----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada: @ <undefined>Terkirim: Senin, 6 November 2017 02.49.14 GMT+1Judul: [GELORA45] Waspadai Pembentukan Opini Negara Salah Format
http://mediaindonesia.com/news/read/130570/waspadai-pembentukan-opini-negara-salah-format/2017-11-05 Waspadai Pembentukan Opini NegaraSalah Format Ahad, 5 November 2017 10:16 WIBPenulis: Antara PAKAR psikologi politik Profesor Hamdi Muluk mengingatkan adanyaupaya pembentukan opini bahwa Indonesia adalah negara salah formatsehingga harus diformat ulang. Menurut Hamdi, persoalan yang semestinya bermuara pada manajemen,seperti masalah korupsi dan keadilan, ditarik sedemikian rupa seolahpersoalan itu muncul karena format negara ini yang tidak benar. "Sehingga sebagian anak muda kita begitu percaya danberpikiran 'negara ini nggak bener ya formatnya'. Itu yang terjadidan harus diwaspadai," kata Hamdi dalam siaran pers yangditerima di Jakarta, Sabtu. Ditambah lagi dengan adanya pihak-pihak yang masih sajamengungkit-ungkit masalah pribumi dan nonpribumi, penduduk lokal dantidak lokal, gubernur Muslim dan gubernur non-Muslim yang membuatmasyarakat bangsa ini terpecah. "Itu biasanya politisi atau orang-orang yang punya ideologilain yang tidak suka dengan Indonesia, termasuk kaum radikal yangingin mendirikan negara khilafah dan segala macam," katanya. Dikatakannya, sejarah menunjukkan bahwa terbentuknya negara danbangsa Indonesia memang berasal dari berbagai suku dengan budaya danagama berbeda-beda yang menyatukan diri?sebagai sebuah bangsa karenapersamaan nasib akibat penjajahan. "Harusnya persoalan-persoalan bahwa kita ini plural, kita inibeda keagamaan, beda budaya, dan sebagainya sudah selesai," kataguru besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu. Memang, kata dia, jumlah pihak yang mempermasalahkan NKRI danPancasila lebih sedikit dibandingkan dengan yang menganggap bentukdan dasar negara ini sudah final. Namun demikian, perlu diwaspadaiagar kelompok yang besar ini tidak terbawa arus, terutama kalanganmuda. "Mahal sekali ongkosnya kalau generasi muda berpikirmengganti negara dengan khilafah atau berideologi selain Pancasila.Pasti akan ada disintegrasi. Ini yang harus disadari anak muda kita,"katanya. Untuk itu, selain didorong untuk berkarya yang terbaik di bidangmasing-masing, pemuda zaman sekarang juga harus didorong mempelajariapa yang dilakukan pemuda zaman dahulu sebelum Indonesia merdeka. "Mau apa pun sukunya, apa pun agamanya, semuanya bisa bersatubahu membahu dan berkorban demi kemajuan bangsa. Kita jangan maukalah dengan bangsa lain," katanya. (OL-7) | | Virus-free. www.avast.com |
