----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: @ <undefined>Terkirim: 
Jumat, 10 November 2017 21.44.30 GMT+1Judul: [nasional-list] Polri: Senjata 
Kelompok Bersenjata di Papua dari Luar Negeri
     


https://news.detik.com/berita/3721597/polri-senjata-kelompok-bersenjata-di-papua-dari-luar-negeri






  
Jumat 10 November 2017, 11:39 WIB
 
Polri: Senjata Kelompok Bersenjatadi Papua dari Luar Negeri

Mochamad Zhacky Kusumo - detikN4 komentar ews
 

 

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. Foto: Grandyos Zafna 



 
Jakarta - Polri sudah menerima sejumlah informasi soal persenjataan Kelompok 
Kriminal Bersenjata (KKB) di Mimika, Papua. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo 
Wasisto mengatakan informasi yang didapat senjata beserta amunisi KKB berasal 
dari luar negeri.

"Ya, beberapa waktu lalu kita juga mendapatkan informasi itu, ada 
senjata-senjata yang masuk ilegal. Tidak tertutup kemungkinan masuk dari situ 
(luar negeri). Karena mereka ada senjata, ada amunisi," kata Setyo saat 
dikonfirmasi ihwal persenjataan KKB, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, 
Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).
 
|  
Baca juga: Ini Bedanya Gaya Jokowi Ngetrail di Papua dan Bekasi
  |

 

Namun demikian, menurut Setyo informasi tersebut belum terverifikasi. "Kita 
belum bisa memastikan," singkat Setyo.
  

  
Kata mantan Wakabaintelkam Polri aliran senjata KKB Mimika bisa terungkap 
melalui penyelidikan. Setyo pun meyakini Kepolisian bisa menguaknya.

"Nanti setelah kita melakukan penyidikan, melakukan penangkapan, pasti kita 
bisa mengungkap dari mana aliran senjatanya," pungkasnya.
 
|  
Baca juga: Konflik KKB di Papua: Gangguan Separatis hingga Isu Kesejahteraan 
Sosial
  |

 

Sebelumnya, KKB menyandera juga merampas harta benda warga dan pendatang di 
Desa Kimbely dan Desa Banti, Mimika, Papua. KKB juga mengisolasi dua desa di 
wilayah pegunungan itu dengan melarang warga bepergian.

"Mereka merampas barang, alat komunikasi, merampas uang. Di sana (Desa Kimbely) 
ada 300-an pendulang emas," kata Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar saat 
dihubungi detikcom, Kamis (9/11/2017). 



    

Kirim email ke