*Kalau negara tak mampu membangun jalan umum, maka tentu ada yang lebih
mampu atau juga karena penguasa negara terdiri dari para pengusaha maka
mereka pun perlu menciptakan obyek-obyek sumber penghasilan perusahaan
mereka. Bukankah hal ini wajar sesuai ekonomi pasar*?


http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/17/11/08/oz3lfr368-astra-infra-targetkan-kepemilikan-tol-sepanjang-500-km


Astra Infra Targetkan Kepemilikan Tol Sepanjang 500 Km

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Dwi Murdaningsih

Republika/Rahayu Subekti

[image: Kepala Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna (pertama
dari kiri) dan Direktur Utama Marga Harjaya Infrastruktur (Astra Toll Road)
Wiwik D Santoso (kedua dari kiri) melakukan diskusi santai mengenai peran
pemerintah,swasta, dan media mengenai dalam mendukung percepatan
pembangunan Tol Trans Jawa di kawasan Kebon Sirih, Rabu (8/11).]

Kepala Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna (pertama dari kiri)
dan Direktur Utama Marga Harjaya Infrastruktur (Astra Toll Road) Wiwik D
Santoso (kedua dari kiri) melakukan diskusi santai mengenai peran
pemerintah,swasta, dan media mengenai dalam mendukung percepatan
pembangunan Tol Trans Jawa di kawasan Kebon Sirih, Rabu (8/11).


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- PT Marga Harjaya Infrastruktur (Astra Infra Toll
Road) memiliki target yang harus dicapai pada 2020. Direktur Utama Marga
Harjaya Infrastruktur (Astra Infra Toll Road) Wiwik D Santoso mengatakan
pada tahun tersebut, target kepemilikan tol Astra Infra harus sepanjang 500
kilometer.

Dia mengatakan untuk memenuhi target tersebut makan Astra Infra akan
melakukan berbagai cara untuk melebarkan lini bisnis infrastrukturnya.
"Tentu ini (upaya memenuhi target) harus kita sesuaikan dengan bisnis kami
dan juga pilihan tol mana yang terbaik," kata Wiwik dalam acara media
*gathering,
*Rabu (8/11).

Dari keseluruhan target tersebut, Wiwik menuturkan Astra Infra sudah
memiliki hal konsesi jalan tol sepanjang 353 kilometer ini. Sehingga
selanjutnya, untuk mencapai target tersebut masih ada sekitar 150 kilometer
lagi yang harus dimiliki Astra Infra hingga 2020.

Meksipun begitu Wiwik belum bisa memprediksi tol mana lagi yang akan
diakuisisi lepemilikan sahamnya. Hanya saja apapun itu, dia memastikan
pertimbangan untuk membeli saham tol harus sesuai dengan peningkatan bisnis
Astra Infra.

Seperti halnya Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang belum
lama diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Wiwik mengatakan
pihaknya belum mengetahui tertarik atau tidak untuk membeli sahamnya.

"Kami sebenarnya belum bisa merencanakan untuk Tol Becakayu. Minat-minat
saja tapi kita lihat dulu karena kalau mau investasi seperti
jodoh-jodohan," kata Wiwik.

Wiwik memastikan hingga saat ini juga belum ada surat tawaran dari PT
Waskita Karya (Persero) yang rencananya akan menjual sejumlah tolnya. Dia
mengatakan jika surat tawaran dari Waskita masuk maka Astra Infra baru
mempertimbangkanya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Astra Infra Irawan Santoso mengatakan
saat ini sudah memiliki aset pada enam jalan tol. Tol tersebut seperti
Tangerang-Merak (79,3 persen), Jombang-Mojokerto (100 persen),
Kunciran-Serpong (40 persen), Semarang-Solo (40 persen), Serpong-Balaraja
(25 persen), dan Cikopo-Palimanan (45 persen).

Dengan begitu, lanjut Irawan, Astra Infra merupakan pemegang saham secara
langsung dan tidak langsung pada enam Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
"Kemungkinan Astra Infra menjadi salah satu perusahaan swasta terbesar dari
sisi jumlah panjang tol yang dimiliki," ungkap Irawan.

Kirim email ke