----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ajeg [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>Kepada: [email protected] 
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 8 November 2017 17.23.07 GMT+1Judul: 
Re: [GELORA45] Alwaleed, Pangeran Arab yang Ditangkap Pernah Ribut dengan Trump
     

Maksudnya barangkali bule Saxon, seperti yang tertangkap basah 
di Tunis, Mesir, Libya. Tetapi dari posisi tempurnya, mau dia  
bule Saxon atau bule Leviathan jelas mereka tukang recok dari kubu 
kaki-tangan AS.
Di Indonesia, cecunguk beginian tentu saja warna lokal. Tahun '65 
mereka dipungut dari lingkaran istana, militer, dan partai. Sekarangbersorban & 
berjenggot segala.
--- teddyr@... wrote:
 Sementara di medan yang lain aga berita berikut.
https://sputniknews.com/middleeast/201711071058875799-us-helicopters-daesh-mayadin/

Tentunya yang diselamatkan bukannya orang-orang yang berasal dari negara-negara 
'stan', tapi tentara bayaran bule.
From: ajeg
Dua hari ini semua media di Bumi seperti kompak mengangkat
berita penangkapan Alwaleed bin Talal oleh "KPK"nya Arab Saudi
yang diketuai sepupu Alwaleed sendiri. Banyak media mengendus
ada udang di balik kepala dalam penangkapan yang menggelikan ini.
Menggelikan karena sang raja, Salman, tiba-tiba mengangkat putra
mahkota, Muhammad bin Salman, untuk mengepalai lembaga antikorupsi
Arab Saudi. Diberitakan, lembaga ini dibentuk Raja Salman setelah
didatangi delegasi AS yang dipimpin menkeu Steven Mnuchin, pekan lalu.
Kabarnya Steven cs diutus Trump untuk bergunjing soal "memerangi" 


keuangan teroris. Sementara itu, sejumlah media dan portal internet 
merilis berita lebih menggelikan lagi seputar menghilangnya menantu 
kesayangan Trump dari pandangan awak media Gedung Putih.Usut punya usut, 
ternyata Jared Kushner, penasehat senior Trump 
merangkap suami Ivanka, Rabu pekan lalu menyelinap ke Riyadh 
dalam penerbangan terpisah dari rombongan Steven. Kalau Steven csbertugas 
membujuk sang raja, maka Kushner sebagai utusan khususbertugas merayu sang 
putra mahkota yang merupakan sobat lamanya.Entah apa saja yang dibahas para 
utusan Trump di kedua jalur itu. 
Yang pasti, Arab Saudi tiba-tiba punya "KPK" dan sehari kemudian 
dunia mendengar putra mahkota dengan mainan barunya ini menyapu 
sesama pangeran. Sebelas pangeran yang dalam daftar Steven & 
Kushner distempel "teroris".
Begitulah gaya AS menyingkirkan pihak-pihak yang dianggap seteru.
Polanya belum berubah dari jaman Vietnam, Indonesia, Chile, Irak, 
Tunisia, Mesir, Libya dll. Bedanya, sejak era Bush cilik mereka bikin 
stempel "islam" & "teroris", dulu stempelnya "komunis". Betul-betuludang di 
balik kepala.

Ada yang belum khatam dengan pola begini? Atau lebih terpaku pada
bentuk-bentuk stempelnya?

-
Alwaleed, Pangeran Arab yang Ditangkap Pernah Ributdengan Trump  Zulfi Suhendra 
06 November 2017, 12:09 WIB Liputan6.com, Jakarta Putra mahkotaArab Saudi 
Mohammed Bin Salman menangkap 11 pangeran Arab terkait kasuskorupsi. Dari 11 
nama tersebut, ada satu nama yaitu Pangeran Alwaleed binTalal. Alwaleed dikenal 
sebagai orang terkaya didunia dan masuk jajaran Forbes. Dia juga punya gurita 
bisnis lewatperusahaannya Kingdom Holding. Yang menarik, Pangeran Alwaleed 
punya koneksidengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Bahkan 
keduanya pernahterlibat perseteruan pada 2015 lalu. Meski perseteruan itu 
terjadi di sosialmedia, keduanya nampak kesal satu sama lain. Hal itu terjadi 
pada masa kampanyeDonald Trump yang dinilai mendiskreditkan orang Muslim. 
Pangeran Alwaleed secara langsung mencuitke akun twitter Donald Trump. 
Mengatakan bahwa Trum adalah aib tak hanya untukGOP (grand old party/Partai 
Republik) melainkan untuk seluruh orang AmerikaSerikat. Dia juga berharap Trump 
mengundurkan diridari pencalonan Presiden AS yang diyakininya tak akan pernah 
dimenangkan Trump. "@realDonaldTrump You are disgracenot only to GOP but to all 
America. Withdraw from the US presidential race asyou will never win," tulis 
sang Pangeran melalui akunnya Alwaleed_Talalpada 12 Desember 2015 lalu. 
Diketahui pada masa kampanyenya, Trumppernah memberikan pernyataan 
kontroversial yang melibatkan orang Muslim. Diamelarang orang Muslim datang ke 
Amerika Serikat jika terpilih jadi presiden. Menanggapi cuitan dari Alwaleed, 
Trumppun membalas bahwa Alwaleed ingin menguasai politik Amerika Serikat dengan 
uangayahnya. Trump menyebut itu tak akan bisa jika dia terpilih jadi Presiden. 
"Dopey Prince @Alwaleed_Talal wantsto control our U.S. politicians with daddy’s 
money. Can’t do it when I getelected. #Trump2016" ujar Trump di hari yang sama. 
Sebenarnya, hubungan Trump dan Alwaleedsebelumnya baik-baik saja. Bahkan 
Pangeran Alwaleed pernah membantu Trump saatpengusaha properti Amerika Serikat 
ini mengalami masalah keuangan.

       

Kirim email ke