Pada Selasa, 7 November 2017 05.18.59 GMT+1, Chalik Hamid
<[email protected]> menulis:
----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sri Isni <[email protected]>Kepada:
"[email protected]" <[email protected]>Terkirim: Senin,
6 November 2017 19.52.51 GMT+1Judul: 121253 pahlawan Laksamana Malahayati
l
Gelar Pahlawan Laksamana Malahayati Akan Diumumkan Presiden
Senin, 6 November 2017 | 7:15
Ilustrasi Laksamana Malahayati [istimewa]
Berita Terkait
- Tunjangan Kehormatan Pahlawan Naik Dua Kali Lipat
- Keluarga SM Amin: Ayah Kami Layak Menjadi Pahlawan Nasional
- Soeharto Tak Dapat Gelar Pahlawan Nasional
- Aktivis di Aceh Demo Tolak Soeharto Pahlawan
- Gelar Pahlawan Bagi Soeharto Terserah Pemerintah
[JAKARTA] Pemberian gelar pahlawan nasional untuk Laksamana Malayahati
rencananya akan diumumkan Presiden Joko Widodo sehari menjelang Hari Pahlawan
Nasional di Istana Kepresidenan, Senin (9/11). Nama Malahayati menambah deretan
tokoh perempuan Indonesia yang menyandang gelar pahlawan nasional.
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo yang
menginisiasi pemberian gelar pahlawan untuk Malahayati ini mengaku berbangga
karena Laksamana asal Aceh ini akan menambah satu role model tokoh perempuan
Indonesia. Bila nanti diumumkan, Malahayati merupakan perempuan Indonesia ke-13
yang mendapatkan gelar pahlawan nasional dari pemerintah.
“Ini sebuah kemenangan bagi kaum perempuan Indonesia. Meskipun jumlah pahlawan
perempuan baru 13 dari total pahlawan nasional ada 172 orang, tapi kita patut
berbangga,” kata Giwo Rubianto di sela-sela kegiatan jalan sehat dan doa lintas
agama dalam rangka peringatan Hari Pahlawan di area Car Free Day, Jakarta,
Minggu (5/11).
Menurut Giwo, di zaman dahulu perempuan kerap terpinggirkan dalam sejarah.
Selain dilarang ikut andil dalam politik, kegiatan yang dilakukan perempuan pun
terbatas. Namun di daerah Aceh tidaklah demikian. Perempuan dan laki-laki tidak
dibedakan. Inilah yang tergambarkan dari sosok Laksamana Malahayati.
Dalam catatan sejarah, Malahayati adalah putri dari Laksamana Mahmud Syah bin
Laksamana Muhammad Said Syah. Sedangkan kakeknya merupakan putra Sultan
Salahuddin Syah yang memimpin Aceh pada 1530-1539.
Malahayati adalah laksamana laut pertama di dunia. Ia digambarkan sebagai
panglima perang Kesultanan Aceh yang mampu menaklukkan armada angkatan laut
Belanda dan Portugis pada abad ke-16 Masehi. Sebelum memimpin peperangan,
Malahayati sempat mengenyam pendidikan akademi militer dan memperdalam ilmu
kelautan di Baital Makdis atau Pusat Pendidikan Tentara Aceh.
Dalam suatu perang melawan Portugal di Teluk Haru, sekitar seribu orang Aceh
tewas, termasuk Laksamana Muda Ibrahim, suami Malahayati. Sepeninggal suaminya,
Malahayati membentuk armada yang terdiri dari para janda yang suaminya gugur
dalam pertempuran melawan Portugis. Armada ini diberi nama Inong Balee atau
Armada Perempuan Janda.
Inisiatif untuk memberikan gelar pahlawan nasional kepada Malahayati pertama
kali tercetus pada acara halal bihalal keluarga besar Kowani, 21 Juni 2016.
Usulan ini disambut baik dan disetujui oleh Menteri Sosial Khofifah Indar
Parawansa. Di 2017, Kowani mulai mengusulkan nama Malahayati sebagai pahlawan
kepada TNI Angkatan Laut, lalu menghubungi keturunan langsung Malahayati yang
ternyata menetap di Nusa Tenggara Barat, dan memenuhi semua persyaratan yang
diwajibkan untuk mengajukan gelar pahlawan nasional.
Sebelumnya Kepala Subdinas Sejarah Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Kolonel
Syarif Thoyib mengatakan, Malahayati adalah aset negara, khususnya bagi
Angkatan Laut. Malahayati bukan cerita legenda yang turun temurun di masyarakat
Aceh, melainkan tokoh nyata dalam sejarah yang bisa ditelusuri melalui berbagai
data.
“Bagi Angkatan Laut, Laksamana Malahayati adalah tokoh sejarah yang nyata dan
hidup. Karena pejuang di zaman dahulu rata-rata berasal dari kaum bangsawan.
Juga banyak data lokal yang mengisahkan perjalanan hidupnya, dan diperkuat
dengan data-data dari Eropa,” kata Syarif. [D-13]
Kirim Komentar Anda
Copyright ©2017 Suara Pembaruan, All Rights ReservedTentang Kami | Privasi |
Peta Situs
Berita Satu Plaza 11th Floor, Suite 1102 | Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 |
Jakarta 12950 | Indonesia
Telepon: +62 21 2995 7500 | Fax: +62 21 5277975
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.