etnis keturunan Tionghoa.
 Berikut 15 tokoh Sumpah Pemuda:
 1. Sie Kong Liong
 Namanya kerap disebut-sebut ketika kamu membicarakan Sumpah Pemuda. Bagaimana 
tidak, rumah yang menjadi tempat berkumpul dan mengadakan Kongres Sumpah Pemuda 
II adalah rumah miliknya. Rumah yang terletak di Jalan Kramat Raya ini, kini 
telah dijadikan museum.
 Rumah tersebut menjadi Gedung Sumpah Pemuda, setelah dipugar dan diresmikan 
Pemda DKI Jakarta 3 April-20 Mei 1973 dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Ali 
Sadikin, pada 20 Mei 1973.
 2. Kwee Thiam Hong
 Kwee Thiam Hong alias Daud Budiman lahir pada tahun 1909 di Palembang. Dia 
pernah menjadi angggota Jong Sumatra, berpendidikan HCS (SD Tionghoa), MULO 
(Sekolah Menengah) dan ditambah dua tahun di Sekolah Dagang Tinggi (Hogere 
Handels School).
 Sebagai pemuda keturunan, Kwee Thiam Hong memang tertarik dengan bisnis 
dagang, tapi ia juga aktif mengikuti pergerakan. Sehingga ia cukup dikenal di 
kalangan tokoh pemuda lain.
 Saat Sumpah Pemuda 1928, ia mengajak tiga rekannya, Ong Kay Sing, Liauw Tjoan 
Hok dan Tjio Djin Kwie. Saat mengikuti konres Sumpah Pemuda, usia Kwee Thiam 
Hong baru berusia 19 tahun. Saat itu, ia masih duduk di bangku Eerste 
Gouvernement MULO (Sekolah Menengah Negeri I) Batavia.
 
 3. Oey Kam Sian
 Nama Oey Kam Sian tak banyak dicatat dalam sejarah. Namun, etinis keturunan 
Tionghoa ini ikut berperan dalam Kongres Sumpah Pemuda.
 “Oey Kam Sian dan Kwee Thiam Hong merupakan tokoh Sumpah Pemuda,” ucap Kepala 
Balai Bahasa Jawa Barat, Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Sutedjo.
 4. A.K Gani
 Nama aslinya adalah Adnan Kapau Gani. Dia merupakan aktivis pemuda yang lahir 
di Palembang ini bergerak dalam organisasi Jong Sumatra Bond. Dia lahir di 
Sumatra Barat, tahun 1905.
 5. Mohammad Roem
 Mohammad Roem dikenal sebagai Moh. Roem. Dia merupakan aktivis pemuda 
sekaligus mahasiswa hukum. Nasionalisme Roem terbakar setelah mendapat 
perlakukan diskriminatif di sekolah Belanda. Dia pun kemudian bertekad untuk 
ikut serta dalam perumusan ikrar Sumpah Pemuda.
 6. Kasman Singodimedjo
 Kasman Singodimedjo merupakan perinitis keberadaan Pramuka di Indonesia. Dia 
juga dikenal sebagai orator yang ulung. Kasman lahir di Purworejo, Jawa 
Tengah.Dia juga menjadi pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Indonesia periode 
1945 sampai 1946.
 7. Kartosoewirjo
 Kartosoewirjo, pemimpin DI/TII yang mendeklarasikan Negara Islam Indonesia, 
ternyata merupakan pelaku sejarah penting dalam Sumpah Pemuda 1928.
 Pria kelahiran 7 Februari 1905 merupakan salah satu anak Indonesia yang 
beruntung dapat mengenyam pendidikan Eropa waktu itu.
 Kartosoewirdjo bersekolah di HIS (Holland Inlandsche School) di Rembang. 
Sekolah tersebut merupakan sekolah elit, khusus anak-anak Eropa totok dan Indo 
(campuran).
 8. S. Mangoensarkoro
 S. Mangoensarkoro merupakan tokoh penting yang lahir tahun 1904 ini merupakan 
pejuang di bidang pendidikan nasional. Pada saat Kongres Pemuda I dan II, dia 
kerap kali berbicara mengenai pendidikan untuk anak bangsa. Karena 
konsentrasinya yang kuat dalam bidang tersebut, dia pun dipercaya menjadi 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1949 hingga tahun 1950.
 9. W.R Supratman
 Tidak banyak yang tahu bahwa W.R Supratman merupakan seorang wartawan dan 
pengarang. Dia juga pandai memainkan biola. Pada malam penutupan Sumpah Pemuda, 
ia memainkan sebuah lagu secara instrumental dengan biola (tanpa teks) yang 
kini kita kenal sebagai lagu kebangsaan Indonesia Raya.
 
 10. Amir Syarifuddin Harahap
 Amir Syarifuddin Harahap merupakan wakil dari Jong Batak Bond. Dalam acara 
perumusan Sumpah Pemuda, dia kerap menyumbangkan banyak ide-ide hingga akhirnya 
Sumpah Pemuda selesai ditetapkan. Amir juga merupakan seorang aktivis 
pergerakan anti-Jepang yang pernah terancam hukuman mati.
 11. M. Yamin
 M. Yamin lahir di Minangkabau tahun 1903. M. Yamin merupakan seorang penyair 
yang merintis gaya puisi modern di Nusantara. Selama perumusan Sumpah Pemuda, 
M. Yamin merupakan salah satu tokoh yang mendorong Bahasa Indonesia untuk 
digunakan sebagai bahasa persatuan.
 12. Djoko Marsaid
 Djoko Marsaid merupakan wakil ketua pada saat Kongres Pemuda berlangsung. 
Djoko mewakili organisasinya, Jong Java. Tidak banyak informasi mengenai Djoko 
Marsaid ini. Meskipun begitu, namanya tetap tercantum sebagai tokoh penting 
dalam perumusan Sumpah Pemuda.
 13. Soegondo Djojopoespito
 Soegondo Djojopoespito merupakan seorang aktivis pendidikan, yang tinggal di 
kediaman Ki Hajar Dewantara ini lahir tahun 1905. Tidak banyak yang tahu bahwa 
Soegondo merupakan pemimpin Kongres Pemuda II, dan menghasilkan Sumpah Pemuda 
yang kini terkenal.
 14. J. Leimena
 Nama aslinya adalah Johannes Leimena. Lahir di Ambon, Maluku, tahun 1905. Pada 
saat Kongres Pemuda II, dia merupakan anggota panitia kongres. Leimena 
merupakan mahasiswa aktivis yang juga mengetuai organisasi Jong Ambon.
 15. Soenario
 Dia adalah seorang pengacara yang aktif membela para aktivis kemerdekaan. 
Soenario menjadi penasihat panitia perumusan Sumpah Pemuda dan juga pembicara.
 Soenario yang bernama lengkap Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo, lahir tahun 
1902, di Madiun, Jawa Timur. Setelah menyelesaikan masa studinya di tanah air, 
dia berangkat ke Belanda menggunakan kala laut untuk melanjutkan pendidikannya.
  
  
 
 Sumber: pojoksatu
 

Kirim email ke