*Pada akhirnya apa yang ditrompetkan oleh Mokoginta cs ialah Kristen atau
lazim juga disebut Nasrani harus tidak boleh ada, jelasnya dilenyapkan dari
NKRI. Jandi cuaca suram dan mungkin saja hujan darah di NKRI. Inilah
manuver harga matinya selama ini.*


http://www.suara-islam.com/read/harakah/kristologi/24088/Insan-LS-Mokoginta-Dai-Harus-Paham-Kristologi


Insan LS Mokoginta: Dai Harus Paham Kristologi

07 November 17:33 | Dilihat : 248

Ustaz Insan LS Mokoginta

*Bandung (SI Online) - *Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP) Wilayah Jawa
Barat menggelar kegiatan “Dauroh Kristologi” selama dua hari, Ahad-Senin,
5–6 Nopember 2017 di Bandung Barat. Acara tersebut menghadirkan pakar
Kristologi, Ustaz Insan LS Mokoginta dan timnya, Ustaz Fadly (mantan
pendeta) dan Yohana (mantan pendeta Nasrani).

Dalam paparannya, Insan menyampaikan, selain paham, ajaran dan pengetahuan
keislaman, seorang dai juga harus paham dan mengerti tentang kristologi.
Sebab, sambungnya, di lapangan seorang dai atau ustaz bukan hanya
berhadapan dengan orang Islam saja melainkan juga terkadang harus
berhadapan dengan kaum misionaris yang berusaha mendangkalkan akidah bahkan
memurtadkan kaum muslimin.

“Mendakwahi orang Islam itu penting untuk menguatkan akidahnya tapi
mendakwahi bahkan berdebat dengan kaum misionaris juga tidak kalah penting.
Untuk melawan kaum misionaris bukan hanya dengan Alquran saja tetapi harus
dengan kitab mereka sendiri. Itulah pentingnya kita belajar Kristologi
ini,” ungkapnya di hadapan ratusan dai muda se-Jawa Barat.

Untuk itu dirinya pernah menyampaikan usulan agar sekolah-sekolah Islam
maupun pondok pesantren mempertimbangkan masuknya pelajaran kristologi di
sekolah Islam, baik madrasah, pondok pesantren bahkan hingga di perguruan
tinggi. Ia berasalan menurut mantan penganut Katolik ini, Islamologi di
kampus-kampus theologi, sudah diajarkan secara massif sejak lama.

“Saya menganjurkan di sekolah-sekolah Islam, diajarkan Kristologi. Di
sekolah theologi Kristen saja diajarkan Islamologi sampai 40 SKS,” imbuh
mantan penganut Katolik ini.

Selain di sekolah atau madrasah dan pondok pesantren, hendak para aktivis
dakwah juga belajar Kristologi. Menurut Ustadz Insan cara berdakwah dengan
berdialog atau berdebat dengan ilmiah, santun dan beradab lebih berhasil
ketimbang dengan kekerasaan, cemoohan, ejekan atau hujatan.

“Buktinya termasuk saya, pak Yohana dan sudara Fadly serta mantan pendeta
semua masuk Islam bukan karena kalah perang melainkan hujjah yang
disampaikan betul akan kebenarannya,” tambahnya

Selain itu menurut  Insan, kegiatan Kristenisasi, pendangkalan akidah dan
pemurtadan sudah menjadi ancaman nyata umat Islam di Indonesia sejak lama.
Terutama di daerah pelosok, lokasi bencana, maupun masyarakat di tempat
kumuh dan miskin.

“Ada pengurus MUI yang bilang katanya setiap tahunnya ada satu juta orang
 Islam yang murtad. Mudah-mudahan data ini tidak benar tapi kita harus
hadapi jangan sampai bertambah banyak,” ajaknya.

Ia menambahkan apalagi, sekarang para misionaris itu diajarkan baca Alquran
di kampus theologi mereka. Bahkan melakukan Kristenisasi dengan memelintir
ayat-ayat Alquran dan Hadits. Untuk itu dirinya mengajak agar umat Islam
umumnya dan khususnya para aktivitis dakwah untuk belajar Kristologi.

Kristolog di Indonesia ini masih sangat sedikit dan kita harus
memperbanyaknya,”ajaknya.

Sementara itu Ketua KNAP Jabar, Ustaz Roin Nul Balad menyampaikan, usaha
dan gerakan pendangkalan akidah hingga pemurtadan umat Islam oleh kaum
misionaris Kristen sudah sangat massif dan terbuka. Untuk itu usaha dauroh
Kristologi tersebut digelar sebagai salah satu jawaban atas kondisi dakwah
di lapangan.

“Dakwah bukan hanya dari masjid ke masjid tapi kita juga harus siap
menghadapi mereka kaum kafir itu. Itulah pentingnya kita belajar kristologi
sehingga kita akan mengalahkan mereka dengan kitab mereka sendiri,” ujarnya.



Menurutnya pihak KNAP Jabar sendiri  telah mempunyai data dan fakta terkait
usaha misionaris di lapangan berikut nama-nama pelakunya. Data dan fakta
tersebut menurutnya akan digunakan saat melakukan advokasi maupun dalam
menempuh jalur hukum.

“Negara kita katanya berdasarkan hukum maka siapa saja yang melanggar hukum
harus diproses secara hukum yang adil termasuk usaha pemurtadan ini jelas
telah melanggar hukum. Sebab aturannya tidak boleh menyebarkan agama kepada
orang yang telah beragama. Kalau mereka kaum misionaris tetap bergerak ya
tentu kita akan bergerak juga bahkan kita lebih siap lagi,” tegasnya.

Roin Nul Balad menambahkan bahwa umat Islam sepakat ada toleransi namun
toleransi bukan sekedar slogan atau semboyan saja melainkan harus dipahami
dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

“Faktanya korban toleransi selalu umat Islam, ada masjid di bakar, ada
orang dimurtadkan dan sebagainya. Kita juga akan menuntut kaum kafir untuk
toleransi. Data dan fakta pelanggaran toleransi mereka sudah kita miliki
dan kalau diperlukan akan kita selesaikan di pengadilan agar fair,”
tegasnya.

Ia menambahkan kegiatan dauroh Kristlogi ini akan diselenggarakan secara
rutin dengan agenda, tempat dan waktu yang beda. KNAP Jabar sendiri
menurutnya akan keliling ke wilayah Jabar guna menyadarkan umat akan
pentingnya menjaga dan menguatkan akidah serta memahami bahaya permurtadan.
“Intinya usaha misionaris ini harus dilawan dan dihentikan” tegas Roin.

Usai acara semua peserta mendapat buku-buku karya Insan Mokoginta tentang
Kristologi. Diharapkan setidaknya dengan membaca buku-buku tersebut sudah
menjadi bekal awal dalam menghadapi kaum misionaris di lapangan.

rep: suwandi
red: shodiq ramadhan





<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
Virus-free.
www.avast.com
<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>

Kirim email ke